alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 11 August 2022

Petani Millennial Jadi Ujung Tombak Ketahanan Pangan

KABUPATEN – Masa depan ketahanan pangan Indonesia bergantung pada generasi petani milennial. Karena mereka lah yang akan menentukan sukses tidaknya upaya swasembada pangan Nusantara.

Semangat itulah yang didorong Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dalam mendidik mahasiswanya. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polbangtan Malang Andi Warnaen menyatakan, salah satunya dilakukan dengan membuat program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP). Program ini mendorong kelahiran milenial profesional di bidang pertanian. Ada 100 mahasiswa yang turut dalam program tersebut.

”Lewat program ini, mereka akan lebih mantap dan termotivasi dalam berwirausaha,” kata Andi, kemarin di Bedali Lawang. Nantinya, para mahasiswa harus bisa mendirikan bisnis berbasis pertanian. Mereka juga dituntut mengembangkan peluang bisnis bagi generasi muda pertanian. Kesuksesan mereka di masa mendatang akan mendorong pengembangan agribisnis Polbangtan. ”Karena, tataran praktis dan akademis berjalan berdampingan,” tambahnya.

Pelatihan menghadirkan pemateri profesional yang memberikan berbagai materi penting. Mulai dari analisa lingkungan bisnis di industri agribisnis. Kemudian, strategi pemasaran produk peternakan dan pertanian. Serta taktik promosi produk pertanian dan peternakan. ”Mereka juga belajar tentang kreativitas dalam bisnis,” tambahnya. Selain itu juga ada materi kewirausahaan dan kepemimpinan dalam bisnis. (fin/nay)

KABUPATEN – Masa depan ketahanan pangan Indonesia bergantung pada generasi petani milennial. Karena mereka lah yang akan menentukan sukses tidaknya upaya swasembada pangan Nusantara.

Semangat itulah yang didorong Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dalam mendidik mahasiswanya. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polbangtan Malang Andi Warnaen menyatakan, salah satunya dilakukan dengan membuat program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP). Program ini mendorong kelahiran milenial profesional di bidang pertanian. Ada 100 mahasiswa yang turut dalam program tersebut.

”Lewat program ini, mereka akan lebih mantap dan termotivasi dalam berwirausaha,” kata Andi, kemarin di Bedali Lawang. Nantinya, para mahasiswa harus bisa mendirikan bisnis berbasis pertanian. Mereka juga dituntut mengembangkan peluang bisnis bagi generasi muda pertanian. Kesuksesan mereka di masa mendatang akan mendorong pengembangan agribisnis Polbangtan. ”Karena, tataran praktis dan akademis berjalan berdampingan,” tambahnya.

Pelatihan menghadirkan pemateri profesional yang memberikan berbagai materi penting. Mulai dari analisa lingkungan bisnis di industri agribisnis. Kemudian, strategi pemasaran produk peternakan dan pertanian. Serta taktik promosi produk pertanian dan peternakan. ”Mereka juga belajar tentang kreativitas dalam bisnis,” tambahnya. Selain itu juga ada materi kewirausahaan dan kepemimpinan dalam bisnis. (fin/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/