alexametrics
22 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Rebutan Lahan, Juru Parkir di Kepanjen Tewas Ditikam

RADAR MALANG — Akibat rebutan lahan parkir, seorang warga Jalan Kawi Sukun, Kecamatan Kepanjen harus meregang nyawa. Pria yang diketahui bernama Syaiful Anwar alias Memed itu meregang nyawa setelah ditikam seseorang yang diduga adalah pesaingnya pada Kamis lalu (4/11).

Diduga, akar penusukan berujung maut itu adalah rebutan lahan parkir di depan kantor BNI Jalan A. Yani, Kepanjen.

Informasi yang dihimpun Jawa pos Radar Malang, sebelum meninggal, Memed sempat berpesta minuman keras (miras) di depan salah satu toko kawasan Jalan A Yani, Kepanjen. Dia menenggak miras bersama tiga temannya sekitar pukul 19.15 WIB. Hingga kini belum diketahui siapa saja ketiga teman korban yang ikut pesta miras tersebut.

“Cekcok mengenai lahan parkir. Memed baru kerja (menjadi jukir) sekitar satu bulan di depan kantor BNI A Yani. Tidak tahu apa alasannya, tiba-tiba ditusuk perutnya,” ucap Rahayu, saksi sekaligus pedagang mi di depan BNI tersebut.

Rahayu mengatakan, dalam perselisihan tersebut Memed sempat tersungkur. Kemudian tiga rekannya yang lain membawa korban menuju RS Wava Husada. Namun, pelaku yang kalap itu malah menantang Memed dengan mengacungkan senjata tajam. Memed kemudian tewas dalam perjalanan menuju RS Wava Husada.

Dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Baralangi membenarkan. Namun, pihak kepolisian masih belum menetapkan pelaku pembunuhan Memed. “Benar, pelaku sudah diamankan dan masih diambil keterangan,” ujar AKP Donny, kemarin (5/11). “Untuk sementara dari hasil keterangan saksi-saksi mengarah ke satu orang pelaku yang sudah kami amankan ini,” imbuhnya.

Disinggung mengenai motif pembunuhan terkait lahan parkir, Donny hanya menjawab normatif. “Masih kami selidiki motif pelaku melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban jiwa itu.” tutupnya. (cj9/dan/rmc)

RADAR MALANG — Akibat rebutan lahan parkir, seorang warga Jalan Kawi Sukun, Kecamatan Kepanjen harus meregang nyawa. Pria yang diketahui bernama Syaiful Anwar alias Memed itu meregang nyawa setelah ditikam seseorang yang diduga adalah pesaingnya pada Kamis lalu (4/11).

Diduga, akar penusukan berujung maut itu adalah rebutan lahan parkir di depan kantor BNI Jalan A. Yani, Kepanjen.

Informasi yang dihimpun Jawa pos Radar Malang, sebelum meninggal, Memed sempat berpesta minuman keras (miras) di depan salah satu toko kawasan Jalan A Yani, Kepanjen. Dia menenggak miras bersama tiga temannya sekitar pukul 19.15 WIB. Hingga kini belum diketahui siapa saja ketiga teman korban yang ikut pesta miras tersebut.

“Cekcok mengenai lahan parkir. Memed baru kerja (menjadi jukir) sekitar satu bulan di depan kantor BNI A Yani. Tidak tahu apa alasannya, tiba-tiba ditusuk perutnya,” ucap Rahayu, saksi sekaligus pedagang mi di depan BNI tersebut.

Rahayu mengatakan, dalam perselisihan tersebut Memed sempat tersungkur. Kemudian tiga rekannya yang lain membawa korban menuju RS Wava Husada. Namun, pelaku yang kalap itu malah menantang Memed dengan mengacungkan senjata tajam. Memed kemudian tewas dalam perjalanan menuju RS Wava Husada.

Dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Baralangi membenarkan. Namun, pihak kepolisian masih belum menetapkan pelaku pembunuhan Memed. “Benar, pelaku sudah diamankan dan masih diambil keterangan,” ujar AKP Donny, kemarin (5/11). “Untuk sementara dari hasil keterangan saksi-saksi mengarah ke satu orang pelaku yang sudah kami amankan ini,” imbuhnya.

Disinggung mengenai motif pembunuhan terkait lahan parkir, Donny hanya menjawab normatif. “Masih kami selidiki motif pelaku melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban jiwa itu.” tutupnya. (cj9/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/