alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

70 Kendaraan Dipaksa Putar Balik di Hari Pertama Penyekatan Mudik

MALANG – Di hari pertama larangan mudik kemarin (6/5), tim gabungan dari Polri, TNI, dinas perhubungan (dishub), dan Satpol PP Kabupaten Malang memeriksa 600 kendaraan yang akan masuk wilayah Malang Raya. Sebanyak 70 kendaraan di antaranya dipaksa putar balik karena tidak memenuhi persyaratan masuk wilayah.

”Kami pastikan, sebelum sampai di tempat tujuan, mereka (pemudik) sudah akan kami perintahkan putar balik,” ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar di sela-sela meninjau checkpoint di exit tol Singosari kemarin.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, ada 1.800 personel gabungan yang siaga di 20 pos pengamanan. Rinciannya, 5 pos checkpoint, 5 pos mandiri, 3 pos pelayanan, dan 7 pos observasi. Lokasinya tersebar di Kabupaten Malang.

Kemarin (6/5), Hendri bersama Dandim 0818 Kabupaten Malang–Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra melakukan peninjauan di tiga checkpoint. Yakni checkpoint exit tol Singosari, exit tol Pakis, dan exit tol Lawang. Dari laporan yang dia terima, di hari pertama ini masih banyak kendaraan dari luar daerah yang masuk Kabupaten Malang.

Disinggung mengenai sanksi, Hendri menjelaskan, untuk pemudik yang melintas di jalan raya saat ini sanksi putar balik masih jadi pilihan utama. ”Sampai saat ini belum ada sanksi lain selain putar balik,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu.

Selain itu, secara acak juga dilakukan rapid test antigen terhadap para pemudik yang melintasi pos checkpoint. Kemarin ada dua orang yang berasal dari Kota Malang dan Kota Surabaya di-rapid test oleh petugas. Untungnya, semuanya hasilnya negatif.

Penindakan berbeda diberikan kepada para pemudik yang menggunakan angkutan umum seperti kereta api, bus, dan pesawat. Di setiap tempat pemberhentian angkutan umum, kepolisian telah membentuk 7 pos observasi untuk memeriksa penumpang.

”Kami tidak bisa langsung memulangkan para pemudik ini,” tuturnya.

Sehingga solusinya nanti para pengguna angkutan umum akan dimintai keterangan bebas Covid-19 berupa hasil rapid test atau swab test. Jika mereka tak bisa menunjukkan, petugas akan memfasilitasi penumpang untuk rapid test antigen.

”Jika hasilnya positif, maka kami arahkan isolasi di rumah sakit. Setelah sembuh, kami kembalikan ke daerah asalnya,” tuturnya.

Dia mengimbau masyarakat agar tak curi-curi kesempatan untuk tetap mudik. Sebab, pihaknya bersiaga penuh untuk memeriksa.

Tak hanya pihak kepolisian, pihak medis juga punya peran vital dalam penyekatan masa larangan mudik 6–17 Mei mendatang. Dalam fungsinya, mereka juga diterjunkan untuk membantu aparat gabungan melakukan penyekatan terhadap para pemudik di setiap checkpoint.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan, pihaknya mendukung langkah-langkah optimalisasi yang dilakukan Polri, TNI, dan aparat lainya. Karena itu, dinkes menyiapkan sekitar 2.000 alat rapid test antigen. Masing-masing posko dijatah minimal 100 alat pendeteksi virus Covid-19 itu.

”Untuk Kabupaten Malang, rencananya masing-masing pos akan kita disiapkan minimal 100 rapid test antigen,” ucap Arbani. (fik/c1/dan/fia)

MALANG – Di hari pertama larangan mudik kemarin (6/5), tim gabungan dari Polri, TNI, dinas perhubungan (dishub), dan Satpol PP Kabupaten Malang memeriksa 600 kendaraan yang akan masuk wilayah Malang Raya. Sebanyak 70 kendaraan di antaranya dipaksa putar balik karena tidak memenuhi persyaratan masuk wilayah.

”Kami pastikan, sebelum sampai di tempat tujuan, mereka (pemudik) sudah akan kami perintahkan putar balik,” ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar di sela-sela meninjau checkpoint di exit tol Singosari kemarin.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, ada 1.800 personel gabungan yang siaga di 20 pos pengamanan. Rinciannya, 5 pos checkpoint, 5 pos mandiri, 3 pos pelayanan, dan 7 pos observasi. Lokasinya tersebar di Kabupaten Malang.

Kemarin (6/5), Hendri bersama Dandim 0818 Kabupaten Malang–Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra melakukan peninjauan di tiga checkpoint. Yakni checkpoint exit tol Singosari, exit tol Pakis, dan exit tol Lawang. Dari laporan yang dia terima, di hari pertama ini masih banyak kendaraan dari luar daerah yang masuk Kabupaten Malang.

Disinggung mengenai sanksi, Hendri menjelaskan, untuk pemudik yang melintas di jalan raya saat ini sanksi putar balik masih jadi pilihan utama. ”Sampai saat ini belum ada sanksi lain selain putar balik,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu.

Selain itu, secara acak juga dilakukan rapid test antigen terhadap para pemudik yang melintasi pos checkpoint. Kemarin ada dua orang yang berasal dari Kota Malang dan Kota Surabaya di-rapid test oleh petugas. Untungnya, semuanya hasilnya negatif.

Penindakan berbeda diberikan kepada para pemudik yang menggunakan angkutan umum seperti kereta api, bus, dan pesawat. Di setiap tempat pemberhentian angkutan umum, kepolisian telah membentuk 7 pos observasi untuk memeriksa penumpang.

”Kami tidak bisa langsung memulangkan para pemudik ini,” tuturnya.

Sehingga solusinya nanti para pengguna angkutan umum akan dimintai keterangan bebas Covid-19 berupa hasil rapid test atau swab test. Jika mereka tak bisa menunjukkan, petugas akan memfasilitasi penumpang untuk rapid test antigen.

”Jika hasilnya positif, maka kami arahkan isolasi di rumah sakit. Setelah sembuh, kami kembalikan ke daerah asalnya,” tuturnya.

Dia mengimbau masyarakat agar tak curi-curi kesempatan untuk tetap mudik. Sebab, pihaknya bersiaga penuh untuk memeriksa.

Tak hanya pihak kepolisian, pihak medis juga punya peran vital dalam penyekatan masa larangan mudik 6–17 Mei mendatang. Dalam fungsinya, mereka juga diterjunkan untuk membantu aparat gabungan melakukan penyekatan terhadap para pemudik di setiap checkpoint.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan, pihaknya mendukung langkah-langkah optimalisasi yang dilakukan Polri, TNI, dan aparat lainya. Karena itu, dinkes menyiapkan sekitar 2.000 alat rapid test antigen. Masing-masing posko dijatah minimal 100 alat pendeteksi virus Covid-19 itu.

”Untuk Kabupaten Malang, rencananya masing-masing pos akan kita disiapkan minimal 100 rapid test antigen,” ucap Arbani. (fik/c1/dan/fia)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/