alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Gara-Gara Google Maps, Motor Matic Masuk Tol

KABUPATEN – Akibat salah men-setting aplikasi google maps, Abdul Hamid, warga Kota Surabaya ini harus berurusan dengan polisi. Dia yang mengendarai motor matic bernopol L 4332 EL kedapatan telah menerobos pintu masuk Tol Malang-Pandaan di Karanglo

Petugas penjaga pintu tol dan polisi patroli jalan raya (PJR) yang mengetahui aksinya langsung melakukan pengejaran. Di hadapan petugas, Abdul Hamid awalnya mengaku hendak memangkas waktu karena berdekatan dengan waktu salat Jumat.  Dari sana lah, dia yang hendak meluncur ke Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, memilih belok kiri menuju arah tol. ”Saya juga diarahkan google maps untuk belok kiri, ya saya ikut saja,” jelasnya.

Setelah dicek petugas, diketahui bila pemuda yang berusia sekitar 20 tahunan tak tahu jika settingan di google maps-nya merupakan petunjuk untuk mobil, bukan untuk kendaraan roda dua. Dia yang berkendara sendirian pun hanya bisa pasrah ketika mendapat surat tilang dari polisi. ”Sudah saya pasrah saja ikut aturan,” singkat Hamid.

Sementara itu, Bintara Unit (Banit) Anggota PJR Malang Aiptu Khoiron mengakui jika pemuda tersebut lalai dalam berkendara. Lebih parahnya lagi, dia tak memiliki surat izin pengemudi (SIM). Pemuda tersebut hanya membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan KTP saja. ”Mau nggak mau kami tilang dengan pelanggaran melanggar rambu lalu lintas,” terangnya.

Khoiron juga menambahkan untuk sementara kendaraan milik Hamid ditahan. Pemuda tersebut harus menjalani sidang tilang di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen pada 20 Mei mendatang. Atas kejadian ini, dia mengingatkan kepada pengendara untuk menjaga fokus berkendara saat arus mudik dan balik. ”Jangan sampai hanya karena terburu-buru harus melanggar aturan,” tandasnya. (adn/by)

KABUPATEN – Akibat salah men-setting aplikasi google maps, Abdul Hamid, warga Kota Surabaya ini harus berurusan dengan polisi. Dia yang mengendarai motor matic bernopol L 4332 EL kedapatan telah menerobos pintu masuk Tol Malang-Pandaan di Karanglo

Petugas penjaga pintu tol dan polisi patroli jalan raya (PJR) yang mengetahui aksinya langsung melakukan pengejaran. Di hadapan petugas, Abdul Hamid awalnya mengaku hendak memangkas waktu karena berdekatan dengan waktu salat Jumat.  Dari sana lah, dia yang hendak meluncur ke Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, memilih belok kiri menuju arah tol. ”Saya juga diarahkan google maps untuk belok kiri, ya saya ikut saja,” jelasnya.

Setelah dicek petugas, diketahui bila pemuda yang berusia sekitar 20 tahunan tak tahu jika settingan di google maps-nya merupakan petunjuk untuk mobil, bukan untuk kendaraan roda dua. Dia yang berkendara sendirian pun hanya bisa pasrah ketika mendapat surat tilang dari polisi. ”Sudah saya pasrah saja ikut aturan,” singkat Hamid.

Sementara itu, Bintara Unit (Banit) Anggota PJR Malang Aiptu Khoiron mengakui jika pemuda tersebut lalai dalam berkendara. Lebih parahnya lagi, dia tak memiliki surat izin pengemudi (SIM). Pemuda tersebut hanya membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan KTP saja. ”Mau nggak mau kami tilang dengan pelanggaran melanggar rambu lalu lintas,” terangnya.

Khoiron juga menambahkan untuk sementara kendaraan milik Hamid ditahan. Pemuda tersebut harus menjalani sidang tilang di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen pada 20 Mei mendatang. Atas kejadian ini, dia mengingatkan kepada pengendara untuk menjaga fokus berkendara saat arus mudik dan balik. ”Jangan sampai hanya karena terburu-buru harus melanggar aturan,” tandasnya. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/