alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Permak Pasar Lawang, Tiru Skema Bululawang

KABUPATEN – Pemkab Malang berencana memperbaiki bagunan Pasar Lawang . Sasaran perbaikan adalah deretan lapak di lantai 3 dan sebagian lantai 2 yang ikut terbakar tahun 2019 lalu. Hingga saat ini, bagian pasar tersebut mangkrak karena rencana perbaikan mandek akibat pandemi Covid-19.

Dari pantauan Rabu kemarin (6/7), kerusakan terparah terletak di bagian lantai 3. Tampak belasan bedak pedagang tak lagi digunakan. Hanya ada satu lapak yang digunakan untuk berdagang. Selebihnya bedak-bedak pedagang hanya menyisakan tembok hangus tanpa pintu. Selain itu, satu ruangan di lantai 2 juga tak digunakan karena ikut terbakar.

Sementara, sejumlah kios di lantai satu dan lantai dua masih berfungsi normal. Aktivitas perdagangan juga berjalan. Sedangkan, di sisi utara pasar, terdapat sejumlah lapak penampungan sementara. Lapak ini dibangun di tengah jalan. Sebagian pedagang berjualan di situ. Tetapi, ada juga pedagang yang tidak punya tempat berjualan sama sekali.

Bupati Malang HM Sanusi menyarankan agar beberapa kios yang terlihat masih berfungsi cukup dipermak saja. “Seperti yang ada di pasar Bululawang. Tapi kalau memang secara fisik atau dari laboratorium forensik tidak layak, baru nanti dibongkar. Tujuannya adalah supaya tidak mengubah tatanan dan menghentikan aktivitas perdagangan,” ujar Sanusi saat menggelar sidak di Pasar Lawang, siang kemarin (6/7).

Menurutnya, pembangunan total bangunan pasar dinilai malah merugikan. Karena pedagang harus direlokasi lagi. Saat relokasi, aktivitas pedagang akan terhambat. Begitu pasar selesai, pemindahan para pedagang ke dalam pasar yang baru juga bisa memicu masalah  baru. Sanusi mengharap tidak perlu ada relokasi total. Tatanan yang ada sekarang diharap bisa dipertahankan. “Karena mengubah tatanan juga tidak mudah. Selebihnya nanti kalau memang parah akan dibangun total,” jelas Sanusi. Dia lantas mencontohkan Pasar Bululawang yang menjajaki kemungkinan sharing penganggaran pembangunan pasar. Di Bululawang, Pemkab Malang mengandalkan CSR sepenuhnya.

Skema yang sama juga bisa diberlakukan untuk Pasar Lawang. Yakni membuka peluang sharing anggaran daerah, provinsi dan nasional. Dia mengaku akan mengusulkan kepada Kementerian PUPR untuk perbaikan Pasar Lawang. Plus, proposal perbaikan ke Pemprov Jatim juga bakal diajukan. Itu di luar penganggaran yang dicanangkan Pemkab di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022.

Sanusi mengaku masih belum tahu berapa anggaran di tahun 2022 ini. Karena, proses PAK belum dimulai. “Misal semua pihak pasar sepakat, penyelesaiannya dibuat seperti yang ada di Pasar Bululawang kemarin. Itu jalan tercepat dan termurah ya seperti itu. Ada 308 kios yang harus dibenahi. Kalau yang lain yang masih bisa digunakan ya nanti perawatan saja bisa dicat ulang ,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi menyebut total ada 456 pedagang yang terdampak kebakaran tahun 2019 lalu. Ada 308 yang perlu mendapatkan kios baru. “97 menghuni tempat penampungan sementara yang terbuat dari galvalum. Ada 211 yang berada di relokasi karena tidak punya tempat dalam pasar untuk aktivitas jualan,” tuturnya.(fin/nay)

KABUPATEN – Pemkab Malang berencana memperbaiki bagunan Pasar Lawang . Sasaran perbaikan adalah deretan lapak di lantai 3 dan sebagian lantai 2 yang ikut terbakar tahun 2019 lalu. Hingga saat ini, bagian pasar tersebut mangkrak karena rencana perbaikan mandek akibat pandemi Covid-19.

Dari pantauan Rabu kemarin (6/7), kerusakan terparah terletak di bagian lantai 3. Tampak belasan bedak pedagang tak lagi digunakan. Hanya ada satu lapak yang digunakan untuk berdagang. Selebihnya bedak-bedak pedagang hanya menyisakan tembok hangus tanpa pintu. Selain itu, satu ruangan di lantai 2 juga tak digunakan karena ikut terbakar.

Sementara, sejumlah kios di lantai satu dan lantai dua masih berfungsi normal. Aktivitas perdagangan juga berjalan. Sedangkan, di sisi utara pasar, terdapat sejumlah lapak penampungan sementara. Lapak ini dibangun di tengah jalan. Sebagian pedagang berjualan di situ. Tetapi, ada juga pedagang yang tidak punya tempat berjualan sama sekali.

Bupati Malang HM Sanusi menyarankan agar beberapa kios yang terlihat masih berfungsi cukup dipermak saja. “Seperti yang ada di pasar Bululawang. Tapi kalau memang secara fisik atau dari laboratorium forensik tidak layak, baru nanti dibongkar. Tujuannya adalah supaya tidak mengubah tatanan dan menghentikan aktivitas perdagangan,” ujar Sanusi saat menggelar sidak di Pasar Lawang, siang kemarin (6/7).

Menurutnya, pembangunan total bangunan pasar dinilai malah merugikan. Karena pedagang harus direlokasi lagi. Saat relokasi, aktivitas pedagang akan terhambat. Begitu pasar selesai, pemindahan para pedagang ke dalam pasar yang baru juga bisa memicu masalah  baru. Sanusi mengharap tidak perlu ada relokasi total. Tatanan yang ada sekarang diharap bisa dipertahankan. “Karena mengubah tatanan juga tidak mudah. Selebihnya nanti kalau memang parah akan dibangun total,” jelas Sanusi. Dia lantas mencontohkan Pasar Bululawang yang menjajaki kemungkinan sharing penganggaran pembangunan pasar. Di Bululawang, Pemkab Malang mengandalkan CSR sepenuhnya.

Skema yang sama juga bisa diberlakukan untuk Pasar Lawang. Yakni membuka peluang sharing anggaran daerah, provinsi dan nasional. Dia mengaku akan mengusulkan kepada Kementerian PUPR untuk perbaikan Pasar Lawang. Plus, proposal perbaikan ke Pemprov Jatim juga bakal diajukan. Itu di luar penganggaran yang dicanangkan Pemkab di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022.

Sanusi mengaku masih belum tahu berapa anggaran di tahun 2022 ini. Karena, proses PAK belum dimulai. “Misal semua pihak pasar sepakat, penyelesaiannya dibuat seperti yang ada di Pasar Bululawang kemarin. Itu jalan tercepat dan termurah ya seperti itu. Ada 308 kios yang harus dibenahi. Kalau yang lain yang masih bisa digunakan ya nanti perawatan saja bisa dicat ulang ,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi menyebut total ada 456 pedagang yang terdampak kebakaran tahun 2019 lalu. Ada 308 yang perlu mendapatkan kios baru. “97 menghuni tempat penampungan sementara yang terbuat dari galvalum. Ada 211 yang berada di relokasi karena tidak punya tempat dalam pasar untuk aktivitas jualan,” tuturnya.(fin/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/