alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Anak Gelar Dangdutan, Kades Gading Bululawang Terancam Dicopot

RADAR MALANG – Sebuah video pesta orkes yang menimbulkan kerumunan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mendadak viral. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Camat Bululawang, Mardianto membenarkan adanya pagelaran pesta itu. Dia menuturkan bahwa pesta tersebut digelar dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan sebuah kafe milik anak dari tokoh masyarakat setempat.

“Benar, pesta dangdutan itu terjadi di Desa Gading pada 3 Agustus lalu, anak dari kades setempat yang menggelar pesta tersebut,” ujar Mardianto saat dihubungi, Sabtu (7/8).

Namun setelah ditelusuri, kegiatan tersebut nyatanya dihelat oleh anak perangkat desa dan dihadiri Kepala Desa Gading, Suwito. Akibatnya, camat dan oknum Kades Gading tersebut sempat dipanggil Inspektorat Kabupaten Malang. Kepada Jawa Pos Radar Malang, Mardianto mengaku tidak menahu sebelumnya jika ada gelaran orkes di wilayahnya. Dia mengatakan bahwa baru mendapatkan kabar pada keesokan harinya.

Terpisah Inspektur Kabupaten Malang Tridiyah Maistuti memaparkan pengakuan Suwito, yakni bahwa yang bersangkutan tidak mendapat izin tertulis. Melainkan secara lisan dan Suwito juga hadir dalam acara.  “Mulanya kegiatan tersebut digelar menerapkan prokes, bermasker, kemudian (menimbulkan) kerumunan dan pelanggaran (prokes) pun terjadi,” ujar Tridiyah Maisturi

Selain dipanggil Inspektorat Kabupaten Malang, yang bersangkutan akan dimintai keterangan Polres Malang. Dugaan pelanggaran tersebut ditengarai melanggar Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

“Bisa saja dikenai sanksi pidana dan pencopotan jabatan sesuai ketentuan. Tergantung dampak dan hasil pemeriksaan Polisi nanti,” ungkap Tridiyah.

 

Pewarta : M. Ubaidillah

RADAR MALANG – Sebuah video pesta orkes yang menimbulkan kerumunan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mendadak viral. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Camat Bululawang, Mardianto membenarkan adanya pagelaran pesta itu. Dia menuturkan bahwa pesta tersebut digelar dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan sebuah kafe milik anak dari tokoh masyarakat setempat.

“Benar, pesta dangdutan itu terjadi di Desa Gading pada 3 Agustus lalu, anak dari kades setempat yang menggelar pesta tersebut,” ujar Mardianto saat dihubungi, Sabtu (7/8).

Namun setelah ditelusuri, kegiatan tersebut nyatanya dihelat oleh anak perangkat desa dan dihadiri Kepala Desa Gading, Suwito. Akibatnya, camat dan oknum Kades Gading tersebut sempat dipanggil Inspektorat Kabupaten Malang. Kepada Jawa Pos Radar Malang, Mardianto mengaku tidak menahu sebelumnya jika ada gelaran orkes di wilayahnya. Dia mengatakan bahwa baru mendapatkan kabar pada keesokan harinya.

Terpisah Inspektur Kabupaten Malang Tridiyah Maistuti memaparkan pengakuan Suwito, yakni bahwa yang bersangkutan tidak mendapat izin tertulis. Melainkan secara lisan dan Suwito juga hadir dalam acara.  “Mulanya kegiatan tersebut digelar menerapkan prokes, bermasker, kemudian (menimbulkan) kerumunan dan pelanggaran (prokes) pun terjadi,” ujar Tridiyah Maisturi

Selain dipanggil Inspektorat Kabupaten Malang, yang bersangkutan akan dimintai keterangan Polres Malang. Dugaan pelanggaran tersebut ditengarai melanggar Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

“Bisa saja dikenai sanksi pidana dan pencopotan jabatan sesuai ketentuan. Tergantung dampak dan hasil pemeriksaan Polisi nanti,” ungkap Tridiyah.

 

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/