alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Mantan Pemilik Dufan Playstation Divonis 3 Tahun Penjara

MALANG – Pengawas koperasi Artha Prima Turen, Sugianto, diputus Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kepanjen tiga tahun kurungan penjara potong masa tahanan. Sidang putusan yang berlangsung kemarin (6/10) ini jauh lebih ringan 6 bulan dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebesar 3 tahun 6 bulan.

Sugianto yang juga mantan pemilik dufan playstation Malang ini didakwa telah melanggar pasal 372 dan 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan. Terdakwa telah menggelapkan uang sebesar Rp 2,5 miliar milik Bos Minyak Goreng Toni Surya Hartanto yang tak lain adalah sahabat lamanya.

Atas putusan yang diterima oleh terdakwa ini, Toni-yang juga bos Minyak Goreng Cap Kuda- menilai bahwa putusan majelis hakim sudah adil. “Saya berharap putusan ini bisa memberikan efek jera bagi terdakwa. Dan yang terpenting tidak muncul korban baru lagi,” kata Toni.

Menurut Toni, polemik penipuan dan penggelapan uang berkedok koperasi ini tidak akan masuk proses hukum jika Sugianto mau bertanggung jawab dan beritikad baik dengan dirinya. Bukan malah selalu menghindar saat ditagih tanggung jawabnya. “Karena teman akrab sudah 15 tahun, saya sama sekali tak menaruh curiga dan menyetorkan uang kurang lebih enam kali sebesar total Rp2,5 miliar untuk penyertaan modal dalam kurun waktu dua tahun, yakni dari tahun 2017 hingga 2019,” jelas  Toni saat ditemui di PN Kepanjen.

Toni yang hampir selalu datang di setiap persidangan kasus ini menjelaskan, Koperasi Artha Prima Turen tersebut ternyata tidak pernah setor kepada kantor pajak. Sejak koperasi tersebut berdiri tidak pernah melakukan laporan neraca laba rugi dan SPT Tahunan.“Padahal semua badan usaha itu semestinya harus tunduk kepada KUP (Ketentuan Umum Perpajakan). Apalagi koperasi milik Sugianto ini diketahui tidak pernah setor pajak sejak 2005 hingga sekarang dan berapa kerugian negara akibat perlakukan Sugianto ini?,” jelas Toni yang juga mantan manager keuangan PT Maspion ini.

Selaras dengan hal tersebut, pengacara pelapor Imam Muslich SH MH menjelaskan bahwa putusan ini adalah sesuatu yang wajar. “Karena sebelumnya, terdakwa telah dituntut selama 3 tahun 6 bulan,” katanya.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa  Gunadi Handoko SH MH  mengatakan, jika pihaknya masih akan mempelajari putusan yang dijatuhkan kepada klienya oleh PN Kepanjen. “Kami masih akan pelajari, dan memastikan apakah klien saya menerima putusan tersebut atau banding. Nanti kita kabari ya,” ujar Gunadi.

 

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG – Pengawas koperasi Artha Prima Turen, Sugianto, diputus Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kepanjen tiga tahun kurungan penjara potong masa tahanan. Sidang putusan yang berlangsung kemarin (6/10) ini jauh lebih ringan 6 bulan dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebesar 3 tahun 6 bulan.

Sugianto yang juga mantan pemilik dufan playstation Malang ini didakwa telah melanggar pasal 372 dan 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan. Terdakwa telah menggelapkan uang sebesar Rp 2,5 miliar milik Bos Minyak Goreng Toni Surya Hartanto yang tak lain adalah sahabat lamanya.

Atas putusan yang diterima oleh terdakwa ini, Toni-yang juga bos Minyak Goreng Cap Kuda- menilai bahwa putusan majelis hakim sudah adil. “Saya berharap putusan ini bisa memberikan efek jera bagi terdakwa. Dan yang terpenting tidak muncul korban baru lagi,” kata Toni.

Menurut Toni, polemik penipuan dan penggelapan uang berkedok koperasi ini tidak akan masuk proses hukum jika Sugianto mau bertanggung jawab dan beritikad baik dengan dirinya. Bukan malah selalu menghindar saat ditagih tanggung jawabnya. “Karena teman akrab sudah 15 tahun, saya sama sekali tak menaruh curiga dan menyetorkan uang kurang lebih enam kali sebesar total Rp2,5 miliar untuk penyertaan modal dalam kurun waktu dua tahun, yakni dari tahun 2017 hingga 2019,” jelas  Toni saat ditemui di PN Kepanjen.

Toni yang hampir selalu datang di setiap persidangan kasus ini menjelaskan, Koperasi Artha Prima Turen tersebut ternyata tidak pernah setor kepada kantor pajak. Sejak koperasi tersebut berdiri tidak pernah melakukan laporan neraca laba rugi dan SPT Tahunan.“Padahal semua badan usaha itu semestinya harus tunduk kepada KUP (Ketentuan Umum Perpajakan). Apalagi koperasi milik Sugianto ini diketahui tidak pernah setor pajak sejak 2005 hingga sekarang dan berapa kerugian negara akibat perlakukan Sugianto ini?,” jelas Toni yang juga mantan manager keuangan PT Maspion ini.

Selaras dengan hal tersebut, pengacara pelapor Imam Muslich SH MH menjelaskan bahwa putusan ini adalah sesuatu yang wajar. “Karena sebelumnya, terdakwa telah dituntut selama 3 tahun 6 bulan,” katanya.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa  Gunadi Handoko SH MH  mengatakan, jika pihaknya masih akan mempelajari putusan yang dijatuhkan kepada klienya oleh PN Kepanjen. “Kami masih akan pelajari, dan memastikan apakah klien saya menerima putusan tersebut atau banding. Nanti kita kabari ya,” ujar Gunadi.

 

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/