alexametrics
29.9 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

PR Berat Pulihkan Wisata di Malang Selatan

KEPANJEN – Gempuran pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun belakangan ini membuat sebagian besar destinasi wisata di Kabupaten Malang kolaps. Kini, tugas berat menanti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah (Disparbud) Kabupaten Malang. Mereka punya pekerjaan rumah besar untuk memulihkan geliat pariwisata di Bumi Kanjuruhan.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Kabupaten Malang Armand Erlangga mengatakan, tahun ini pihaknya bakal menggenjot promosi wisata. “Karena anggaran masih terbatas, maka akan kami maksimalkan promosi secara digital. Lewat beberapa platform media sosial,” kata Armand, kemarin.

Di antaranya melalui Instagram, YouTube, Twitter, dan Facebook. Selain itu, pihaknya juga bakal memaksimalkan promosi lewat pameran dan event-event kepariwisataan. “Meski jumlahnya tidak terlalu banyak tahun ini, karena pandemi juga masih berlangsung,” tambah Armand.

Pihaknya juga berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan promosi wisata. Agar jangan sampai upaya yang dilakukan pemerintah untuk membangunkan sektor pariwisata justru tidak relevan dengan kebijakan pemerintah pusat. Seperti diketahui, pemerintah pusat terus bergerak dinamis dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.

Selain itu, disparbud juga berencana membantu pengelola wisata untuk membuat konten promosi. “Karena belum semua (pengelola) punya profil wisata yang mereka kelola. Bisa karena keterbatasan SDM (sumber daya manusia) atau terkait anggaran,” ungkap Armand.(iik/dan)

KEPANJEN – Gempuran pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun belakangan ini membuat sebagian besar destinasi wisata di Kabupaten Malang kolaps. Kini, tugas berat menanti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah (Disparbud) Kabupaten Malang. Mereka punya pekerjaan rumah besar untuk memulihkan geliat pariwisata di Bumi Kanjuruhan.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Kabupaten Malang Armand Erlangga mengatakan, tahun ini pihaknya bakal menggenjot promosi wisata. “Karena anggaran masih terbatas, maka akan kami maksimalkan promosi secara digital. Lewat beberapa platform media sosial,” kata Armand, kemarin.

Di antaranya melalui Instagram, YouTube, Twitter, dan Facebook. Selain itu, pihaknya juga bakal memaksimalkan promosi lewat pameran dan event-event kepariwisataan. “Meski jumlahnya tidak terlalu banyak tahun ini, karena pandemi juga masih berlangsung,” tambah Armand.

Pihaknya juga berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan promosi wisata. Agar jangan sampai upaya yang dilakukan pemerintah untuk membangunkan sektor pariwisata justru tidak relevan dengan kebijakan pemerintah pusat. Seperti diketahui, pemerintah pusat terus bergerak dinamis dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.

Selain itu, disparbud juga berencana membantu pengelola wisata untuk membuat konten promosi. “Karena belum semua (pengelola) punya profil wisata yang mereka kelola. Bisa karena keterbatasan SDM (sumber daya manusia) atau terkait anggaran,” ungkap Armand.(iik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/