alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Ketentuan Jam Malam di Kabupaten Malang Bakal Diketati Lagi

MALANG – Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid II di Kabupaten Malang masih belum optimal. Hal itu sesuai dengan evaluasi yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang sebagai persiapan pelaksanaan PPKM Mikro atau jilid III.

Belum maksimalnya PPKM terlihat dari masih banyaknya  pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Hal itu diketahui dari hasil operasi selama 2 pekan terakhir oleh aparat gabungan dari satuan polisi pamong praja (satpol PP), TNI, dan Polri. Tercatat sebanyak 331 unit usaha yang sudah diberikan teguran karena melanggar aturan jam malam pukul 20.00 WIB.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, mayoritas peringatan tersebut diberikan kepada pemilik warung kopi dan kafe. ”Warkop (warung kopi) dan kafe paling mendominasi pelanggaran, mereka kami berikan surat teguran secara tertulis,” kata Mando–sapaan akrabnya. Sementara itu, dari pemetaan wilayah, masyarakat yang paling bandel mayoritas berada di kawasan urban atau dekat dengan wilayah perkotaan, seperti Kecamatan Singosari, Kepanjen, Gondanglegi, dan beberapa kecamatan lainnya.

Mantan Camat Pakis itu menambahkan, meski banyak pengelola usaha yang diberi surat teguran, pihaknya memastikan tidak ada tempat usaha yang disegel ataupun ditutup paksa oleh aparat. ”Tempat usaha yang kami segel sementara ini belum ada karena setelah kami adakan giat Operasi Yustisi pada pukul 20.00 WIB, biasanya pelaku usaha akan langsung tutup,” ungkapnya.

Dalam PPKM jilid dua, Mando menuturkan bahwa pihaknya sebenarnya telah memberikan perpanjangan jam operasional. Hal inilah yang harusnya menjadi pertimbangan bagi pemilik usaha untuk bisa menaati aturan selama PPKM.

Dari hasil evaluasi tingkat kepatuhan, Mando mengatakan bahwa aktivitas warga Kabupaten Malang masih relatif tinggi. Namun, pihaknya tidak akan menoleransi jika masih menemui kasus yang sama di PPKM jilid ketiga nanti. ”Kalau masih ada kerumunan ya akan langsung kami lakukan tes swab antigen. Selama ini masih kami temui ada kafe yang tutup tapi di dalamnya ternyata masih ada pengunjungnya,” sesal Mando. (rmc/fik/c1/iik)

MALANG – Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid II di Kabupaten Malang masih belum optimal. Hal itu sesuai dengan evaluasi yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang sebagai persiapan pelaksanaan PPKM Mikro atau jilid III.

Belum maksimalnya PPKM terlihat dari masih banyaknya  pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Hal itu diketahui dari hasil operasi selama 2 pekan terakhir oleh aparat gabungan dari satuan polisi pamong praja (satpol PP), TNI, dan Polri. Tercatat sebanyak 331 unit usaha yang sudah diberikan teguran karena melanggar aturan jam malam pukul 20.00 WIB.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, mayoritas peringatan tersebut diberikan kepada pemilik warung kopi dan kafe. ”Warkop (warung kopi) dan kafe paling mendominasi pelanggaran, mereka kami berikan surat teguran secara tertulis,” kata Mando–sapaan akrabnya. Sementara itu, dari pemetaan wilayah, masyarakat yang paling bandel mayoritas berada di kawasan urban atau dekat dengan wilayah perkotaan, seperti Kecamatan Singosari, Kepanjen, Gondanglegi, dan beberapa kecamatan lainnya.

Mantan Camat Pakis itu menambahkan, meski banyak pengelola usaha yang diberi surat teguran, pihaknya memastikan tidak ada tempat usaha yang disegel ataupun ditutup paksa oleh aparat. ”Tempat usaha yang kami segel sementara ini belum ada karena setelah kami adakan giat Operasi Yustisi pada pukul 20.00 WIB, biasanya pelaku usaha akan langsung tutup,” ungkapnya.

Dalam PPKM jilid dua, Mando menuturkan bahwa pihaknya sebenarnya telah memberikan perpanjangan jam operasional. Hal inilah yang harusnya menjadi pertimbangan bagi pemilik usaha untuk bisa menaati aturan selama PPKM.

Dari hasil evaluasi tingkat kepatuhan, Mando mengatakan bahwa aktivitas warga Kabupaten Malang masih relatif tinggi. Namun, pihaknya tidak akan menoleransi jika masih menemui kasus yang sama di PPKM jilid ketiga nanti. ”Kalau masih ada kerumunan ya akan langsung kami lakukan tes swab antigen. Selama ini masih kami temui ada kafe yang tutup tapi di dalamnya ternyata masih ada pengunjungnya,” sesal Mando. (rmc/fik/c1/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/