alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pria Asal Malang Ini Kaku di Pohon Kelapa Setinggi 20 Meter

MALANG – Moh. Sahri, 30 warga Dusun Sumbergentong Kulon, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading meninggal tak wajar. Bagaimana tidak, tubuhnya ditemukan menggantung di pohon kelapa setinggi kurang lebih 20 meter di kebun warga di Dusun Pujiombo, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit.

Diduga, korban memang sengaja bunuh diri dengan cara naik ke pohon kelapa dan menjerat lehernya dengan tali. Penemuan jenazah Sahri tersebut diketahui oleh Ponidi, Sabtu (8/5) pukul 07.00 WIB. Alih-alih berjalan ke kebun dengan tenang, dia malah menemukan sesosok tubuh yang telah kaku tergantung di atas pohon kelapa.

Alhasil, kebun yang jauh dari pemukiman warga itupun ramai didatangi warga yang penasaran sebelum jenazah dievakuasi. “Kami sudah evakuasi jenazahnya dan sudah dibawa ke RSSA untuk visum,” kata Kapolsek Dampit, Iptu Agung Hartawan. Namun ia enggan membeberkan kronologi dan penyebab kematian korban.

Sementara itu Kades Bumirejo, Sugeng Wicaksono memastikan bahwa yang meninggal tersebut bukan warganya. “Bukan warga saya, itu orang Ampelgading,” kata dia. Sugeng mengatakan bahwa keberadaan jenazah dikebun itu sebenarnya sudah diketahui satu hari sebelum dievakuasi. “Jadi ada yang menemukan kemarin siang, tapi takut karena dikira genderuwo atau hantu. Jadi baru masuk laporan ke perangkat dan kepolisian tadi pagi,” ucapnya. Keberadaan korban pun sulit diketahui karena rimbunnya area kebun dan ada dahan kering yang menutupi tubuh korban.

Namun demikian, keberadaan korban di dusun tersebut sebenarnya sudah diketahui Kamis (6/5) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Kala itu korban menitipkan sepeda motornya di salah satu rumah warga bernama Prapti, sekitar dua kilometer dari lokasi ditemukannya jenazah korban. “Info dari warga, korban itu Kamis menitipkan sepeda motornya ke bu Prapti, lalu setelah itu tidak ada kabar. Bu Praptinya juga awalnya bingung kenapa sampai hari Sabtu itu tidak diambil,” beber dia.

Pihaknya menduga bahwa korban sedikit mengalami depresi sehingga nekat melakukan gantung diri. “Sepertinya karena depresi. Nekatnya lagi itu tempat dia bunuh diri itu jauh dari mana-mana dan masyarakat menganggapnya di sana itu angker,” ujarnya. Hingga kini, kepolisian masih mencari tahu penyebab bunuh diri korban.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG – Moh. Sahri, 30 warga Dusun Sumbergentong Kulon, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading meninggal tak wajar. Bagaimana tidak, tubuhnya ditemukan menggantung di pohon kelapa setinggi kurang lebih 20 meter di kebun warga di Dusun Pujiombo, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit.

Diduga, korban memang sengaja bunuh diri dengan cara naik ke pohon kelapa dan menjerat lehernya dengan tali. Penemuan jenazah Sahri tersebut diketahui oleh Ponidi, Sabtu (8/5) pukul 07.00 WIB. Alih-alih berjalan ke kebun dengan tenang, dia malah menemukan sesosok tubuh yang telah kaku tergantung di atas pohon kelapa.

Alhasil, kebun yang jauh dari pemukiman warga itupun ramai didatangi warga yang penasaran sebelum jenazah dievakuasi. “Kami sudah evakuasi jenazahnya dan sudah dibawa ke RSSA untuk visum,” kata Kapolsek Dampit, Iptu Agung Hartawan. Namun ia enggan membeberkan kronologi dan penyebab kematian korban.

Sementara itu Kades Bumirejo, Sugeng Wicaksono memastikan bahwa yang meninggal tersebut bukan warganya. “Bukan warga saya, itu orang Ampelgading,” kata dia. Sugeng mengatakan bahwa keberadaan jenazah dikebun itu sebenarnya sudah diketahui satu hari sebelum dievakuasi. “Jadi ada yang menemukan kemarin siang, tapi takut karena dikira genderuwo atau hantu. Jadi baru masuk laporan ke perangkat dan kepolisian tadi pagi,” ucapnya. Keberadaan korban pun sulit diketahui karena rimbunnya area kebun dan ada dahan kering yang menutupi tubuh korban.

Namun demikian, keberadaan korban di dusun tersebut sebenarnya sudah diketahui Kamis (6/5) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Kala itu korban menitipkan sepeda motornya di salah satu rumah warga bernama Prapti, sekitar dua kilometer dari lokasi ditemukannya jenazah korban. “Info dari warga, korban itu Kamis menitipkan sepeda motornya ke bu Prapti, lalu setelah itu tidak ada kabar. Bu Praptinya juga awalnya bingung kenapa sampai hari Sabtu itu tidak diambil,” beber dia.

Pihaknya menduga bahwa korban sedikit mengalami depresi sehingga nekat melakukan gantung diri. “Sepertinya karena depresi. Nekatnya lagi itu tempat dia bunuh diri itu jauh dari mana-mana dan masyarakat menganggapnya di sana itu angker,” ujarnya. Hingga kini, kepolisian masih mencari tahu penyebab bunuh diri korban.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/