alexametrics
22.5 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Satpol PP Kabupaten Malang Awasi Potensi Pergeseran Lokalisasi Girun

KABUPATEN – Pasca pembongkaran eks lokalisasi Girun di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, hari ini (8/5), aparat masih punya pekerjaan rumah (PR) panjang.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menuturkan, Senin (10/5) mendatang pihaknya juga akan melanjutkan operasi tersebut dengan melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa RT dan RW yang lokasinya berdekatan dengan eks Lokalisasi Girun.

”Sekaligus kami juga akan mencermati, apakah ada pergeseran tempat (lokalisasi) ke wilayah lain atau tidak,” jelasnya. Selain lokalisasi, Mando menyebut bahwa masih banyak PR yang harus dituntaskan jajaran Satpol PP Kabupaten Malang di wilayah Kecamatan Gondanglegi. Pasalnya, terdapat beberapa pelanggaran masyarakat yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Salah satunya yakni keberadaan pedagang kaki lima (PKL) liar di wilayah sempadan sungai. ”Kami masih menunggu kepastian status asetnya, supaya nanti ketika kami melaksanakan eksekusi tidak menyalahi aturan hukumnya,” beber Mando. (iik)

KABUPATEN – Pasca pembongkaran eks lokalisasi Girun di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, hari ini (8/5), aparat masih punya pekerjaan rumah (PR) panjang.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menuturkan, Senin (10/5) mendatang pihaknya juga akan melanjutkan operasi tersebut dengan melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa RT dan RW yang lokasinya berdekatan dengan eks Lokalisasi Girun.

”Sekaligus kami juga akan mencermati, apakah ada pergeseran tempat (lokalisasi) ke wilayah lain atau tidak,” jelasnya. Selain lokalisasi, Mando menyebut bahwa masih banyak PR yang harus dituntaskan jajaran Satpol PP Kabupaten Malang di wilayah Kecamatan Gondanglegi. Pasalnya, terdapat beberapa pelanggaran masyarakat yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Salah satunya yakni keberadaan pedagang kaki lima (PKL) liar di wilayah sempadan sungai. ”Kami masih menunggu kepastian status asetnya, supaya nanti ketika kami melaksanakan eksekusi tidak menyalahi aturan hukumnya,” beber Mando. (iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/