alexametrics
30.3 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Tujuh Tahun Kucing-Kucingan, Bisnis Prostitusi Girun Akhirnya Bubar

KABUPATEN – Meski secara hukum telah ditutup sejak tahun 2014 lalu, eks lokalisasi Girun yang berada di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi ternyata masih beroperasi hingga tahun lalu. Praktis, selama tujuh tahun belakangan para pekerja seks komersial (PSK) serta pria hidung belang di wilayah tersebut masih kucing-kucingan melakukan praktek prostitusi dengan aparat.

”Sampai tahun 2020 pun itu ternyata masih ditempati oleh PSK liar dan lelaki hidung belang. Maka akhirnya, pihak Satpol PP melaksanakan operasi cipta kondisi dan penertiban juga pembinaan,” jelas Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Malang Suwadji.

Dia menuturkan bahwa pembongkaran eks lokalisasi Girun tersebut sudah sesuai dengan amanat Instruksi Bupati Nomor 2 Tahun 2014. Dalam regulasi yang mengatur tentang larangan beroperasi bagi pekerja seks komersial di wilayah Kabupaten Malang tersebut, lokalisasi Girun sudah ditutup sejak tanggal 24 Mei 2014.

”Saat penutupan itu dulu sudah dilaksanakan pembinaan dan bantuan berupa pemberian keterampilan dan kompensasi dari dinsos, sekaligus mereka juga sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” beber pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang itu.

Namun realitanya, proses eksekusi lokalisasi tersebut kembali gagal untuk di eksekusi pada tahun 2017 lalu. Hal ini disebabkan karena masih berdiri lapak-lapak tempat PSK maupun lelaki hidung belang untuk ‘bermain’.

Puncaknya, hari ini (8/5) eksekusi pembongkaran eks lokalisasi tersebut berhasil dilaksanakan. Sebanyak 23 unit bangunan telah diratakan dengan tanah oleh aparat gabungan dari jajaran Pemkab Malang juga TNI dan Polri. (iik)

KABUPATEN – Meski secara hukum telah ditutup sejak tahun 2014 lalu, eks lokalisasi Girun yang berada di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi ternyata masih beroperasi hingga tahun lalu. Praktis, selama tujuh tahun belakangan para pekerja seks komersial (PSK) serta pria hidung belang di wilayah tersebut masih kucing-kucingan melakukan praktek prostitusi dengan aparat.

”Sampai tahun 2020 pun itu ternyata masih ditempati oleh PSK liar dan lelaki hidung belang. Maka akhirnya, pihak Satpol PP melaksanakan operasi cipta kondisi dan penertiban juga pembinaan,” jelas Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Malang Suwadji.

Dia menuturkan bahwa pembongkaran eks lokalisasi Girun tersebut sudah sesuai dengan amanat Instruksi Bupati Nomor 2 Tahun 2014. Dalam regulasi yang mengatur tentang larangan beroperasi bagi pekerja seks komersial di wilayah Kabupaten Malang tersebut, lokalisasi Girun sudah ditutup sejak tanggal 24 Mei 2014.

”Saat penutupan itu dulu sudah dilaksanakan pembinaan dan bantuan berupa pemberian keterampilan dan kompensasi dari dinsos, sekaligus mereka juga sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” beber pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang itu.

Namun realitanya, proses eksekusi lokalisasi tersebut kembali gagal untuk di eksekusi pada tahun 2017 lalu. Hal ini disebabkan karena masih berdiri lapak-lapak tempat PSK maupun lelaki hidung belang untuk ‘bermain’.

Puncaknya, hari ini (8/5) eksekusi pembongkaran eks lokalisasi tersebut berhasil dilaksanakan. Sebanyak 23 unit bangunan telah diratakan dengan tanah oleh aparat gabungan dari jajaran Pemkab Malang juga TNI dan Polri. (iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/