alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

8.671 Kendaraan Keluar Malang

SINGOSARI – Arus lalu lintas di musim libur Lebaran mulai lengang, termasuk yang melintas di kawan tol. Catatan PT Jasamarga Pandaan-Malang (JPM) per kemarin (8/5), volume kendaraan yang keluar Malang mulai berkurang.

Pada Jumat lalu (6/5), arus balik mencapai 86.333 kendaraan yang keluar-masuk Tol Malang-Pandaan (Mapan). “Hari ini (kemarin, 7/5) total kendaraan tercatat 78.115 unit,” ujar General Manager (GM) operasional PT JPM Indrawan Agustono, kemarin.

Khusus kendaraan yang keluar dari exit tol di Kabupaten Malang, PT JPM memaparkan hasil pantauan mulai pukul 05.00 hingga 14.00. Untuk kendaraan yang melintas di exit tol Lawang, pihaknya mencatat ada 1.727 kendaraan yang masuk. Kemudian kendaraan yang keluar Malang sekitar 1.072 unit. Di exit tol Pakis, kendaraan yang keluar Malang lebih besar,  yakni mencapai 1.296 unit, sedangkan yang masuk sekitar 1.125 unit. Sedang di exit tol Singosari mencapai 6.303 kendaraan keluar dan 5.896 kendaraan masuk.

Jika ditotal dari ketiga exit tol tersebut, dalam kurun sembilan jam terdapat 8.671 kendaraan yang keluar Malang. “Di exit tol ada ketimpangan jumlah (kendaraan) masuk dan keluar. Tidak ada antrean yang menyebabkan kemacetan,” ujar Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat saat memantau arus balik, kemarin (7/5).

Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu memaparkan, kendaraan di arus balik ini tidak sepadat hari kedua atau ketiga Lebaran. ”Yang kami lihat masih padat dari arah Batu menuju ke Malang. Kemudian dari arah Blitar ke Malang, itu juga ada peningkatan volume kendaraan,” kata Ferli.

”Tapi hitungannya masih lancar. Cukup optimistis ini semua lancar sampai akhir libur Lebaran,” tambahnya.

Ferli mengatakan, pantauan kondisi lalu lintas didominasi mobil asli Malang atau plat N. Tetapi mantan ajudan Kapolri itu juga melihat adanya kendaraan dari luar daerah. Ferli mengestimasi, sebagian besar wisatawan telah pulang ke wilayah masing-masing dan tidak stay di Malang.

“Kebanyakan yang ada sekarang ini sisa-sisa wisatawan lokal. Kalaupun ada yang luar daerah, kemungkinan itu long stay di Kota Batu,” katanya.(fin/rb1/dan)

SINGOSARI – Arus lalu lintas di musim libur Lebaran mulai lengang, termasuk yang melintas di kawan tol. Catatan PT Jasamarga Pandaan-Malang (JPM) per kemarin (8/5), volume kendaraan yang keluar Malang mulai berkurang.

Pada Jumat lalu (6/5), arus balik mencapai 86.333 kendaraan yang keluar-masuk Tol Malang-Pandaan (Mapan). “Hari ini (kemarin, 7/5) total kendaraan tercatat 78.115 unit,” ujar General Manager (GM) operasional PT JPM Indrawan Agustono, kemarin.

Khusus kendaraan yang keluar dari exit tol di Kabupaten Malang, PT JPM memaparkan hasil pantauan mulai pukul 05.00 hingga 14.00. Untuk kendaraan yang melintas di exit tol Lawang, pihaknya mencatat ada 1.727 kendaraan yang masuk. Kemudian kendaraan yang keluar Malang sekitar 1.072 unit. Di exit tol Pakis, kendaraan yang keluar Malang lebih besar,  yakni mencapai 1.296 unit, sedangkan yang masuk sekitar 1.125 unit. Sedang di exit tol Singosari mencapai 6.303 kendaraan keluar dan 5.896 kendaraan masuk.

Jika ditotal dari ketiga exit tol tersebut, dalam kurun sembilan jam terdapat 8.671 kendaraan yang keluar Malang. “Di exit tol ada ketimpangan jumlah (kendaraan) masuk dan keluar. Tidak ada antrean yang menyebabkan kemacetan,” ujar Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat saat memantau arus balik, kemarin (7/5).

Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu memaparkan, kendaraan di arus balik ini tidak sepadat hari kedua atau ketiga Lebaran. ”Yang kami lihat masih padat dari arah Batu menuju ke Malang. Kemudian dari arah Blitar ke Malang, itu juga ada peningkatan volume kendaraan,” kata Ferli.

”Tapi hitungannya masih lancar. Cukup optimistis ini semua lancar sampai akhir libur Lebaran,” tambahnya.

Ferli mengatakan, pantauan kondisi lalu lintas didominasi mobil asli Malang atau plat N. Tetapi mantan ajudan Kapolri itu juga melihat adanya kendaraan dari luar daerah. Ferli mengestimasi, sebagian besar wisatawan telah pulang ke wilayah masing-masing dan tidak stay di Malang.

“Kebanyakan yang ada sekarang ini sisa-sisa wisatawan lokal. Kalaupun ada yang luar daerah, kemungkinan itu long stay di Kota Batu,” katanya.(fin/rb1/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/