alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Duh…! Kabupaten Malang Dilanda 48 Kali Bencana

KEPANJEN – Bumi Kanjuruhan termasuk kawasan langganan bencana alam. Berdasarkan catatan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dalam kurun waktu empat bulan saja, yakni Januari-April 2022 lalu terdapat 48 kali bencana alam. Jika dirata-rata, setiap minggunya terdapat 3 kali bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPDB Kabupaten Malang Sadono mengatakan, mayoritas bencana berupa angin kencang. Jumlahnya mencapai 24 kali kejadian. Setelah itu baru longsor sebanyak 21 kali, banjir sebanyak 3 kali, dan gempa bumi 6 kali. “ Untuk pohon tumbang sebanyak 7 kali,” ujar Sadono, beberapa waktu lalu.

Jika dibandingkan dengan 2021 lalu, Sadono mengungkapkan, dari Januari hingga April justru lebih mendominasi tanah longsor, yakni sebanyak 79 bencana. “Jika dalam setahun, longsor yakni 117 kali,” kata pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.

Sedangkan bencana yang lain yakni angin kencang sebanyak 21 kali, banjir 13 kali, pohon tumbang 10 kali, dan erupsi gunung api 1 kali. “Jika ditotal dalam setahun berjumlah 267 kali bencana alam yang ditangani BPDB,” ungkap Sadono.

Untuk tahun 2022 ini, Sadono memprediksi akan sering terjadi bencana angin kencang. Kanapa? Karena terjadi puncak musim hujan pada Februari hingga April. Karena itu, Sadono mengingatkan masyarakat Kabupaten Malang agar lebih berhati-hati. “Waspada dengan hujan. Apalagi saat ini masih ada badai La Nina. Akibatnya, saat hujan cenderung diiringi angina kencang,” tutupnya.(rb1/dan)

KEPANJEN – Bumi Kanjuruhan termasuk kawasan langganan bencana alam. Berdasarkan catatan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dalam kurun waktu empat bulan saja, yakni Januari-April 2022 lalu terdapat 48 kali bencana alam. Jika dirata-rata, setiap minggunya terdapat 3 kali bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPDB Kabupaten Malang Sadono mengatakan, mayoritas bencana berupa angin kencang. Jumlahnya mencapai 24 kali kejadian. Setelah itu baru longsor sebanyak 21 kali, banjir sebanyak 3 kali, dan gempa bumi 6 kali. “ Untuk pohon tumbang sebanyak 7 kali,” ujar Sadono, beberapa waktu lalu.

Jika dibandingkan dengan 2021 lalu, Sadono mengungkapkan, dari Januari hingga April justru lebih mendominasi tanah longsor, yakni sebanyak 79 bencana. “Jika dalam setahun, longsor yakni 117 kali,” kata pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.

Sedangkan bencana yang lain yakni angin kencang sebanyak 21 kali, banjir 13 kali, pohon tumbang 10 kali, dan erupsi gunung api 1 kali. “Jika ditotal dalam setahun berjumlah 267 kali bencana alam yang ditangani BPDB,” ungkap Sadono.

Untuk tahun 2022 ini, Sadono memprediksi akan sering terjadi bencana angin kencang. Kanapa? Karena terjadi puncak musim hujan pada Februari hingga April. Karena itu, Sadono mengingatkan masyarakat Kabupaten Malang agar lebih berhati-hati. “Waspada dengan hujan. Apalagi saat ini masih ada badai La Nina. Akibatnya, saat hujan cenderung diiringi angina kencang,” tutupnya.(rb1/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/