alexametrics
26.1 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Covid Menggila, Rasio Vaksinasi di Kabupaten Malang Masih Minimalis

MALANG – Sejumlah daerah melakukan percepatan vaksinasi. Di Kota Malang misalnya, akhir Juli diprediksi herd immunity bisa tercapai bersamaan dengan tercapainya target vaksinasi untuk 550 ribu orang atau 70 persen dari total populasi Kota Malang. Namun hal berbeda terjadi di Kabupaten Malang. Jangankan herd immunity, vaksinasi lansia belum rampung hingga saat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengonfirmasi bahwa vaksinasi di wilayah Kabupaten Malang masih jauh di bawah target.

“Sampai saat ini vaksinasi kami kalau dilihat target total dengan tambahan target usia 12-17 tahun kami masih di angka 9-10 persen untuk dosis satu, dosis dua sudah di angka 6 persen,” ujar Arbani.

Untuk itu Dinas Kabupaten Malang kini berusaha untuk mengajukan penambahan vaksin baik ke Gubernur Jatim, maupun Kementerian Kesehatan.

“Kami sudah mengajukan percepatan untuk memenuhi target. Target kami sendiri per hari antara 10-15 ribu sasaran baru,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa memang di Provinsi Jawa Timur ketersediaan vaksin juga terbatas. “Dengan keterbatasan vaksin tersebut dapat dikatakan terlambat,” tutupnya.

Sementara, dampak keterlambatan vaksin dirasakan oleh warga Pakisaji. Novela, warga RT 19 RW 04 Desa Pakisaji Kabupaten Malang mengaku banyak menerima komplain karena jadwal vaksinasi yang telah diinformasikan ke grup WA RT tidak sesuai dengan pelaksanaan.

“Tanggal 5 Juli itu ada jadwal vaksinasi, ternyata jadwalnya dipindah tanpa pemberitahuan. Terus, tanggal 7 ada vaksin di Balai Desa Cinde Wilis tapi pas di lokasi malah nggak ada apa-apa,” ungkap perempuan yang juga istri ketua RT ini.

Selain itu, persyaratan bagi warga yang ingin vaksinasi juga dinilai berbeda dengan daerah lain. Dimana, bagi warga di bawah usia 49 tahun, diperbolehkan mengikuti vaksinasi dengan syarat membawa dua lansia.

“Alasannya karena vaksin terbatas,” katanya.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG – Sejumlah daerah melakukan percepatan vaksinasi. Di Kota Malang misalnya, akhir Juli diprediksi herd immunity bisa tercapai bersamaan dengan tercapainya target vaksinasi untuk 550 ribu orang atau 70 persen dari total populasi Kota Malang. Namun hal berbeda terjadi di Kabupaten Malang. Jangankan herd immunity, vaksinasi lansia belum rampung hingga saat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengonfirmasi bahwa vaksinasi di wilayah Kabupaten Malang masih jauh di bawah target.

“Sampai saat ini vaksinasi kami kalau dilihat target total dengan tambahan target usia 12-17 tahun kami masih di angka 9-10 persen untuk dosis satu, dosis dua sudah di angka 6 persen,” ujar Arbani.

Untuk itu Dinas Kabupaten Malang kini berusaha untuk mengajukan penambahan vaksin baik ke Gubernur Jatim, maupun Kementerian Kesehatan.

“Kami sudah mengajukan percepatan untuk memenuhi target. Target kami sendiri per hari antara 10-15 ribu sasaran baru,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa memang di Provinsi Jawa Timur ketersediaan vaksin juga terbatas. “Dengan keterbatasan vaksin tersebut dapat dikatakan terlambat,” tutupnya.

Sementara, dampak keterlambatan vaksin dirasakan oleh warga Pakisaji. Novela, warga RT 19 RW 04 Desa Pakisaji Kabupaten Malang mengaku banyak menerima komplain karena jadwal vaksinasi yang telah diinformasikan ke grup WA RT tidak sesuai dengan pelaksanaan.

“Tanggal 5 Juli itu ada jadwal vaksinasi, ternyata jadwalnya dipindah tanpa pemberitahuan. Terus, tanggal 7 ada vaksin di Balai Desa Cinde Wilis tapi pas di lokasi malah nggak ada apa-apa,” ungkap perempuan yang juga istri ketua RT ini.

Selain itu, persyaratan bagi warga yang ingin vaksinasi juga dinilai berbeda dengan daerah lain. Dimana, bagi warga di bawah usia 49 tahun, diperbolehkan mengikuti vaksinasi dengan syarat membawa dua lansia.

“Alasannya karena vaksin terbatas,” katanya.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/