alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Balitbangda Malang Bikin Inovasi Pakan Lele, Diklaim Lebih Hemat

KABUPATEN – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang menemukan langkah baru dalam pemulihan ekonomi, khususnya kalangan peternak lele. Inovasinya adalah, membuat pakan lele menggunakan bahan baku murah, namun hasilnya maksimal. Jika inovasi itu diterapkan, para peternak bisa menghemat cost pakan ikan lele hingga 35 persen.

Kepala Balitbangda Kabupaten Malang M. Hidayat mengatakan, pemberian pakan dalam budi daya ikan merupakan hal yang krusial dan menjadi penentu pertumbuhan ikan lele. Berdasarkan hasil penelitian mereka, sebanyak 60 persen biaya budi daya ikan lele dikeluarkan untuk kebutuhan pakan.

“Selama ini, pelaku budi daya ikan lele memberikan pakan berupa pelet yang diperoleh dengan cara membeli. Pada saat harga pakan meningkat, akan berpengaruh terhadap income pelaku budi daya, bahkan bisa menyebabkan kerugian,” ujar Hidayat kemarin.

Dia melanjutkan, inovasi pakan ikan lele ini berbahan baku lokal. Bekerja sama dengan tenaga ahli dari Balitbangda Provinsi Jawa Timur dan dinas terkait, saat ini ada dua lokasi yang mereka jadikan pilot project penerapan inovasi tersebut. Yakni kelompok budi daya ikan lele Mitra Muda Mandiri Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari dan kelompok budi daya Alas-K Desa Sumberjaya, Kecamatan Gondanglegi. Penerapan ini dilakukan selama 3 bulan atau selama masa pembesaran ikan lele.

“Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan ikan ini antara lain ampas tahu, pakan ikan, tepung ikan, tepung jagung, bekatul halus, prebiotik, dan tetes,” jelasnya.

Proses pembuatannya tergolong mudah. Bahan tersebut dicampur hingga merata, lalu di-fermentasi selama 3-5 hari. Setelah itu pakan bisa diberikan kepada ikan lele. “Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh Balitbangda Kabupaten Malang bersama tenaga ahli, maka penerapan inovasi pakan alternatif ini mampu menghemat pengeluaran untuk pakan hingga lebih dari 35 persen,” terangnya.

Sehingga jika dibandingkan dengan menggunakan pakan berbahan pelet, katanya, ada margin biaya lebih murah Rp 500 ribu. Sehingga dengan begitu, pendapatan para peternak bisa jadi lebih meningkat “Semoga pakan alternatif ini dapat disebarluaskan dan mampu memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat,” pungkas Hidayat. (fik/dan/rmc)

KABUPATEN – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang menemukan langkah baru dalam pemulihan ekonomi, khususnya kalangan peternak lele. Inovasinya adalah, membuat pakan lele menggunakan bahan baku murah, namun hasilnya maksimal. Jika inovasi itu diterapkan, para peternak bisa menghemat cost pakan ikan lele hingga 35 persen.

Kepala Balitbangda Kabupaten Malang M. Hidayat mengatakan, pemberian pakan dalam budi daya ikan merupakan hal yang krusial dan menjadi penentu pertumbuhan ikan lele. Berdasarkan hasil penelitian mereka, sebanyak 60 persen biaya budi daya ikan lele dikeluarkan untuk kebutuhan pakan.

“Selama ini, pelaku budi daya ikan lele memberikan pakan berupa pelet yang diperoleh dengan cara membeli. Pada saat harga pakan meningkat, akan berpengaruh terhadap income pelaku budi daya, bahkan bisa menyebabkan kerugian,” ujar Hidayat kemarin.

Dia melanjutkan, inovasi pakan ikan lele ini berbahan baku lokal. Bekerja sama dengan tenaga ahli dari Balitbangda Provinsi Jawa Timur dan dinas terkait, saat ini ada dua lokasi yang mereka jadikan pilot project penerapan inovasi tersebut. Yakni kelompok budi daya ikan lele Mitra Muda Mandiri Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari dan kelompok budi daya Alas-K Desa Sumberjaya, Kecamatan Gondanglegi. Penerapan ini dilakukan selama 3 bulan atau selama masa pembesaran ikan lele.

“Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan ikan ini antara lain ampas tahu, pakan ikan, tepung ikan, tepung jagung, bekatul halus, prebiotik, dan tetes,” jelasnya.

Proses pembuatannya tergolong mudah. Bahan tersebut dicampur hingga merata, lalu di-fermentasi selama 3-5 hari. Setelah itu pakan bisa diberikan kepada ikan lele. “Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh Balitbangda Kabupaten Malang bersama tenaga ahli, maka penerapan inovasi pakan alternatif ini mampu menghemat pengeluaran untuk pakan hingga lebih dari 35 persen,” terangnya.

Sehingga jika dibandingkan dengan menggunakan pakan berbahan pelet, katanya, ada margin biaya lebih murah Rp 500 ribu. Sehingga dengan begitu, pendapatan para peternak bisa jadi lebih meningkat “Semoga pakan alternatif ini dapat disebarluaskan dan mampu memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat,” pungkas Hidayat. (fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/