alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Perbanyak Nakes dan Guru, Pemkab Malang Manfaatkan Dua Jalur

MALANG – Masih tingginya kebutuhan tenaga guru dan tenaga kesehatan (nakes) membuat Pemkab Malang mencari cara untuk memenuhinya. Peluang menjaring ribuan formasi guru lewat jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terus dicermati . Sementara untuk nakes, diperjuangkan di jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah menuturkan, pihaknya saat ini -tengah kekurangan tenaga pengajar dan nakes . “Kami butuh tambahan tenaga di dua sektor tersebut yang memang SDM-nya mengalami kekurangan,” ujar Nurman saat ditemui di Kantor BKPSDM, Rabu (10/3).

Meskipun diakui Nurman, Pemkab Malang saat ini juga sedang mengalami banyak kekosongan. Hal ini juga diperparah dengan tak sebandingnya jumlah pegawai baru akibat sedikitnya penambahan pegawai yang didapat dari kuota yang diberikan. “Kebutuhannya mencapai lebih dari 4.000 orang, kuotanya yang diberikan hanya 2.000. Sampai saat ini kami juga belum diberitahu angka pastinya,” tandasnya.

Ia berharap kekosongan posisi guru dan tenaga kesehatan ini dapat terisi pada saat seleksi CPNS 2021 dan PPPK 2021 dilaksanakan. Sampai saat ini, Pemkab Malang masih belum mengetahui kapan dilaksanakannya proses seleksi tetsebut. “Waktu pelaksanaan rekrutmen juga belum ada kepastian. Mungkin bulan Juni ini, tapi kita menunggu info dari pemerintah pusat,” bebernya.

Nurman juga meminta kepada calon peserta untuk mempersiapkan diri jelang pelaksanaan rekrutmen. Karena bekal kompetisi yang tinggi akan menentukan kualitas calon pegawai negeri. “Harus dipersiapkan materi dan segala macamnya. Pemerintah menjaring sosok yang berkualitas,” tutupnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG – Masih tingginya kebutuhan tenaga guru dan tenaga kesehatan (nakes) membuat Pemkab Malang mencari cara untuk memenuhinya. Peluang menjaring ribuan formasi guru lewat jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terus dicermati . Sementara untuk nakes, diperjuangkan di jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah menuturkan, pihaknya saat ini -tengah kekurangan tenaga pengajar dan nakes . “Kami butuh tambahan tenaga di dua sektor tersebut yang memang SDM-nya mengalami kekurangan,” ujar Nurman saat ditemui di Kantor BKPSDM, Rabu (10/3).

Meskipun diakui Nurman, Pemkab Malang saat ini juga sedang mengalami banyak kekosongan. Hal ini juga diperparah dengan tak sebandingnya jumlah pegawai baru akibat sedikitnya penambahan pegawai yang didapat dari kuota yang diberikan. “Kebutuhannya mencapai lebih dari 4.000 orang, kuotanya yang diberikan hanya 2.000. Sampai saat ini kami juga belum diberitahu angka pastinya,” tandasnya.

Ia berharap kekosongan posisi guru dan tenaga kesehatan ini dapat terisi pada saat seleksi CPNS 2021 dan PPPK 2021 dilaksanakan. Sampai saat ini, Pemkab Malang masih belum mengetahui kapan dilaksanakannya proses seleksi tetsebut. “Waktu pelaksanaan rekrutmen juga belum ada kepastian. Mungkin bulan Juni ini, tapi kita menunggu info dari pemerintah pusat,” bebernya.

Nurman juga meminta kepada calon peserta untuk mempersiapkan diri jelang pelaksanaan rekrutmen. Karena bekal kompetisi yang tinggi akan menentukan kualitas calon pegawai negeri. “Harus dipersiapkan materi dan segala macamnya. Pemerintah menjaring sosok yang berkualitas,” tutupnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/