alexametrics
21.5 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Kabupaten Andalkan Dua Pantai untuk Potensi Pengembangan Sport Tourism

KABUPATEN- Sejak pademi Covid-19 melandai, pemkab Malang juga mulai memperhatikan potensi sport tourism. Di sana, tercatat ada dua kawasan yang terbukti sukses memaksimalkan potensi wisata pantai tersebut.

Lokasi sport sport tourism pertama di wilayah Kabupaten Malang adalah Pantai Wedi Awu di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo. Lalu kedua di Bukit Waung Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo. ”Sebagai OPD (organisasi perangkat daerah) pariwisata, kami memang mempromosikan dua pantai itu sebagai destinasi wisata olahraga. Sebab, keduanya sudah terbukti bisa menyelenggarakan event,” terang Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara.

Sebelum pandemi melanda, event paralayang di Bukit Waung Pantai Modangan memang sukses digelar. Salah satunya yakni kejuaraan paralayang trip of Indonesia (TROI) seri ke-4, yang dihelat November 2019 silam. Pasca event tersebut, pihaknya mendapat banyak apresiasi. ”Secara teknis, kami tidak terlibat dalam pembinaan olahraganya. Tetapi para atlet FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) Kabupaten Malang menyebut paralayang Bukit Waung sangat bagus. Anginnya selalu ada, belum lagi view pantai dari atas bukit juga indah,” papar Made.

Dari event tersebut, pihaknya juga mendapat banyak masukan. Salah satunya terkait sarana dan prasarana untuk paralayang di Pantai Modangan yang masih minim. Beranjak dari masukan tersebut, ke depan Bupati Malang HM. Sanusi ingin menjadikan Pantai Modangan sebagai pusat paralayang internasional. Untuk memenuhi target tersebut, Made mengisyaratkan menyebut ada dua sampai tiga potensi sumber dana yang bisa dimaksimalkan. Pertama lewat APBD. Kedua lewat APBN dari Kementerian Pariwisata.

Ketiga melalui dana desa (DD) Desa Sumberoto sebagai pemilik wilayah. ”Kami sudah bicarakan ke Kementerian Pariwisata. Pantai Modangan secara destinasi kami ajukan dan butuh peningkatan fasilitas. Misalnya amenitas, MCK (mandi, cuci, kakus), serta penginapan yang bisa digarap Desa Sumberoto. Kami bertugas promosi dan pengembangan destinasinya,” sambung Made. Menurut Made, pengembangan paralayang di Pantai Modangan juga perlu sinergi dengan OPD lain. Seperti dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang. Karena Disporalah yang bisa membangun SDM atlet paralayang. Dispora juga lah yang bisa menganggarkan pengadaan parasut sebagai alat utama sport tourism di sana.

Sementara di Pantai Wedi Awu, beberapa event juga sukses digelar. Salah satunya yakni event night surfing, yang tersaji di tahun 2019 lalu. Sebelum pandemi melanda, event itu digadang-gadang bakal jadi andalan yang rutin digelar. ”Itu jika kondisi ekonomi sudah membaik. Kalau memungkinkan bakal ada sport tourism lagi di sana. Kami sudah ngobrol dengan federasi selancar, mudahmudahan bulan November bisa kami ulang lagi event night surfing di Wedi Awu,” kata Made.

Sebagaimana diberitakan, sejak pandemi Covid-19 melanda, rencana pengembangan wisata di Malang raya banyak yang terhenti. Tak terkecuali rencana pengembangan sport tourism. Padahal, potensinya cukup besar untuk menarik minat pengunjung. (fif/fin/adn/by)

KABUPATEN- Sejak pademi Covid-19 melandai, pemkab Malang juga mulai memperhatikan potensi sport tourism. Di sana, tercatat ada dua kawasan yang terbukti sukses memaksimalkan potensi wisata pantai tersebut.

Lokasi sport sport tourism pertama di wilayah Kabupaten Malang adalah Pantai Wedi Awu di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo. Lalu kedua di Bukit Waung Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo. ”Sebagai OPD (organisasi perangkat daerah) pariwisata, kami memang mempromosikan dua pantai itu sebagai destinasi wisata olahraga. Sebab, keduanya sudah terbukti bisa menyelenggarakan event,” terang Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara.

Sebelum pandemi melanda, event paralayang di Bukit Waung Pantai Modangan memang sukses digelar. Salah satunya yakni kejuaraan paralayang trip of Indonesia (TROI) seri ke-4, yang dihelat November 2019 silam. Pasca event tersebut, pihaknya mendapat banyak apresiasi. ”Secara teknis, kami tidak terlibat dalam pembinaan olahraganya. Tetapi para atlet FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) Kabupaten Malang menyebut paralayang Bukit Waung sangat bagus. Anginnya selalu ada, belum lagi view pantai dari atas bukit juga indah,” papar Made.

Dari event tersebut, pihaknya juga mendapat banyak masukan. Salah satunya terkait sarana dan prasarana untuk paralayang di Pantai Modangan yang masih minim. Beranjak dari masukan tersebut, ke depan Bupati Malang HM. Sanusi ingin menjadikan Pantai Modangan sebagai pusat paralayang internasional. Untuk memenuhi target tersebut, Made mengisyaratkan menyebut ada dua sampai tiga potensi sumber dana yang bisa dimaksimalkan. Pertama lewat APBD. Kedua lewat APBN dari Kementerian Pariwisata.

Ketiga melalui dana desa (DD) Desa Sumberoto sebagai pemilik wilayah. ”Kami sudah bicarakan ke Kementerian Pariwisata. Pantai Modangan secara destinasi kami ajukan dan butuh peningkatan fasilitas. Misalnya amenitas, MCK (mandi, cuci, kakus), serta penginapan yang bisa digarap Desa Sumberoto. Kami bertugas promosi dan pengembangan destinasinya,” sambung Made. Menurut Made, pengembangan paralayang di Pantai Modangan juga perlu sinergi dengan OPD lain. Seperti dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang. Karena Disporalah yang bisa membangun SDM atlet paralayang. Dispora juga lah yang bisa menganggarkan pengadaan parasut sebagai alat utama sport tourism di sana.

Sementara di Pantai Wedi Awu, beberapa event juga sukses digelar. Salah satunya yakni event night surfing, yang tersaji di tahun 2019 lalu. Sebelum pandemi melanda, event itu digadang-gadang bakal jadi andalan yang rutin digelar. ”Itu jika kondisi ekonomi sudah membaik. Kalau memungkinkan bakal ada sport tourism lagi di sana. Kami sudah ngobrol dengan federasi selancar, mudahmudahan bulan November bisa kami ulang lagi event night surfing di Wedi Awu,” kata Made.

Sebagaimana diberitakan, sejak pandemi Covid-19 melanda, rencana pengembangan wisata di Malang raya banyak yang terhenti. Tak terkecuali rencana pengembangan sport tourism. Padahal, potensinya cukup besar untuk menarik minat pengunjung. (fif/fin/adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/