alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Di Kabupaten, Volume Sampah Saat Libur Lebaran Peringkat Tertinggi

KABUPATEN-Beda dengan di Kota Malang yang kenaikan volume sampah tak signifikan, di Kabupaten Malang justru melonjak tajam. Yakni sampai 20 persen. Pada hari biasa, sampah di Bumi Kanjuruhan sekitar 1.000-an ton per hari.

Hal ini berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang dari 25 April sampai 5 Mei 2022 Ada banyak sampah yang tertahan di rumah tangga dan tempat pembuangan tingkat desa. Sehingga, akumulasi data sampah yang masuk di tiga TPA besar Kabupaten Malang tidak tercatat sepenuhnya. ”Estimasi kenaikan sampah saat libur Lebaran 20 persen dari normal,” ujar Renung Rubiartadi, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Malang kepada Jawa Pos Radar Malang, kemarin.

Sampah-sampah dari seluruh Kabupaten Malang, dipusatkan dan dikelola di tiga lokasi. Pertama, Tempat Pembuangan Akhir Talangagung Kepanjen. Kedua, TPA Randuagung Singosari dan terakhir di Paras Poncokusumo. Dia menjelaskan, sebagian besar sampah di Kabupaten Malang, disumbang oleh pusat perdagangan masyarakat. Total, ada 34 pasar tradisional yang dilayani oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk pengelolaan sampah.

Menurut Renung, pasar menduduki peringkat pertama penyumbang sampah. ”Pada posisi kedua adalah rumah tangga. Sedangkan, ketiga terbesar adalah limbah rumah sakit non B3 atau yang tidak beracun,” kata Renung. Selain itu, Renung menyebut, secara umum, kenaikan sampah tahun 2022 ini cukup tinggi. Ini jika dibandingkan dengan periode Lebaran yang sama tahun lalu. Pada 2022 ini, kenaikan sampah di masa Lebaran rata-rata 20 persen.

Tahun lalu, saat Lebaran, sampah di Kabupaten Malang naik 10 persen dari rata-rata harian 1.000 ton. Untuk menanggulangi kenaikan yang cukup tinggi, Renung menyebut, tim DLH Kabupaten Malang tidak mendapatkan libur total saat Lebaran. “Tim kami tidak ada yang libur total. Semuanya siaga dan piket. Contoh, saat hari pertama Lebaran, tim DLH siaga di tempat-tempat Shalat Idul Fitri. Kami juga tetap standby di pasar-pasar,” jelas Renung.

Sebagaimana diberitakan, volume sampah di Malang Raya melonjak lumayan drastis. Selama libur Lebaran 2-8 Mei, setidaknya ada 10.168 ton sampah baru. Artinya, kalau di rata-rata ada 1.452 ton per hari. Rinciannya, ada di Kota Malang ada 3.374 ton sampah. (adn/fin/fif/abm)

KABUPATEN-Beda dengan di Kota Malang yang kenaikan volume sampah tak signifikan, di Kabupaten Malang justru melonjak tajam. Yakni sampai 20 persen. Pada hari biasa, sampah di Bumi Kanjuruhan sekitar 1.000-an ton per hari.

Hal ini berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang dari 25 April sampai 5 Mei 2022 Ada banyak sampah yang tertahan di rumah tangga dan tempat pembuangan tingkat desa. Sehingga, akumulasi data sampah yang masuk di tiga TPA besar Kabupaten Malang tidak tercatat sepenuhnya. ”Estimasi kenaikan sampah saat libur Lebaran 20 persen dari normal,” ujar Renung Rubiartadi, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Malang kepada Jawa Pos Radar Malang, kemarin.

Sampah-sampah dari seluruh Kabupaten Malang, dipusatkan dan dikelola di tiga lokasi. Pertama, Tempat Pembuangan Akhir Talangagung Kepanjen. Kedua, TPA Randuagung Singosari dan terakhir di Paras Poncokusumo. Dia menjelaskan, sebagian besar sampah di Kabupaten Malang, disumbang oleh pusat perdagangan masyarakat. Total, ada 34 pasar tradisional yang dilayani oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk pengelolaan sampah.

Menurut Renung, pasar menduduki peringkat pertama penyumbang sampah. ”Pada posisi kedua adalah rumah tangga. Sedangkan, ketiga terbesar adalah limbah rumah sakit non B3 atau yang tidak beracun,” kata Renung. Selain itu, Renung menyebut, secara umum, kenaikan sampah tahun 2022 ini cukup tinggi. Ini jika dibandingkan dengan periode Lebaran yang sama tahun lalu. Pada 2022 ini, kenaikan sampah di masa Lebaran rata-rata 20 persen.

Tahun lalu, saat Lebaran, sampah di Kabupaten Malang naik 10 persen dari rata-rata harian 1.000 ton. Untuk menanggulangi kenaikan yang cukup tinggi, Renung menyebut, tim DLH Kabupaten Malang tidak mendapatkan libur total saat Lebaran. “Tim kami tidak ada yang libur total. Semuanya siaga dan piket. Contoh, saat hari pertama Lebaran, tim DLH siaga di tempat-tempat Shalat Idul Fitri. Kami juga tetap standby di pasar-pasar,” jelas Renung.

Sebagaimana diberitakan, volume sampah di Malang Raya melonjak lumayan drastis. Selama libur Lebaran 2-8 Mei, setidaknya ada 10.168 ton sampah baru. Artinya, kalau di rata-rata ada 1.452 ton per hari. Rinciannya, ada di Kota Malang ada 3.374 ton sampah. (adn/fin/fif/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/