alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Pria Asal Malang Ini 3 Kali Ditangkap Polisi Karena Simpan Petasan

MALANG – Di musim pandemi, masih ada saja warga Malang yang membuat petasan jelang Lebaran Haji. Seperti MI, warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang ditangkap jajaran Reskrim Polsek Singosari ini. Tak hanya sekali, pria 41 tahun ini sudah kali ketiga ditangkap karena urusan yang sama, mercon atau petasan.

Kapolsek Singosari Kompol Octa Panjaitan menyatakan MI diringkus di rumahnya awal pekan lalu (5/7). ”Tersangka merupakan residivis dengan kasus yang sama yakni menguasai, membawa, mempunyai persediaan, menyimpan, menyembunyikan sesuatu bahan peledak, jenis petasan. Ini ketiga kalinya tertangkap,” ucap Kompol Octa kepada awak media Sabtu (10/7) siang.

Penangkapan tersebut dilakukan atas dasar adanya pengaduan masyarakat yang curiga MI masih menyimpan bahan peledak jenis petasan. Setelah menerima laporan tersebut, jajaran Polsek Singosari langsung melakukan penyidikan. Benar saja, MI tak kapok dan masih kulakan obat petasan.
“Kami telah mengamankan berbagai barang bukti, seperti serbuk bahan peledak dan potassium masing-masing seberat 4 kilogram, satu unit timbangan meja merah, serbuk hitam diduga arang sebanyak 1 kilogram, sumbu sejumlah 600 biji dan berbagai alat pembuat petasan,” bebernya.

Selain itu ada pula berbagai barang bukti jenis petasan berdiameter 6,5 cm panjang 9 cm yang berjumlah 7 butir dan 125 petasan berdiameter 2 cm dengan panjang 6,5 cm.

Akibat dari perbuatannya MI dikenakan dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Mengenai Senjata Api dan Peledak. ”MI (40) sudah kami tahan dan akan melakukan proses lebih lanjut,” tutupnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG – Di musim pandemi, masih ada saja warga Malang yang membuat petasan jelang Lebaran Haji. Seperti MI, warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang ditangkap jajaran Reskrim Polsek Singosari ini. Tak hanya sekali, pria 41 tahun ini sudah kali ketiga ditangkap karena urusan yang sama, mercon atau petasan.

Kapolsek Singosari Kompol Octa Panjaitan menyatakan MI diringkus di rumahnya awal pekan lalu (5/7). ”Tersangka merupakan residivis dengan kasus yang sama yakni menguasai, membawa, mempunyai persediaan, menyimpan, menyembunyikan sesuatu bahan peledak, jenis petasan. Ini ketiga kalinya tertangkap,” ucap Kompol Octa kepada awak media Sabtu (10/7) siang.

Penangkapan tersebut dilakukan atas dasar adanya pengaduan masyarakat yang curiga MI masih menyimpan bahan peledak jenis petasan. Setelah menerima laporan tersebut, jajaran Polsek Singosari langsung melakukan penyidikan. Benar saja, MI tak kapok dan masih kulakan obat petasan.
“Kami telah mengamankan berbagai barang bukti, seperti serbuk bahan peledak dan potassium masing-masing seberat 4 kilogram, satu unit timbangan meja merah, serbuk hitam diduga arang sebanyak 1 kilogram, sumbu sejumlah 600 biji dan berbagai alat pembuat petasan,” bebernya.

Selain itu ada pula berbagai barang bukti jenis petasan berdiameter 6,5 cm panjang 9 cm yang berjumlah 7 butir dan 125 petasan berdiameter 2 cm dengan panjang 6,5 cm.

Akibat dari perbuatannya MI dikenakan dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Mengenai Senjata Api dan Peledak. ”MI (40) sudah kami tahan dan akan melakukan proses lebih lanjut,” tutupnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/