alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Kerugian Kebakaran Pabrik Tusuk Sate Poncokusumo Malang Capai Rp 2,5M

MALANG – Api yang membumihanguskan pabrik tusuk sate di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang baru bisa dijinakkan setelah tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang berjibaku melakukan pemadaman selama 17 jam.

Kepala Penanggulangan Bahaya Kebakaran Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang, Goly Karyanto mengkonfirmasi bahwa kebakaran tersebut terjadi di Dusun Gadungan Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Pabrik yang diketahui merupakan home industri tusuk sate atau biting yang dimiliki oleh Alamul Huda (35). Dugaan awal, api terindikasi berasal dari oven yang terletak di dapur.

“Indikasi api berasal dari oven yang digunakan pabrik. Pada saat kejadian, karyawan sudah pulang jadi tidak mengetahui api muncul,” ujar Goly.

Kemudian, api yang muncul tersebut menyambar sekitaran area pabrik yang didominasi oleh bahan yang mudah terbakar seperti bambu.

“Api membakar sekitaran yang menyebabkan api semakin besar dan membuat tim kesulitan,” tambahnya.

Sebanyak tujuh unit armada kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Beruntung, warga sekitar juga turut membantu proses pemadaman api.

“Pada malam hari pukul 23.00, Senin (9/8) api semakin membesar, di situ juga tim kami kesulitan. Api baru bisa dipadamkan pada Selasa (10/8) pagi, pukul 07.30 WIB,” tuturnya.

Akibat dari kebakaran tersebut pemilik industri diperkirakan mengalami kerugian materi hingga Rp 2,5 miliar. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG – Api yang membumihanguskan pabrik tusuk sate di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang baru bisa dijinakkan setelah tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang berjibaku melakukan pemadaman selama 17 jam.

Kepala Penanggulangan Bahaya Kebakaran Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang, Goly Karyanto mengkonfirmasi bahwa kebakaran tersebut terjadi di Dusun Gadungan Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Pabrik yang diketahui merupakan home industri tusuk sate atau biting yang dimiliki oleh Alamul Huda (35). Dugaan awal, api terindikasi berasal dari oven yang terletak di dapur.

“Indikasi api berasal dari oven yang digunakan pabrik. Pada saat kejadian, karyawan sudah pulang jadi tidak mengetahui api muncul,” ujar Goly.

Kemudian, api yang muncul tersebut menyambar sekitaran area pabrik yang didominasi oleh bahan yang mudah terbakar seperti bambu.

“Api membakar sekitaran yang menyebabkan api semakin besar dan membuat tim kesulitan,” tambahnya.

Sebanyak tujuh unit armada kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Beruntung, warga sekitar juga turut membantu proses pemadaman api.

“Pada malam hari pukul 23.00, Senin (9/8) api semakin membesar, di situ juga tim kami kesulitan. Api baru bisa dipadamkan pada Selasa (10/8) pagi, pukul 07.30 WIB,” tuturnya.

Akibat dari kebakaran tersebut pemilik industri diperkirakan mengalami kerugian materi hingga Rp 2,5 miliar. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/