alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Bulan Depan, Pedagang Pasar Sumedang Tempati Gedung Baru

KEPANJEN – Sekitar 816 pedagang Pasar Sumedang akhirnya bisa menempati gedung baru. Jika tidak ada aral, Juni depan semua pedagang sudah boyongan ke gedung baru. Itulah janji Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM saat meninjau gedung baru Pasar Sumedang di Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, kemarin (10/5).

Dalam inspeksinya tersebut, Sanusi didampingi Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Agung Purwanto dan sejumlah pejabat lain di Pemkab Malang. Tampak hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Malang Diah Yuliastuti

“Target penempatan (gedung baru) bulan Juni. Harus ditempati semua,” ujar Sanusi di sela-sela meninjau kondisi gedung baru.

Meski begitu, Sanusi tidak menampik bahwa ada kendala untuk merelokasi pedagang. Para penjual yang biasa berdagang di lokasi tersebut, menolak menempati area baru. Sebab, luasan area lapak mengecil dari sebelumnya.

Menurut pria asal Gondanglegi ini, berdasar Perbup lama, satu pedagang mendapat lapak berukuran 1 meter persegi. Inilah dasar keberatan para pedagang. Luasan area berdagang yang biasanya 2 meter, dipangkas 50 persen, sehingga hanya 1 meter persegi.

Terkait menyusutnya luasan lapak, Sanusi siap melakukan perubahan terhadap Perbup yang mengatur hal ini. “Nanti perbup kita ubah. Yang awalnya dapat 2 meter ya tetap 2 meter. Total ada 816 pedagang yang akan menempati,” jelas Sanusi.

Dari pantauan wartawan koran ini, pedagang masih berada di area sekitar Pasar Sumedang. Pagar seng masih mengelilingi gedung baru. Gelanggang dagang ini sendiri sudah tuntas pembangunannya tahun lalu.

Selama proses pembangunan, para pedagang berjualan di pasar relokasi. Ketika musim hujan, jalanan di pasar relokasi becek. Sehingga pedagang maupun pembeli tidak nyaman. Karena itu, Sanusi mendorong perubahan perbup untuk memenuhi keinginan pedagang. Supaya relokasi masuk bisa segera dilakukan.

“Harus ditata sebaik mungkin. Jangan sampai ada yang merasa dirugikan. Harus ada rasa keadilan di sini,” kata Sanusi.

Disinggung mengenai kehadiran kajari dan aparat kepolisian, Sanusi mengatakan bahwa aparat penegak hukum (APH) dan aparat pegawas internal pemerintah (APIP) perlu datang. Karena para APH dan APIP ini yang bisa mengingatkan eksekutif agar tidak salah langkah.

“Secara undang-undang, kejaksaan adalah pengacara Pemkab Malang. Yakni dalam hal yang mendesak tentang persoalan undang-undang. Sehingga tidak sampai ada persoalan hukum di kemudian hari,” sambung Sanusi.(fin/dan)

KEPANJEN – Sekitar 816 pedagang Pasar Sumedang akhirnya bisa menempati gedung baru. Jika tidak ada aral, Juni depan semua pedagang sudah boyongan ke gedung baru. Itulah janji Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM saat meninjau gedung baru Pasar Sumedang di Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, kemarin (10/5).

Dalam inspeksinya tersebut, Sanusi didampingi Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Agung Purwanto dan sejumlah pejabat lain di Pemkab Malang. Tampak hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Malang Diah Yuliastuti

“Target penempatan (gedung baru) bulan Juni. Harus ditempati semua,” ujar Sanusi di sela-sela meninjau kondisi gedung baru.

Meski begitu, Sanusi tidak menampik bahwa ada kendala untuk merelokasi pedagang. Para penjual yang biasa berdagang di lokasi tersebut, menolak menempati area baru. Sebab, luasan area lapak mengecil dari sebelumnya.

Menurut pria asal Gondanglegi ini, berdasar Perbup lama, satu pedagang mendapat lapak berukuran 1 meter persegi. Inilah dasar keberatan para pedagang. Luasan area berdagang yang biasanya 2 meter, dipangkas 50 persen, sehingga hanya 1 meter persegi.

Terkait menyusutnya luasan lapak, Sanusi siap melakukan perubahan terhadap Perbup yang mengatur hal ini. “Nanti perbup kita ubah. Yang awalnya dapat 2 meter ya tetap 2 meter. Total ada 816 pedagang yang akan menempati,” jelas Sanusi.

Dari pantauan wartawan koran ini, pedagang masih berada di area sekitar Pasar Sumedang. Pagar seng masih mengelilingi gedung baru. Gelanggang dagang ini sendiri sudah tuntas pembangunannya tahun lalu.

Selama proses pembangunan, para pedagang berjualan di pasar relokasi. Ketika musim hujan, jalanan di pasar relokasi becek. Sehingga pedagang maupun pembeli tidak nyaman. Karena itu, Sanusi mendorong perubahan perbup untuk memenuhi keinginan pedagang. Supaya relokasi masuk bisa segera dilakukan.

“Harus ditata sebaik mungkin. Jangan sampai ada yang merasa dirugikan. Harus ada rasa keadilan di sini,” kata Sanusi.

Disinggung mengenai kehadiran kajari dan aparat kepolisian, Sanusi mengatakan bahwa aparat penegak hukum (APH) dan aparat pegawas internal pemerintah (APIP) perlu datang. Karena para APH dan APIP ini yang bisa mengingatkan eksekutif agar tidak salah langkah.

“Secara undang-undang, kejaksaan adalah pengacara Pemkab Malang. Yakni dalam hal yang mendesak tentang persoalan undang-undang. Sehingga tidak sampai ada persoalan hukum di kemudian hari,” sambung Sanusi.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/