alexametrics
20.7 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Kasus Covid Tinggi, Stok Tabung Oksigen di Kabupaten Malang Aman

MALANG – Meski lonjakan kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang masih tinggi, namun hal itu tidak sampai menyebabkan stok tabung oksigen mengalami krisis. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo. Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu menyampaikan bahwa kondisi Kabupaten Malang berbeda dengan daerah lain.

Menurutnya, meski banyak warga yang terpapar Covid-19, namun tidak ada lonjakan permintaan tabung oksigen. ”Untuk tabung oksigen di Kabupaten Malang, relatif masih aman,” ucapnya. Ia menjelaskan ada beberapa hal yang memengaruhi kondisi ini. Pertama, banyak yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun keadaan tanpa gejala alias OTG. Sehingga mereka hanya membutuhkan suplai vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Untuk pasien yang membutuhkan alat bantu pernapasan, katanya, kebanyakan dari mereka sudah terfasilitasi di rumah sakit (RS) rujukan di Kabupaten Malang. ”Saat ini kami masih berupaya untuk menambah BOR (bed occupancy rate) di RS rujukan Covid-19, konsekuensinya kami juga membantu mereka beberapa kebutuhan seperti HFNC (high flow nasal cannula) atau alat bantu pernapasan seperti ventilator,” imbuh Arbani.

Mantan Direktur RSUD Lawang itu berharap, dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini pihaknya mampu menekan kasus aktif di Kabupaten Malang. Sehingga, tidak ada lonjakan permintaan oksigen dan tingkat keterisian RS juga terus menurun. ”Bersama pihak kepolisian, kami juga terus memantau ketersediaan beberapa obat dan tabung oksigen,” pungkas Arbani. (rmc/fik/dan)

MALANG – Meski lonjakan kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang masih tinggi, namun hal itu tidak sampai menyebabkan stok tabung oksigen mengalami krisis. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo. Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu menyampaikan bahwa kondisi Kabupaten Malang berbeda dengan daerah lain.

Menurutnya, meski banyak warga yang terpapar Covid-19, namun tidak ada lonjakan permintaan tabung oksigen. ”Untuk tabung oksigen di Kabupaten Malang, relatif masih aman,” ucapnya. Ia menjelaskan ada beberapa hal yang memengaruhi kondisi ini. Pertama, banyak yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun keadaan tanpa gejala alias OTG. Sehingga mereka hanya membutuhkan suplai vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Untuk pasien yang membutuhkan alat bantu pernapasan, katanya, kebanyakan dari mereka sudah terfasilitasi di rumah sakit (RS) rujukan di Kabupaten Malang. ”Saat ini kami masih berupaya untuk menambah BOR (bed occupancy rate) di RS rujukan Covid-19, konsekuensinya kami juga membantu mereka beberapa kebutuhan seperti HFNC (high flow nasal cannula) atau alat bantu pernapasan seperti ventilator,” imbuh Arbani.

Mantan Direktur RSUD Lawang itu berharap, dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini pihaknya mampu menekan kasus aktif di Kabupaten Malang. Sehingga, tidak ada lonjakan permintaan oksigen dan tingkat keterisian RS juga terus menurun. ”Bersama pihak kepolisian, kami juga terus memantau ketersediaan beberapa obat dan tabung oksigen,” pungkas Arbani. (rmc/fik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/