alexametrics
20.9 C
Malang
Wednesday, 17 August 2022

Pamit Ke Rumah Paman, Pria Gondanglegi Bunuh Diri Loncat Jembatan

GONDANGLEGI –  Muhammad Ghufon, 37, warga Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi sempat membuat heboh warga setempat. Pasalnya, pria ini diduga bunuh diri dengan cara lompat dari atas jembatan.

Teman baik korban, Muhammad Suid menceritakan, awalnya korban meninggalkan rumahnya di Jalan Sunan Ampel, Desa Bulupitu, Kecamatan Gondang legi pada  hari Selasa (8/12) sekitar pukul 23.00 ke rumah pamannya. “Di rumah Pamannya, ia sempat menyembelih ayam dan menyakiti tangannya sendiri,” jelasnya.

Kemudian, pada hari Rabu (9/12) sekitar pukul 03.00 pria yang akrab dipanggil Gepeng ini meninggalkan rumah pamannya tersebut. Keesokan harinya, salah satu warga menemukan satu unit sepeda pancal bewarna putih, tersandar di dekat jembatan Blobo, tepatnya di atas aliran  sungai Brantas.

“Selain sepeda, juga ditemukan fotocopy KK, satu buah sandal warna merah, serta akta nikah,” paparnya Suid.

Koordinator Operasi Search and Rescue (SAR) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Novix Heriyadi mengatakan jika saat mendapat laporan dari potensi SAR Malang Raya tersebut, pihaknya langsung melakukan assesment. “Kita dapat info ada satu orang diduga bunuh diri di jembatan dam Blobo, terus kita asesment, kita bukan open SAR mulai tanggal 9. Dan pada tanggal 11 sekitar pukul 09.45, akhirnya korban ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian, oleh potensi SAR Malang Raya,” paparnya.

Ia menuturkan, jika pada saat ditemukan, korban dalam keadaan tersangkut batu di tengah sungai. “Ada luka di kepalanya, lukanya mengelupas di bagian belakang kepala,” terangnya.

Kemudian, korban langsung dibawa ke RSUD Kepanjen, guna dilakukan visum. “Sudah kita berikan ke pihak keluarga, juga ke Polsek setempat dan sudah dibawa ke RSUD di Kepanjen,” tandasnya.

Pewarta:  Septianur Aji Hariyanto

GONDANGLEGI –  Muhammad Ghufon, 37, warga Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi sempat membuat heboh warga setempat. Pasalnya, pria ini diduga bunuh diri dengan cara lompat dari atas jembatan.

Teman baik korban, Muhammad Suid menceritakan, awalnya korban meninggalkan rumahnya di Jalan Sunan Ampel, Desa Bulupitu, Kecamatan Gondang legi pada  hari Selasa (8/12) sekitar pukul 23.00 ke rumah pamannya. “Di rumah Pamannya, ia sempat menyembelih ayam dan menyakiti tangannya sendiri,” jelasnya.

Kemudian, pada hari Rabu (9/12) sekitar pukul 03.00 pria yang akrab dipanggil Gepeng ini meninggalkan rumah pamannya tersebut. Keesokan harinya, salah satu warga menemukan satu unit sepeda pancal bewarna putih, tersandar di dekat jembatan Blobo, tepatnya di atas aliran  sungai Brantas.

“Selain sepeda, juga ditemukan fotocopy KK, satu buah sandal warna merah, serta akta nikah,” paparnya Suid.

Koordinator Operasi Search and Rescue (SAR) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Novix Heriyadi mengatakan jika saat mendapat laporan dari potensi SAR Malang Raya tersebut, pihaknya langsung melakukan assesment. “Kita dapat info ada satu orang diduga bunuh diri di jembatan dam Blobo, terus kita asesment, kita bukan open SAR mulai tanggal 9. Dan pada tanggal 11 sekitar pukul 09.45, akhirnya korban ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian, oleh potensi SAR Malang Raya,” paparnya.

Ia menuturkan, jika pada saat ditemukan, korban dalam keadaan tersangkut batu di tengah sungai. “Ada luka di kepalanya, lukanya mengelupas di bagian belakang kepala,” terangnya.

Kemudian, korban langsung dibawa ke RSUD Kepanjen, guna dilakukan visum. “Sudah kita berikan ke pihak keluarga, juga ke Polsek setempat dan sudah dibawa ke RSUD di Kepanjen,” tandasnya.

Pewarta:  Septianur Aji Hariyanto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/