alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Perlintasan tanpa Palang Masih Jadi Masalah

KEPANJEN – Meski kerap memakan korban jiwa, banyaknya perlintasan kereta api tanpa palang pintu masih menjadi problem serius hingga tahun 2022 ini. PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap tidak mau memasang pintu pengamanan karena pemasangan pintu merupakan tanggung jawab pemerintah daerah (pemda).

Manajer Humas PT Kereta Api Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, penanganan terhadap kondisi tersebut masih terbentur regulasi. Salah satunya mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Regulasi lainnya yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Dalam aturan itu dijelaskan, pemasangan palang pintu pada lintasan kereta api merupakan tanggung jawab pemerintah setempat. “Sesuai regulasi, (pemasangan) palang pintu itu adalah kewenangan dinas perhubungan di pemerintah daerah masing-masing,” kata Lukman.

Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, salah satu perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu berada di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen. Nursiyo, penjaga perlintasan kereta api itu menyebut, sebelumnya sering terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Kurangnya papan peringatan dan pengendara yang tidak waspada menjadi penyebab utama kecelakaan kereta api dengan kendaraan di lokasi itu.

Nursiyo menyebut, sejak situasi pandemi, jumlah kereta yang melintas relatif berkurang. “Tapi karena jalan ini jadi penghubung antara kecamatan, jadi intensitas kendaraan yang lewat cukup banyak. Dulu sering terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Dalam sehari, Nursiyo biasa menjaga pintu perlintasan tersebut mulai pukul 06.00 hingga menjelang maghrib. Di tempat yang dia jaga, posisi perlintasan kereta api relatif lebih tinggi dari badan jalan. Jika tidak waspada, pengendara yang melintas bisa tersambar kereta sewaktu-waktu. Apalagi saat malam hari. Sebab beberapa perlintasan tak berpalang tersebut juga tidak dilengkapi dengan penerangan yang layak. (iik/dan)

 

KEPANJEN – Meski kerap memakan korban jiwa, banyaknya perlintasan kereta api tanpa palang pintu masih menjadi problem serius hingga tahun 2022 ini. PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap tidak mau memasang pintu pengamanan karena pemasangan pintu merupakan tanggung jawab pemerintah daerah (pemda).

Manajer Humas PT Kereta Api Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, penanganan terhadap kondisi tersebut masih terbentur regulasi. Salah satunya mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Regulasi lainnya yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Dalam aturan itu dijelaskan, pemasangan palang pintu pada lintasan kereta api merupakan tanggung jawab pemerintah setempat. “Sesuai regulasi, (pemasangan) palang pintu itu adalah kewenangan dinas perhubungan di pemerintah daerah masing-masing,” kata Lukman.

Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, salah satu perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu berada di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen. Nursiyo, penjaga perlintasan kereta api itu menyebut, sebelumnya sering terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Kurangnya papan peringatan dan pengendara yang tidak waspada menjadi penyebab utama kecelakaan kereta api dengan kendaraan di lokasi itu.

Nursiyo menyebut, sejak situasi pandemi, jumlah kereta yang melintas relatif berkurang. “Tapi karena jalan ini jadi penghubung antara kecamatan, jadi intensitas kendaraan yang lewat cukup banyak. Dulu sering terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Dalam sehari, Nursiyo biasa menjaga pintu perlintasan tersebut mulai pukul 06.00 hingga menjelang maghrib. Di tempat yang dia jaga, posisi perlintasan kereta api relatif lebih tinggi dari badan jalan. Jika tidak waspada, pengendara yang melintas bisa tersambar kereta sewaktu-waktu. Apalagi saat malam hari. Sebab beberapa perlintasan tak berpalang tersebut juga tidak dilengkapi dengan penerangan yang layak. (iik/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/