alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Bus Nabrak, 325 Siswa SMPN 1 Kepanjen Batal Wisata ke Jogya

KABUPATEN – Harapan 325 siswa-siswi SMPN 1 Kepanjen untuk berwisata ke Jogja akhirnya batal. Tiga dari tujuh bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di KM 513 Jalan Tol Solo – Ngawi, Rabu (11/5), sekitar pukul 02.30. Satu orang, yakni kenek bus, meninggal dalam tabrakan beruntun yang terjadi di wilayah Karanganyar tersebut. Sementara seluruh rombongan wisata akhirnya kembali ke Malang.

Humas SMPN 1 Kepanjen Rustini SPdi menjelaskan, jumlah pelajar yang mengikuti program wisata itu mencapai 325 orang. Mereka merupakan siswa-siswi kelas IX yang telah menyelesaikan ujian sekolah. Para pelajar itu didampingi guru dan staf yang berjumlah 15 orang. Destinasi wisata yang dituju rombongan tersebut berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. ”Ini adalah karya wisata pertama setelah dua tahun tidak ada. Rencananya mau ke Malioboro dan Gunung Merapi,” ujar Rustini kepada Jawa Pos Radar Malang di SMPN 1 Kepanjen, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, kemarin.

Dia menjelaskan, rombongan berangkat pada Selasa malam (10/5). Jadwal selanjutnya adalah mengunjungi Merapi dan Malioboro pada 11 Mei. Setelah itu, rombongan langsung pulang ke Kepanjen dan dijadwalkan tiba di sekolah pada 12 Mei. Tetapi nasib berkata lain. Di tengah perjalanan, tiga bus yang ditumpangi para siswa dan guru mengalami kecelakaan.

Satu kernet bus wisata meninggal dalam musibah tersebut. Pihak sekolah pun memutuskan untuk membatalkan kelanjutan wisata dan meminta seluruh rombongan kembali ke Malang. ”Langsung kami kirim bus pengganti. Rencana wisata batal. Semua rombongan pulang ke Kepanjen langsung hari ini (kemarin) juga. Perkiraan tiba sore jelang petang,” sambung Rustini.

Dia juga sudah mendapat kepastian bahwa tidak ada siswa dan guru yang mengalami luka parah. Hanya sebagian saja yang mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan singkat. Sehingga, semua bisa langsung ikut pulang bersama rombongan bus ke Kepanjen.

Sementara itu, terkait kronologi kejadian Radar Solo (Jawa Pos Group), korban meninggal dalam kecelakaan itu bernama Muhamin. Pria 39 tahun warga Madiun itu merupakan salah seorang kernet bus yang terlibat kecelakaan di tol Solo-Ngawi. Kecelakaan itu sendiri melibatkan beberapa kendaraan. Di antaranya, tiga bus wisata, satu Kijang Innova, dan satu truk pengangkut obatobat pertanian.

Truk pengangkut obat-obat pertanian itu dikemudikan oleh Ahmad Efendi, 35, bersama kernet bernama Muhammad Farid, 38. Kepada wartawan, Farid menceritakan bahwa kecelakaan bermula ketika truk Fuso S 8440 UK yang dia kendarai melintas di jalan tol Solo – Ngawi, dari arah Sragen. Sesampainya di ruas tol yang masuk wilayah Desa Kebakramat, Karanganyar, dari arah belakang muncul rombongan bus pariwisata tersebut. Tiba-tiba salah satu bus melaju kencang dari sisi kiri, mendahului sebuah Toyota Innova yang berada di belakang truk Fuso.

Namun karena ruas jalan menyempit, bus yang sudah berhasil mendahului Toyota Innova itu mencoba membanting setir ke Kanan. Nahas, haluan bus ternyata tidak cukup. Bagian depan bus menabrak buritan truk. Akibatnya, truk tersebut terguling. Muatan berupa obat-obat pertanian pun berhamburan ke jalan. ”Bus yang menabrak truk saya itu akhirnya berhenti mendadak di jalur satu. Akhirnya ditabrak dari belakang oleh tiga bus lain,” ujar Farid.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Juliyanto membenarkan kabar bahwa satu orang meninggal dalam kecelakaan itu. Sedangkan penumpang yang lain hanya mengalami luka ringan. ”Satu orang yang meninggal dunia itu merupakan kernet bus pertama yang menabrak bak truk. Yang lain luka ringan,” kata Kasat Lantas saat ditemui di lokasi kejadian. Hingga tadi malam polisi juga belum menetapkan tersangka atas kecelakaan tersebut. Pemeriksaan saksi-saksi masih terus dilakukan. Polisi juga mengamankan lima kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu. (fin/fat)

 

KABUPATEN – Harapan 325 siswa-siswi SMPN 1 Kepanjen untuk berwisata ke Jogja akhirnya batal. Tiga dari tujuh bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di KM 513 Jalan Tol Solo – Ngawi, Rabu (11/5), sekitar pukul 02.30. Satu orang, yakni kenek bus, meninggal dalam tabrakan beruntun yang terjadi di wilayah Karanganyar tersebut. Sementara seluruh rombongan wisata akhirnya kembali ke Malang.

Humas SMPN 1 Kepanjen Rustini SPdi menjelaskan, jumlah pelajar yang mengikuti program wisata itu mencapai 325 orang. Mereka merupakan siswa-siswi kelas IX yang telah menyelesaikan ujian sekolah. Para pelajar itu didampingi guru dan staf yang berjumlah 15 orang. Destinasi wisata yang dituju rombongan tersebut berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. ”Ini adalah karya wisata pertama setelah dua tahun tidak ada. Rencananya mau ke Malioboro dan Gunung Merapi,” ujar Rustini kepada Jawa Pos Radar Malang di SMPN 1 Kepanjen, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, kemarin.

Dia menjelaskan, rombongan berangkat pada Selasa malam (10/5). Jadwal selanjutnya adalah mengunjungi Merapi dan Malioboro pada 11 Mei. Setelah itu, rombongan langsung pulang ke Kepanjen dan dijadwalkan tiba di sekolah pada 12 Mei. Tetapi nasib berkata lain. Di tengah perjalanan, tiga bus yang ditumpangi para siswa dan guru mengalami kecelakaan.

Satu kernet bus wisata meninggal dalam musibah tersebut. Pihak sekolah pun memutuskan untuk membatalkan kelanjutan wisata dan meminta seluruh rombongan kembali ke Malang. ”Langsung kami kirim bus pengganti. Rencana wisata batal. Semua rombongan pulang ke Kepanjen langsung hari ini (kemarin) juga. Perkiraan tiba sore jelang petang,” sambung Rustini.

Dia juga sudah mendapat kepastian bahwa tidak ada siswa dan guru yang mengalami luka parah. Hanya sebagian saja yang mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan singkat. Sehingga, semua bisa langsung ikut pulang bersama rombongan bus ke Kepanjen.

Sementara itu, terkait kronologi kejadian Radar Solo (Jawa Pos Group), korban meninggal dalam kecelakaan itu bernama Muhamin. Pria 39 tahun warga Madiun itu merupakan salah seorang kernet bus yang terlibat kecelakaan di tol Solo-Ngawi. Kecelakaan itu sendiri melibatkan beberapa kendaraan. Di antaranya, tiga bus wisata, satu Kijang Innova, dan satu truk pengangkut obatobat pertanian.

Truk pengangkut obat-obat pertanian itu dikemudikan oleh Ahmad Efendi, 35, bersama kernet bernama Muhammad Farid, 38. Kepada wartawan, Farid menceritakan bahwa kecelakaan bermula ketika truk Fuso S 8440 UK yang dia kendarai melintas di jalan tol Solo – Ngawi, dari arah Sragen. Sesampainya di ruas tol yang masuk wilayah Desa Kebakramat, Karanganyar, dari arah belakang muncul rombongan bus pariwisata tersebut. Tiba-tiba salah satu bus melaju kencang dari sisi kiri, mendahului sebuah Toyota Innova yang berada di belakang truk Fuso.

Namun karena ruas jalan menyempit, bus yang sudah berhasil mendahului Toyota Innova itu mencoba membanting setir ke Kanan. Nahas, haluan bus ternyata tidak cukup. Bagian depan bus menabrak buritan truk. Akibatnya, truk tersebut terguling. Muatan berupa obat-obat pertanian pun berhamburan ke jalan. ”Bus yang menabrak truk saya itu akhirnya berhenti mendadak di jalur satu. Akhirnya ditabrak dari belakang oleh tiga bus lain,” ujar Farid.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Juliyanto membenarkan kabar bahwa satu orang meninggal dalam kecelakaan itu. Sedangkan penumpang yang lain hanya mengalami luka ringan. ”Satu orang yang meninggal dunia itu merupakan kernet bus pertama yang menabrak bak truk. Yang lain luka ringan,” kata Kasat Lantas saat ditemui di lokasi kejadian. Hingga tadi malam polisi juga belum menetapkan tersangka atas kecelakaan tersebut. Pemeriksaan saksi-saksi masih terus dilakukan. Polisi juga mengamankan lima kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu. (fin/fat)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/