alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Realisasi Pembebasan Lahan Tol Malang-Kepanjen Tunggu Pusat

MALANG – Tahapan pembebasan lahan untuk pembangunan tol Malang-Kepanjen yang melewati 4 kecamatan di Kabupaten Malang yakni Kecamatan Bululawang, Gondanglegi, Pakisaji, dan Kepanjen ditargetkan selesai di tahun 2021. namun hingga penghunjung semester pertama 2021, rencana tersebut masih sebatas pembahasan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Malang La Ode Asrafil. Ia mengatakan, rencana pembebasan lahan tersebut masih belum ada realisasinya. Hingga kini masih dalam tahap pembahasan.

”Ini masih persiapan untuk jalan tol Malang–Kepanjen. Tahun ini (2021) masih dalam tahap persiapan. Bagaimana pembebasannya? Sampai saat ini masih belum ada pembebasan lahan itu,” kata La Ode.

Menurut dia, persiapan itu dilakukan oleh instansi yang memerlukan tanah untuk membangun jalan tol, dalam hal ini adalah Kementerian PUPR. Sementara pemerintah daerah (pemda) sebatas menunggu perencanaan dan dokumen penentuan lokasi (penlok) sesuai ketetapan dari pemerintah pusat.

”Untuk lahan-lahan yang akan dibebaskan itu masih dalam tahap perencanaan dari Kementerian PUPR. Jika sudah rampung perencanaan dan persiapan, baru kami masuk untuk pelaksanaan,” tutur La Ode.

Dalam pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen itu, keterlibatan ATR/BPN adalah sebagai panitia pembebasan tanah. Namun, hingga saat ini dia sendiri mengaku belum mengetahui secara detail lahan mana saja yang harus dibebaskan dan berapa total luasannya.

”Jika semua tahapan sudah selesai, baru kami bergerak. Yang punya anggaran kan Kementerian PUPR, kami hanya melaksanakan,” katanya.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Malang Abdul Kodir mengatakan, pihaknya juga belum mengetahui apakah ada tanah kas desa (TKD) atau tanah wakaf yang akan dilalui rute jalan tol tersebut. Sebab, trase jalan atau garis tengah sumbu jalan yang merupakan garis lurus saling terhubung dengan peta topografi.

”Kami sendiri belum tahu trasenya itu mana saja,” ucapnya. (fik/c1/dan/rmc)

MALANG – Tahapan pembebasan lahan untuk pembangunan tol Malang-Kepanjen yang melewati 4 kecamatan di Kabupaten Malang yakni Kecamatan Bululawang, Gondanglegi, Pakisaji, dan Kepanjen ditargetkan selesai di tahun 2021. namun hingga penghunjung semester pertama 2021, rencana tersebut masih sebatas pembahasan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Malang La Ode Asrafil. Ia mengatakan, rencana pembebasan lahan tersebut masih belum ada realisasinya. Hingga kini masih dalam tahap pembahasan.

”Ini masih persiapan untuk jalan tol Malang–Kepanjen. Tahun ini (2021) masih dalam tahap persiapan. Bagaimana pembebasannya? Sampai saat ini masih belum ada pembebasan lahan itu,” kata La Ode.

Menurut dia, persiapan itu dilakukan oleh instansi yang memerlukan tanah untuk membangun jalan tol, dalam hal ini adalah Kementerian PUPR. Sementara pemerintah daerah (pemda) sebatas menunggu perencanaan dan dokumen penentuan lokasi (penlok) sesuai ketetapan dari pemerintah pusat.

”Untuk lahan-lahan yang akan dibebaskan itu masih dalam tahap perencanaan dari Kementerian PUPR. Jika sudah rampung perencanaan dan persiapan, baru kami masuk untuk pelaksanaan,” tutur La Ode.

Dalam pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen itu, keterlibatan ATR/BPN adalah sebagai panitia pembebasan tanah. Namun, hingga saat ini dia sendiri mengaku belum mengetahui secara detail lahan mana saja yang harus dibebaskan dan berapa total luasannya.

”Jika semua tahapan sudah selesai, baru kami bergerak. Yang punya anggaran kan Kementerian PUPR, kami hanya melaksanakan,” katanya.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Malang Abdul Kodir mengatakan, pihaknya juga belum mengetahui apakah ada tanah kas desa (TKD) atau tanah wakaf yang akan dilalui rute jalan tol tersebut. Sebab, trase jalan atau garis tengah sumbu jalan yang merupakan garis lurus saling terhubung dengan peta topografi.

”Kami sendiri belum tahu trasenya itu mana saja,” ucapnya. (fik/c1/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/