alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Penderita Covid Ogah Tempati Isoter

KEPANJEN – Jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Malang masih tinggi. Yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) saja sekitar 2.000 orang. Namun mayoritas penderita enggan diboyong petugas ke ruang isolasi terpusat (isoter) yang berada di masing-masing kecamatan.

Dari 33 isoter yang tersebar di 33 kecamatan, hanya enam isoter yang terisi. Itu pun total penghuninya hanya 35 orang. Sisanya 27 isoter tidak berpenghuni. ”Isoter yang terisi ada di kecamatan Kepanjen, Dampit, Bululawang, Tirtoyudo, Ampelgading, dan Turen,” ujar Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang, kemarin.

Menurut Firmando, kebanyakan penderita enggan dipindahkan ke Isoter karena pemahaman masyarakat masih rendah. Dia mengatakan, pasien isoman kebanyakan tidak mengakui bahwa mereka positif Covid-19. Alasannya, mereka tidak bergejala alias orang tanpa gejala (OTG). Sehingga mereka lebih memilih tinggal di rumah. ”Kendala di lapangan, mereka mengaku tidak mengeluhkan apa-apa. Padahal ini yang carrier, membawa atau menyebarkan (virus korona),” imbuh Firmando.(rmc/fik/dan)

KEPANJEN – Jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Malang masih tinggi. Yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) saja sekitar 2.000 orang. Namun mayoritas penderita enggan diboyong petugas ke ruang isolasi terpusat (isoter) yang berada di masing-masing kecamatan.

Dari 33 isoter yang tersebar di 33 kecamatan, hanya enam isoter yang terisi. Itu pun total penghuninya hanya 35 orang. Sisanya 27 isoter tidak berpenghuni. ”Isoter yang terisi ada di kecamatan Kepanjen, Dampit, Bululawang, Tirtoyudo, Ampelgading, dan Turen,” ujar Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang, kemarin.

Menurut Firmando, kebanyakan penderita enggan dipindahkan ke Isoter karena pemahaman masyarakat masih rendah. Dia mengatakan, pasien isoman kebanyakan tidak mengakui bahwa mereka positif Covid-19. Alasannya, mereka tidak bergejala alias orang tanpa gejala (OTG). Sehingga mereka lebih memilih tinggal di rumah. ”Kendala di lapangan, mereka mengaku tidak mengeluhkan apa-apa. Padahal ini yang carrier, membawa atau menyebarkan (virus korona),” imbuh Firmando.(rmc/fik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/