alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Saat Gendong Bayi, Seorang Ibu Ditabrak KA. Keduanya Tewas Seketika

KABUPATEN – Tatapan mata Jumawan, 36, tampak kosong. Dia lebih banyak duduk dan terdiam ketika berada di Unit Forensik RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, siang kemarin (13/2). Lelaki berusia 36 tahun itu masih belum percaya bila istri dan anaknya pergi begitu cepat. Pagi kemarin sekitar pukul 05.20 istrinya yang Siti Aisyah, 28, dan F, anaknya yang baru berusia 10 bulan, tertabrak kereta api (KA) Penataran 370 jalur Blitar-Malang-Surabaya Kota.

Yang cukup menyedihkan, peristiwa itu terjadi tepat di depan rumahnya, di Jalan Ir. Sukarno Rt 09 Rw 02 Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Saat kejadian, Jumawan mengaku tak berada di rumah.  Sebab sekitar pukul 02.30, dia meninggalkan rumah untuk ke pasar. ”Begitu kembali sekitar pukul 05.30, (istri dan anak, red) sudah tidak ada di rumah,” terang dia.

Sejak tiga hari terakhir, dia menyebut bila F, anak keduanya, punya masalah susah buang air besar (BAB). Saat BAB, Jumawan menyebut bila anaknya itu kerap menangis. Beberapa upaya untuk mencarikan obat atau membawanya ke dokter sudah dilakukan. Namun upaya tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil. Beranjak dari itu, ada dugaan bila sebelum tertabrak KA, istrinya sempat berupaya menenangkan anaknya yang tengah menangis. ”Sebelumnya seperti ada yang disembunyikan (istri saya), makanya ketika tahu ada kejadian itu saya juga kaget,” tambahnya.

Kapolsek Sumberpucung AKP Efendi Budi Wibowo mengatakan bahwa kecelakaan itu pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang hendak keluar kota. Saksi tersebut bernama Mulyawanto. ”Dia (saksi) bingung, kenapa ada kereta yang berhenti tiba-tiba. Setelah itu tahu ada orang yang tertabrak kereta,” kata dia. Ia pun segera memanggil tetangga lain untuk mengecek ke lokasi. Benar saja, tetangganya yang tengah menggendong anaknya itu sudah terkapar di sisi utara rel kereta.

Keduanya langsung meninggal di lokasi kejadian. Hasil visum yang dilakukan di Unit Forensik RSSA Malang menyebutkan bahwa sang ibu mengalami patah tulang di punggung dan kaki kanan. Serta luka robek di perut sebelah kiri. Sementara sang anak yang ada dalam pelukan ibunya mengalami patah tulang belakang. (biy/iik/by)

KABUPATEN – Tatapan mata Jumawan, 36, tampak kosong. Dia lebih banyak duduk dan terdiam ketika berada di Unit Forensik RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, siang kemarin (13/2). Lelaki berusia 36 tahun itu masih belum percaya bila istri dan anaknya pergi begitu cepat. Pagi kemarin sekitar pukul 05.20 istrinya yang Siti Aisyah, 28, dan F, anaknya yang baru berusia 10 bulan, tertabrak kereta api (KA) Penataran 370 jalur Blitar-Malang-Surabaya Kota.

Yang cukup menyedihkan, peristiwa itu terjadi tepat di depan rumahnya, di Jalan Ir. Sukarno Rt 09 Rw 02 Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Saat kejadian, Jumawan mengaku tak berada di rumah.  Sebab sekitar pukul 02.30, dia meninggalkan rumah untuk ke pasar. ”Begitu kembali sekitar pukul 05.30, (istri dan anak, red) sudah tidak ada di rumah,” terang dia.

Sejak tiga hari terakhir, dia menyebut bila F, anak keduanya, punya masalah susah buang air besar (BAB). Saat BAB, Jumawan menyebut bila anaknya itu kerap menangis. Beberapa upaya untuk mencarikan obat atau membawanya ke dokter sudah dilakukan. Namun upaya tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil. Beranjak dari itu, ada dugaan bila sebelum tertabrak KA, istrinya sempat berupaya menenangkan anaknya yang tengah menangis. ”Sebelumnya seperti ada yang disembunyikan (istri saya), makanya ketika tahu ada kejadian itu saya juga kaget,” tambahnya.

Kapolsek Sumberpucung AKP Efendi Budi Wibowo mengatakan bahwa kecelakaan itu pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang hendak keluar kota. Saksi tersebut bernama Mulyawanto. ”Dia (saksi) bingung, kenapa ada kereta yang berhenti tiba-tiba. Setelah itu tahu ada orang yang tertabrak kereta,” kata dia. Ia pun segera memanggil tetangga lain untuk mengecek ke lokasi. Benar saja, tetangganya yang tengah menggendong anaknya itu sudah terkapar di sisi utara rel kereta.

Keduanya langsung meninggal di lokasi kejadian. Hasil visum yang dilakukan di Unit Forensik RSSA Malang menyebutkan bahwa sang ibu mengalami patah tulang di punggung dan kaki kanan. Serta luka robek di perut sebelah kiri. Sementara sang anak yang ada dalam pelukan ibunya mengalami patah tulang belakang. (biy/iik/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/