alexametrics
24.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Harga Sapi Melandai, Blantik Sepi Pembeli

WABAH PMK membuat para blantik atau pedagang hewan ternak kian kelimpungan. Meski kian mendekati hari raya Idul Adha, pembeli masih sepi. Padahal harga ternak cenderung turun sebagai dampak wabah PMK.

Syakur, salah seorang pedagang sapi mengatakan, sejak muncul wabah, jumlah pembeli hewan menurun drastis. Penurunan itu diperkirakan mencapai 80 persen. “Kalau hari-hari biasa, saya bisa menjual sapi 5-7 ekor sapi. Tapi kalau sekarang, laku 1 ekor saja kami sudah sangat bersyukur,” ungkapnya saat ditemui di Pasar Hewan Gondanglegi, Selasa (14/6) kemarin.

Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, menjelang Hari Raya Idul Adha seperti saat ini sudah mulai ramai pembeli. Sebab satu bulan sebelum hari raya, pembeli biasanya meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa. “Tapi kalau sekarang justru menurun drastis. Di banding hari biasa pun selisihnya jauh sekali,” kata dia.

Dengan kondisi ini, pria berusia 35 tahun itu mengaku hanya bisa pasrah karena tidak bisa berbuat banyak. Hanya saja, dia tetap berharap pasar ternak segera dibuka. Sebab saat ini, pedagang  ternak hanya bisa berdagang di pinggir jalan. “Kalau pasar dibuka artinya kan wabah sudah berakhir. Sudah itu saja harapan kami,” pungkasnya.

Mohammad Taram, pedagang sapi asal Kecamatan Bantur juga mengeluhkan hal yang sama. Ia menyebut selain jumlah pembeli sapi, harganya juga ikut turun. “Untuk harga sapi limosin berusia 8 bulan, pada hari-hari biasa bisa terjual dengan harga Rp 18 juta. Tapi sekarang akibat wabah PMK ini hanya ditawar Rp 15 juta,” tuturnya. (nif/nay)

WABAH PMK membuat para blantik atau pedagang hewan ternak kian kelimpungan. Meski kian mendekati hari raya Idul Adha, pembeli masih sepi. Padahal harga ternak cenderung turun sebagai dampak wabah PMK.

Syakur, salah seorang pedagang sapi mengatakan, sejak muncul wabah, jumlah pembeli hewan menurun drastis. Penurunan itu diperkirakan mencapai 80 persen. “Kalau hari-hari biasa, saya bisa menjual sapi 5-7 ekor sapi. Tapi kalau sekarang, laku 1 ekor saja kami sudah sangat bersyukur,” ungkapnya saat ditemui di Pasar Hewan Gondanglegi, Selasa (14/6) kemarin.

Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, menjelang Hari Raya Idul Adha seperti saat ini sudah mulai ramai pembeli. Sebab satu bulan sebelum hari raya, pembeli biasanya meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa. “Tapi kalau sekarang justru menurun drastis. Di banding hari biasa pun selisihnya jauh sekali,” kata dia.

Dengan kondisi ini, pria berusia 35 tahun itu mengaku hanya bisa pasrah karena tidak bisa berbuat banyak. Hanya saja, dia tetap berharap pasar ternak segera dibuka. Sebab saat ini, pedagang  ternak hanya bisa berdagang di pinggir jalan. “Kalau pasar dibuka artinya kan wabah sudah berakhir. Sudah itu saja harapan kami,” pungkasnya.

Mohammad Taram, pedagang sapi asal Kecamatan Bantur juga mengeluhkan hal yang sama. Ia menyebut selain jumlah pembeli sapi, harganya juga ikut turun. “Untuk harga sapi limosin berusia 8 bulan, pada hari-hari biasa bisa terjual dengan harga Rp 18 juta. Tapi sekarang akibat wabah PMK ini hanya ditawar Rp 15 juta,” tuturnya. (nif/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/