alexametrics
23.9 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Kabupaten Malang Darurat Jalan Berlubang

KEPANJEN – Kabupaten Malang darurat jalan berlubang. Meski dinas pekerjaan umum dan bina marga (DPUBM) sudah menyiapkan anggaran sekaligus rencana penambalan serta pembangunan jalan, masyarakat masih saja memprotes.

Di Dunia Nyata, protes ditunjukkan dengan memasang papan maupun menanami pohon di titik lokasi jalan berlubang. Sedangkan di Dunia Maya, deretan protes terpampang di media sosial (medsos). “Jalan Berlubang juga banyak di wilayah Krebet-Gondanglegi-Bantur. Jangan hanya di-salob (sapu lobang) aja,” keluh pemilik akun @ahmadfackrudin di @jawaposradarmalang.

Akun tersebut menanggapi banyaknya lubang jalan di jalur Gondanglegi-Bantur, khususnya akses utama menuju wisata Pantai Balekambang. Padahal beberapa hari sebelumnya bupati malang Drs H M. Sanusi MM bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan proyek Jembatan Pelangi. Rampungnya pengerjaan jembatan di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur itu digadang-gadang bisa mendongkrak kunjungan wisatawan Pantai Balekambang. Sebab, selama ini akses menuju Pantai Balekambang terganggu turunan curam di Jurang Mayit. Dengan dibangunnya Jembatan Pelangi, wisatawan tidak perlu lagi melintasi turunan curam Jurang Mayit.

Sementara itu, netizen lain menyebut bahwa pemerintah daerah harus menemukan cara yang pas untuk menggarap jalan berlubang. “Banyak lubang yang ditambal berkali-kali tapi belum sebulan aspal sudah mengelupas lagi. Antara bahan yang digunakan menambal aspal kurang bagus, atau cara menambal yang kurang baik,” tegas akun @yoshiandika.jojo.

Begitu juga, netizen lainnya berkomentar bahwa penggarapan jalan berlubang tidak boleh hanya urusan mengaspal jalan saja. Fasilitas drainase pendukung pengaspalan jalan juga harus dipikirkan.

“Drainase-nya juga harus dipikirkan. Masa’ elevaisi jalannya lebih rendah ketimbang drainase. Walaupun di-cor dengan (aspal) mutu paling bagus, kalau drainase-nya tidak dipikirkan ya cepat ambrol (aspalnya),” tambah @sonnyadityamasgimo.

Dampak buruknya infrastruktur jalan ini membuat wisata Pantai Balekambang tidak dilirik wisatawan. Ditambah lagi, pandemi dan aturan pembatasan makin mempersempit kunjungan wisatawan pantai. “Harian 35 pengunjung. Paling banyak 50 orang. Apalagi sekarang bulan puasa,” ujar Koordinator Petugas Lapangan Objek Wisata Balekambang Sudjono, kemarin.

Dia mengerahkan segala upaya agar jumlah kunjungan naik. Misalnya, mempersiapkan event menyambut Hari Raya Idul Fitri. Libur Lebaran ini, Sudjono memprediksi ada peningkatan jumlah pengunjung. “Kemungkinan nanti H+2 ada peningkatan pengunjung. Karena itu kami siapkan konsep agar makin banyak wisatawan,” tambahnya.

Terkait kondisi jalan, Sudjono mengakui menerima keluhan dari wisatawan yang datang. “Ya mungkin itu juga bisa (penyebab tamu sedikit). Tetapi jembatan kan sudah terbangun,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPUBM Kabupaten Malang Suwignyo menyebut bahwa jalan menuju pantai Balekambang di Bantur memang rusak parah. Tetapi dia mengaku sudah menganggarkannya tahun ini. ”Dua tahun terakhir (2020-2021) belum diperbaiki karena refocusing. Sekarang tidak ada. Dan setelah Lebaran bisa diperbaiki (jalur Bantur),” katanya dikonfirmasi Jumat kemarin.

Menurutnya, salah satu titik jalan yang diperbaiki adalah sekitar SPBU Bantur. Prosesnya harus lelang di LPSE Kabupaten Malang. Tetapi Suwignyo belum menyebut berapa total pagu anggaran perbaikan di titik tersebut.(fin/dan)

KEPANJEN – Kabupaten Malang darurat jalan berlubang. Meski dinas pekerjaan umum dan bina marga (DPUBM) sudah menyiapkan anggaran sekaligus rencana penambalan serta pembangunan jalan, masyarakat masih saja memprotes.

Di Dunia Nyata, protes ditunjukkan dengan memasang papan maupun menanami pohon di titik lokasi jalan berlubang. Sedangkan di Dunia Maya, deretan protes terpampang di media sosial (medsos). “Jalan Berlubang juga banyak di wilayah Krebet-Gondanglegi-Bantur. Jangan hanya di-salob (sapu lobang) aja,” keluh pemilik akun @ahmadfackrudin di @jawaposradarmalang.

Akun tersebut menanggapi banyaknya lubang jalan di jalur Gondanglegi-Bantur, khususnya akses utama menuju wisata Pantai Balekambang. Padahal beberapa hari sebelumnya bupati malang Drs H M. Sanusi MM bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan proyek Jembatan Pelangi. Rampungnya pengerjaan jembatan di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur itu digadang-gadang bisa mendongkrak kunjungan wisatawan Pantai Balekambang. Sebab, selama ini akses menuju Pantai Balekambang terganggu turunan curam di Jurang Mayit. Dengan dibangunnya Jembatan Pelangi, wisatawan tidak perlu lagi melintasi turunan curam Jurang Mayit.

Sementara itu, netizen lain menyebut bahwa pemerintah daerah harus menemukan cara yang pas untuk menggarap jalan berlubang. “Banyak lubang yang ditambal berkali-kali tapi belum sebulan aspal sudah mengelupas lagi. Antara bahan yang digunakan menambal aspal kurang bagus, atau cara menambal yang kurang baik,” tegas akun @yoshiandika.jojo.

Begitu juga, netizen lainnya berkomentar bahwa penggarapan jalan berlubang tidak boleh hanya urusan mengaspal jalan saja. Fasilitas drainase pendukung pengaspalan jalan juga harus dipikirkan.

“Drainase-nya juga harus dipikirkan. Masa’ elevaisi jalannya lebih rendah ketimbang drainase. Walaupun di-cor dengan (aspal) mutu paling bagus, kalau drainase-nya tidak dipikirkan ya cepat ambrol (aspalnya),” tambah @sonnyadityamasgimo.

Dampak buruknya infrastruktur jalan ini membuat wisata Pantai Balekambang tidak dilirik wisatawan. Ditambah lagi, pandemi dan aturan pembatasan makin mempersempit kunjungan wisatawan pantai. “Harian 35 pengunjung. Paling banyak 50 orang. Apalagi sekarang bulan puasa,” ujar Koordinator Petugas Lapangan Objek Wisata Balekambang Sudjono, kemarin.

Dia mengerahkan segala upaya agar jumlah kunjungan naik. Misalnya, mempersiapkan event menyambut Hari Raya Idul Fitri. Libur Lebaran ini, Sudjono memprediksi ada peningkatan jumlah pengunjung. “Kemungkinan nanti H+2 ada peningkatan pengunjung. Karena itu kami siapkan konsep agar makin banyak wisatawan,” tambahnya.

Terkait kondisi jalan, Sudjono mengakui menerima keluhan dari wisatawan yang datang. “Ya mungkin itu juga bisa (penyebab tamu sedikit). Tetapi jembatan kan sudah terbangun,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPUBM Kabupaten Malang Suwignyo menyebut bahwa jalan menuju pantai Balekambang di Bantur memang rusak parah. Tetapi dia mengaku sudah menganggarkannya tahun ini. ”Dua tahun terakhir (2020-2021) belum diperbaiki karena refocusing. Sekarang tidak ada. Dan setelah Lebaran bisa diperbaiki (jalur Bantur),” katanya dikonfirmasi Jumat kemarin.

Menurutnya, salah satu titik jalan yang diperbaiki adalah sekitar SPBU Bantur. Prosesnya harus lelang di LPSE Kabupaten Malang. Tetapi Suwignyo belum menyebut berapa total pagu anggaran perbaikan di titik tersebut.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/