alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Layanan Kesehatan Belum Ideal, Kabupaten Malang Butuh Puskesmas Baru

KEPANJEN – Guna memenuhi standart pelayanan kesehatan yang ideal, Kabupaten Malang harus nya membutuhkan penambahan 1-5 puskesmas baru. Hasil kajian Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang mencatat, hal ini karena dibanding dengan jumlah puskesmas seperti saat ini, beban tenaga kesehatan (nakes) terlalu berat. Imbasnya, mereka terancam tidak maksimal dalam melayani masyarakat.

“Dalam satu kecamatan biasanya ada 16 desa. Maka program-program kesehatan akan sulit optimal jika hanya ada satu puskesmas (di tiap kecamatan, Red),” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo, kemarin (15/10).

”Perlu ada penambahan puskesmas, terutama di kecamatan yang memiliki lebih dari 15 desa,” tambah pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Mantan direktur RSUD Lawang tersebut memaparkan, saat ini ada 39 puskesmas yang tersebar di wilayah Bumi Kanjuruhan-sebutan Kabupaten Malang. Mereka melayani warga di 390 desa-kelurahan. Jika dirata-rata, artinya satu puskesmas melayani 10 desa.

Namun faktanya, jumlah desa di setiap kecamatan tidak sama. Ada kecamatan yang membawahi kurang dari 10 desa, tapi ada yang juga meliputi 10-15 desa. Khusus kecamatan yang membawahi 10-15 desa inilah yang menurut Arbani butuh penambahan puskesmas.

Lantas idealnya butuh penambahan berapa puskesmas? Lalu kapan penambahan itu harus terealisasi? ”Mungkin ada 1 sampai 5 puskesmas (penambahan, Red) sampai tahun 2024,” katanya.

Arbani mengatakan, meski saat ini 39 puskesmas sudah mempunyai fasilitas rawat inap, namun keterbatasan ini membuat langkah pemkab dalam menjamin kesehatan masyarakat sulit terwujud. Sehingga ke depan pihaknya tetap akan mengajukan penambahan fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan itu.

Dalam analisis yang lebih dalam, kata Arbani, secara ideal jumlah puskesmas yang dibutuhkan sangat banyak. Bahkan bisa saja satu kecamatan dengan kontur wilayah yang sangat luas bisa memiliki lebih dari 2 puskesmas.  “Idealnya 2,6 juta penduduk dengan dokter sebanyak 1 banding 5.000 penduduk,” terangnya.

Saat ditanya kapan dia akan mulai mengajukan penambahan puskesmas tersebut, pria yang juga pernah buka praktik sebagai dokter gigi itu belum bisa menjelaskan secara pasti.  Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dibahas secara matang guna mewujudkan rencana tersebut. “Kami coba menganalisis dan kami cek wilayahnya yang lebih dari 15 desa. Jika ada pustu (puskemas pembantu) yang potensial, akan menjadi puskesmas,” tuturnya.

Dia optimistis rencana ini dapat diwujudkan. Menurut dia, ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh warga jika ketersediaan puskesmas tercukupi. Pertama, meningkatnya layanan kesehatan untuk warga Bumi Kanjuruhan. Kedua, akan mempermudah dinas kesehatan menjadikan kabupaten Malang sebagai daerah yang lebih aman dan sehat.  “Penambahan puskesmas juga untuk mengoptimalkan pelayanan rujukan rumah sakit. Sehingga terintegrasi,” pungkas Arbani. (fik/dan/rmc)

KEPANJEN – Guna memenuhi standart pelayanan kesehatan yang ideal, Kabupaten Malang harus nya membutuhkan penambahan 1-5 puskesmas baru. Hasil kajian Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang mencatat, hal ini karena dibanding dengan jumlah puskesmas seperti saat ini, beban tenaga kesehatan (nakes) terlalu berat. Imbasnya, mereka terancam tidak maksimal dalam melayani masyarakat.

“Dalam satu kecamatan biasanya ada 16 desa. Maka program-program kesehatan akan sulit optimal jika hanya ada satu puskesmas (di tiap kecamatan, Red),” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo, kemarin (15/10).

”Perlu ada penambahan puskesmas, terutama di kecamatan yang memiliki lebih dari 15 desa,” tambah pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Mantan direktur RSUD Lawang tersebut memaparkan, saat ini ada 39 puskesmas yang tersebar di wilayah Bumi Kanjuruhan-sebutan Kabupaten Malang. Mereka melayani warga di 390 desa-kelurahan. Jika dirata-rata, artinya satu puskesmas melayani 10 desa.

Namun faktanya, jumlah desa di setiap kecamatan tidak sama. Ada kecamatan yang membawahi kurang dari 10 desa, tapi ada yang juga meliputi 10-15 desa. Khusus kecamatan yang membawahi 10-15 desa inilah yang menurut Arbani butuh penambahan puskesmas.

Lantas idealnya butuh penambahan berapa puskesmas? Lalu kapan penambahan itu harus terealisasi? ”Mungkin ada 1 sampai 5 puskesmas (penambahan, Red) sampai tahun 2024,” katanya.

Arbani mengatakan, meski saat ini 39 puskesmas sudah mempunyai fasilitas rawat inap, namun keterbatasan ini membuat langkah pemkab dalam menjamin kesehatan masyarakat sulit terwujud. Sehingga ke depan pihaknya tetap akan mengajukan penambahan fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan itu.

Dalam analisis yang lebih dalam, kata Arbani, secara ideal jumlah puskesmas yang dibutuhkan sangat banyak. Bahkan bisa saja satu kecamatan dengan kontur wilayah yang sangat luas bisa memiliki lebih dari 2 puskesmas.  “Idealnya 2,6 juta penduduk dengan dokter sebanyak 1 banding 5.000 penduduk,” terangnya.

Saat ditanya kapan dia akan mulai mengajukan penambahan puskesmas tersebut, pria yang juga pernah buka praktik sebagai dokter gigi itu belum bisa menjelaskan secara pasti.  Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dibahas secara matang guna mewujudkan rencana tersebut. “Kami coba menganalisis dan kami cek wilayahnya yang lebih dari 15 desa. Jika ada pustu (puskemas pembantu) yang potensial, akan menjadi puskesmas,” tuturnya.

Dia optimistis rencana ini dapat diwujudkan. Menurut dia, ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh warga jika ketersediaan puskesmas tercukupi. Pertama, meningkatnya layanan kesehatan untuk warga Bumi Kanjuruhan. Kedua, akan mempermudah dinas kesehatan menjadikan kabupaten Malang sebagai daerah yang lebih aman dan sehat.  “Penambahan puskesmas juga untuk mengoptimalkan pelayanan rujukan rumah sakit. Sehingga terintegrasi,” pungkas Arbani. (fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/