alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pasar Bululawang Terbakar, Pak Camat Bakal Rela Ngantor Bareng Pedagang

KABUPATEN – Kepulan asap hitam bercampur kobaran api memecah kegelapan di langit Kecamatan Bululawang, Minggu dini hari (16/1). Kobaran api itu berasal dari sekitar 51 bedak pedagang Pasar Bululawang yang terbakar habis. Kerusakan paling parah terjadi di bagian depan pasar. Tepatnya di area penjual pakaian, barang elektronik, pracangan, dan warung. Kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 10,2 miliar. Sebagai alternatif relokasi, Kantor Camat bakal menjadi salah satu lokasi pilihannya.

Raymond Gunito Farandi Junior, salah seorang pemilik toko pakaian yang menjadi korban mengaku mendapat kabar tentang peristiwa kebakaran itu pada pukul 00.30. ”Waktu sampai di sini apinya sudah sangat besar, mau ambil barang juga takut bahaya,” kata Raymond. Pria yang mewarisi toko milik orang tuanya tersebut hanya bisa pasrah. Toko tempatnya berjualan hangus tanpa sisa. Tampak setumpuk pakaian anak dan dewasa di dalam tokonya sudah meleleh, menyisakan beberapa potongan yang tak utuh. ”Mau masuk lewat pintu depan tidak bisa, lewat pintu belakang bisa, tapi apinya terlalu besar,” ujarnya.

Di tanya soal jumlah kerugian, pria asli Bululawang itu menyebut angkanya menyentuh ratusan juta. ”Sekitar Rp 300 juta, karena sebagian barang untuk persiapan Ramadan dan Idul Fitri sudah masuk,” sesal pemuda 24 tahun itu. Dia berharap, segera ada upaya maupun bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki kios maupun bedak tempat mereka berjualan.

Kesedihan serupa juga dirasakan Sugiono. Pria yang juga berdagang pakaian itu harus menelan kerugian besar setelah tiga bedak tempatnya berjualan hangus sekaligus. ”Nggak ada yang sempat diselamatkan karena kondisi pintu dikunci semua oleh penjaga. Petugas Pemadam Kebakaran pun sampai marah-marah karena mereka tidak bisa masuk,” kata pria yang juga agen koran Jawa Pos itu.

Kerugian yang dia alami diperkirakan mencapai angka Rp 200 juta. Pria 43 tahun itu juga berharap segera ada upaya dari pemerintah agar mereka bisa kembali berjualan. ”Selama proses perbaikan, kami berharap ada tempat untuk relokasi,” kata pria yang berdomisili di Kelurahan Sawojajar, Kota Malang itu.

Menurut Sugiono, kelangsungan untuk tetap bisa berdagang itu sangat penting dalam bulan-bulan ini. Sebab, dia dan keluarganya sudah harus mulai bersiap-siap menyediakan kebutuhan pakaian untuk Ramadan dan Idul Fitri. ”Bulan Puasa dan Lebaran ini kan selalu menjadi masa panen pedagang di pasar. Kalau tidak segera berjualan lagi, kami nanti merugi,” ujarnya.

Upayakan CSR dan Bantuan Baznas

Soal revitalisasi, Bupati Malang Drs H M. Sanusi menuturkan bahwa langkah tersebut belum bisa dilakukan dalam penanganan pasca-kebakaran Pasar Bululawang. ”Kalau menunggu revitalisasi kelamaan. Sebisa mungkin mereka sudah bisa berjualan lagi dalam sebulan ke depan,” kata Sanusi.

Pria asal Gondanglegi itu menuturkan bahwa penggunaan APBD untuk perbaikan pasar yang terbakar itu belum memungkinkan. Pasalnya, saat ini tahun anggaran sudah berjalan. Menunggu bantuan dari pusat juga belum tentu ada kepastian. Karena itulah, Sanusi mencoba mencari alternatif lain dengan memanfaatkan dana gotong royong dan bantuan dari Baznas.

Dana gotong royong yang dimaksud adalah bantuan yang berasal dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Bululawang. ”Pengusaha di Malang ini kan banyak. Mulai dari Pabrik Gula Krebet dan perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap nasibnya orang yang mendapat musibah kebakaran ini,” beber Sanusi.

Hingga kemarin belum ada angka pasti terkait dengan besaran kerugian yang disebabkan kebakaran tersebut. Namun jika diestimasikan setiap bedak mengalami kerugian sebesar Rp 200 juta, artinya nilai kerugian yang disebabkan kebakaran tersebut menyentuh angka Rp 10,2 miliar. ”Ya kalau secara gambaran (jumlah) sebesar itu bisa. Tapi akan kami cek dan update kembali untuk angka pastinya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto.

Terdekat, Agung mengatakan bahwa yang akan segera dilakukan adalah mengupayakan relokasi bagi para pedagang. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Bululawang dan sudah mendapatkan respons positif. Bahkan, untuk sementara para pedagang diizinkan menggunakan lahan di sekitar kantor kecamatan sebagai alternatif lahan relokasi.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) itu menjelaskan, alasan penggunaan lahan kecamatan tersebut karena lokasinya yang berada tepat di depan Pasar Bululawang. ”Dan pengalaman yang sudah-sudah, kalau menggunakan (badan) jalan itu akan mengganggu lalu lintas,” terang Agung.

Pasar Bululawang, lanjut kata Agung, sebenarnya sudah masuk dalam proposal pengajuan revitalisasi ke tingkat pemerintah pusat. Bahkan perencanaannya sudah jadi. Dari proposal yang diajukan, revitalisasi pasar tersebut membutuhkan anggaran hingga Rp 17 miliar. , ”Misalnya dari pusat sudah ada persiapan dana, maka bisa segera dilakukan revitalisasi. Konsepnya tetap pasar rakyat, tapi dikemas dengan green building,” tandas Agung. (iik/fat)

 

KABUPATEN – Kepulan asap hitam bercampur kobaran api memecah kegelapan di langit Kecamatan Bululawang, Minggu dini hari (16/1). Kobaran api itu berasal dari sekitar 51 bedak pedagang Pasar Bululawang yang terbakar habis. Kerusakan paling parah terjadi di bagian depan pasar. Tepatnya di area penjual pakaian, barang elektronik, pracangan, dan warung. Kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 10,2 miliar. Sebagai alternatif relokasi, Kantor Camat bakal menjadi salah satu lokasi pilihannya.

Raymond Gunito Farandi Junior, salah seorang pemilik toko pakaian yang menjadi korban mengaku mendapat kabar tentang peristiwa kebakaran itu pada pukul 00.30. ”Waktu sampai di sini apinya sudah sangat besar, mau ambil barang juga takut bahaya,” kata Raymond. Pria yang mewarisi toko milik orang tuanya tersebut hanya bisa pasrah. Toko tempatnya berjualan hangus tanpa sisa. Tampak setumpuk pakaian anak dan dewasa di dalam tokonya sudah meleleh, menyisakan beberapa potongan yang tak utuh. ”Mau masuk lewat pintu depan tidak bisa, lewat pintu belakang bisa, tapi apinya terlalu besar,” ujarnya.

Di tanya soal jumlah kerugian, pria asli Bululawang itu menyebut angkanya menyentuh ratusan juta. ”Sekitar Rp 300 juta, karena sebagian barang untuk persiapan Ramadan dan Idul Fitri sudah masuk,” sesal pemuda 24 tahun itu. Dia berharap, segera ada upaya maupun bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki kios maupun bedak tempat mereka berjualan.

Kesedihan serupa juga dirasakan Sugiono. Pria yang juga berdagang pakaian itu harus menelan kerugian besar setelah tiga bedak tempatnya berjualan hangus sekaligus. ”Nggak ada yang sempat diselamatkan karena kondisi pintu dikunci semua oleh penjaga. Petugas Pemadam Kebakaran pun sampai marah-marah karena mereka tidak bisa masuk,” kata pria yang juga agen koran Jawa Pos itu.

Kerugian yang dia alami diperkirakan mencapai angka Rp 200 juta. Pria 43 tahun itu juga berharap segera ada upaya dari pemerintah agar mereka bisa kembali berjualan. ”Selama proses perbaikan, kami berharap ada tempat untuk relokasi,” kata pria yang berdomisili di Kelurahan Sawojajar, Kota Malang itu.

Menurut Sugiono, kelangsungan untuk tetap bisa berdagang itu sangat penting dalam bulan-bulan ini. Sebab, dia dan keluarganya sudah harus mulai bersiap-siap menyediakan kebutuhan pakaian untuk Ramadan dan Idul Fitri. ”Bulan Puasa dan Lebaran ini kan selalu menjadi masa panen pedagang di pasar. Kalau tidak segera berjualan lagi, kami nanti merugi,” ujarnya.

Upayakan CSR dan Bantuan Baznas

Soal revitalisasi, Bupati Malang Drs H M. Sanusi menuturkan bahwa langkah tersebut belum bisa dilakukan dalam penanganan pasca-kebakaran Pasar Bululawang. ”Kalau menunggu revitalisasi kelamaan. Sebisa mungkin mereka sudah bisa berjualan lagi dalam sebulan ke depan,” kata Sanusi.

Pria asal Gondanglegi itu menuturkan bahwa penggunaan APBD untuk perbaikan pasar yang terbakar itu belum memungkinkan. Pasalnya, saat ini tahun anggaran sudah berjalan. Menunggu bantuan dari pusat juga belum tentu ada kepastian. Karena itulah, Sanusi mencoba mencari alternatif lain dengan memanfaatkan dana gotong royong dan bantuan dari Baznas.

Dana gotong royong yang dimaksud adalah bantuan yang berasal dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Bululawang. ”Pengusaha di Malang ini kan banyak. Mulai dari Pabrik Gula Krebet dan perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap nasibnya orang yang mendapat musibah kebakaran ini,” beber Sanusi.

Hingga kemarin belum ada angka pasti terkait dengan besaran kerugian yang disebabkan kebakaran tersebut. Namun jika diestimasikan setiap bedak mengalami kerugian sebesar Rp 200 juta, artinya nilai kerugian yang disebabkan kebakaran tersebut menyentuh angka Rp 10,2 miliar. ”Ya kalau secara gambaran (jumlah) sebesar itu bisa. Tapi akan kami cek dan update kembali untuk angka pastinya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto.

Terdekat, Agung mengatakan bahwa yang akan segera dilakukan adalah mengupayakan relokasi bagi para pedagang. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Bululawang dan sudah mendapatkan respons positif. Bahkan, untuk sementara para pedagang diizinkan menggunakan lahan di sekitar kantor kecamatan sebagai alternatif lahan relokasi.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) itu menjelaskan, alasan penggunaan lahan kecamatan tersebut karena lokasinya yang berada tepat di depan Pasar Bululawang. ”Dan pengalaman yang sudah-sudah, kalau menggunakan (badan) jalan itu akan mengganggu lalu lintas,” terang Agung.

Pasar Bululawang, lanjut kata Agung, sebenarnya sudah masuk dalam proposal pengajuan revitalisasi ke tingkat pemerintah pusat. Bahkan perencanaannya sudah jadi. Dari proposal yang diajukan, revitalisasi pasar tersebut membutuhkan anggaran hingga Rp 17 miliar. , ”Misalnya dari pusat sudah ada persiapan dana, maka bisa segera dilakukan revitalisasi. Konsepnya tetap pasar rakyat, tapi dikemas dengan green building,” tandas Agung. (iik/fat)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/