alexametrics
22 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Soal Penularan Omicron di Kabupaten Malang, Ini Faktanya!

KABUPATEN – Temuan varian Covid-19 jenis Omicron di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, direspons cepat berbagai pihak.  Selain memberlakukan PPKM mikro berbasis RT, pelacakan dilakukan terhadap seluruh warga di kawasan tersebut. Hasilnya, empat warga diketahui positif Covid-19, dan hanya satu yang teridentifikasi sebagai varian baru omicron.

Data terbaru itu disampaikan Bupati Malang Drs H M. Sanusi. Dia memastikan bahwa hingga kemarin (16/1) hanya ada 1 kasus Omicron yang terlapor di Kabupaten Malang. ”Awalnya ada tiga pasien positif (Covid-19). Yang satu Omicron, yang 2 Covid biasa,” kata Sanusi. Dia juga menegaskan bahwa temuan varian baru tersebut merupakan transmisi lokal yang didapatkan pasien perempuan dari suaminya. Perempuan berinisial L itu dari Trenggalek pindah ke Malang sekitar 20 Desember.

Bupati Malang, Sanusi (Dok/Radar Malang)

Kemarin siang, setelah dilakukan tracing, Dinas Kesehatan Malang mendapatkan data bahwa di kawasan Banjararum kembali ditemukan satu pasien positif Covid-19. ”Inisialnya N, statusnya tetangga dan tidak ada hubungan keluarga dengan pasien yang sebelumnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo. Pasien itu pun langsung dievakuasi ke Rusunawa ASN Kepanjen. Pantauan koran ini kemarin, beberapa petugas TNI dan Polri tampak berjaga di depan gang yang berada di Jalan Segaran. Sejumlah warga, baik orang dewasa maupun anak-anak, berlalu lalang untuk mengambil bantuan sembako dari posko yang disediakan.

Bidan di wilayah Desa Banjararum Ela Herawati menuturkan, sebanyak 108 paket bantuan sembako sudah dibagikan kepada masyarakat terdampak. ”Kondisi warga yang lain relatif sehat. Ada 108 KK (kepala keluarga) yang terdaftar selain 1 KK yang sudah dievakuasi ke safe house di Kepanjen,” kata Ela.

Sementara itu, Kapolsek Singosari Kompol Achmad Robial mengatakan, pihaknya bersama jajaran TNI melakukan pengamanan selama 24 jam di pintu masuk menuju RT 2 RW 10 Desa Banjararum. Jalur masuk itu ditutup  untuk melaksanakan PPKM mikro sambil dilakukan langkah-langkah tracing.  Juga penyemprotan disinfektan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Seluruh aktivitas warga juga dibatasi. Selain untuk kepentingan yang mendesak, warga dilarang keluar dari area tempat tinggal. Begitu pun warga luar yang tidak berkepentingan, mereka dilarang untuk masuk ke wilayah tersebut. ”Warga sekitar nggak boleh keluar-keluar dulu. Untuk kebutuhan sembako sementara di suplai dari pemerintah,” tambah perwira dengan satu melati di pundaknya itu.

Bagi warga yang membutuhkan barang-barang yang tidak tersedia di posko, petugas akan mengarahkan mereka untuk melapor agar mendapat bantuan. Terakhir, pada Sabtu (15/1), pihaknya telah mengirim 17 spesimen hasil PCR untuk di menjalani tes laboratorium di RSUD Kanjuruhan.

Secara keseluruhan, Robial menyebut bahwa kondisi tiga pasien yang saat ini dirawat di safe house relatif baik. “Seluruhnya tanpa gejala, secara fisik tidak ada keluhan, tapi secara psikis ada tekanan,” terangnya. Robial menyebut, pasien merasa tertekan akibat pemberitaan yang meluas belakangan ini. “Mereka syok karena banyak berita yang menyudutkan,” tandasnya. (and/iik/fat)

KABUPATEN – Temuan varian Covid-19 jenis Omicron di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, direspons cepat berbagai pihak.  Selain memberlakukan PPKM mikro berbasis RT, pelacakan dilakukan terhadap seluruh warga di kawasan tersebut. Hasilnya, empat warga diketahui positif Covid-19, dan hanya satu yang teridentifikasi sebagai varian baru omicron.

Data terbaru itu disampaikan Bupati Malang Drs H M. Sanusi. Dia memastikan bahwa hingga kemarin (16/1) hanya ada 1 kasus Omicron yang terlapor di Kabupaten Malang. ”Awalnya ada tiga pasien positif (Covid-19). Yang satu Omicron, yang 2 Covid biasa,” kata Sanusi. Dia juga menegaskan bahwa temuan varian baru tersebut merupakan transmisi lokal yang didapatkan pasien perempuan dari suaminya. Perempuan berinisial L itu dari Trenggalek pindah ke Malang sekitar 20 Desember.

Bupati Malang, Sanusi (Dok/Radar Malang)

Kemarin siang, setelah dilakukan tracing, Dinas Kesehatan Malang mendapatkan data bahwa di kawasan Banjararum kembali ditemukan satu pasien positif Covid-19. ”Inisialnya N, statusnya tetangga dan tidak ada hubungan keluarga dengan pasien yang sebelumnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo. Pasien itu pun langsung dievakuasi ke Rusunawa ASN Kepanjen. Pantauan koran ini kemarin, beberapa petugas TNI dan Polri tampak berjaga di depan gang yang berada di Jalan Segaran. Sejumlah warga, baik orang dewasa maupun anak-anak, berlalu lalang untuk mengambil bantuan sembako dari posko yang disediakan.

Bidan di wilayah Desa Banjararum Ela Herawati menuturkan, sebanyak 108 paket bantuan sembako sudah dibagikan kepada masyarakat terdampak. ”Kondisi warga yang lain relatif sehat. Ada 108 KK (kepala keluarga) yang terdaftar selain 1 KK yang sudah dievakuasi ke safe house di Kepanjen,” kata Ela.

Sementara itu, Kapolsek Singosari Kompol Achmad Robial mengatakan, pihaknya bersama jajaran TNI melakukan pengamanan selama 24 jam di pintu masuk menuju RT 2 RW 10 Desa Banjararum. Jalur masuk itu ditutup  untuk melaksanakan PPKM mikro sambil dilakukan langkah-langkah tracing.  Juga penyemprotan disinfektan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Seluruh aktivitas warga juga dibatasi. Selain untuk kepentingan yang mendesak, warga dilarang keluar dari area tempat tinggal. Begitu pun warga luar yang tidak berkepentingan, mereka dilarang untuk masuk ke wilayah tersebut. ”Warga sekitar nggak boleh keluar-keluar dulu. Untuk kebutuhan sembako sementara di suplai dari pemerintah,” tambah perwira dengan satu melati di pundaknya itu.

Bagi warga yang membutuhkan barang-barang yang tidak tersedia di posko, petugas akan mengarahkan mereka untuk melapor agar mendapat bantuan. Terakhir, pada Sabtu (15/1), pihaknya telah mengirim 17 spesimen hasil PCR untuk di menjalani tes laboratorium di RSUD Kanjuruhan.

Secara keseluruhan, Robial menyebut bahwa kondisi tiga pasien yang saat ini dirawat di safe house relatif baik. “Seluruhnya tanpa gejala, secara fisik tidak ada keluhan, tapi secara psikis ada tekanan,” terangnya. Robial menyebut, pasien merasa tertekan akibat pemberitaan yang meluas belakangan ini. “Mereka syok karena banyak berita yang menyudutkan,” tandasnya. (and/iik/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/