alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

11 Hari Penyekatan di Malang, 3000 Kendaraan Balik Kanan

KABUPATEN – Banyak kendaraan yang diduga pemudik gagal menembus area Kabupaten Malang. Dalam kurun waktu 11 hari masa penyekatan, 6-16 Mei, setidaknya ada 3.000-an kendaraan yang terpaksa ”balik kanan” karena dihalau petugas.

Jumlah tersebut berdasarkan laporan 6 pos checkpoint di Kabupaten Malang. Keenam checkpoint tersebut berada di exit tol Singosari, pos pantau di Jalan Raya Kepuharjo (Karangploso), exit tol Pakis, exit tol Lawang, dan checkpoint Karangkates (Sumberpucung).

”Kendaraan yang sudah kami paksa putar balik hampir 3.000 unit kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Itu sejak hari pertama penyekatan hingga kini (kemarin),” ujar Kabagops Polres Malang, Kompol Hegy Renata kemarin (16/5).

Dari keenam checkpoint tersebut, exit tol Singosari yang paling banyak menghalau kendaraan. Diduga itu karena exit tol yang berada di Karanglo, Kecamatan Singosari, itu menjadi akses strategis menuju Kota Malang dan Kota Batu.

”Titik paling sibuk berada di exit tol Singosari,” katanya.

Selama masa penyekatan, pihaknya tidak mendapati peristiwa penyerobotan oleh pengendara seperti di beberapa daerah lain. ”Di Malang ini tidak ada penjebolan pos penyekatan. Masyarakat juga tertib. Jalur-jalur alternatif juga cenderung kecil, sehingga belum ada penyerobotan,” ungkapnya.

Dalam pantauannya, selama dua hari masa pembukaan tempat wisata di Kabupaten Malang, arus lalu lintas di daerah terluas nomor dua di Jawa Timur ini cenderung stabil. Tidak ada lonjakan kendaraan yang cukup signifikan.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi faktor tetap stabilnya arus lalu lintas. ”Hingga kini jumlah wisatawan cenderung menurun karena khawatir informasi varian Covid-19 yang baru dan khawatir gempa bumi,” papar perwira polisi dengan satu melati di pundaknya tersebut.

Hari ini (17/5) akan menjadi hari terakhir masa pelarangan mudik Lebaran tahun 2021. Meski begitu, dia mengaku tak akan menurunkan intensitas penjagaan di setiap checkpoint.

”Kami tetap melakukan kegiatan penyekatan di Ampelgading, Karangkates, Singosari, Lawang, dan Pakis. Kemudian di Pantai Selatan kami siapkan pos pengamanan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menegaskan, hingga masa larangan mudik dicabut, penjagaan di setiap pos pengamanan tak akan kendor. Dia sendiri menyebut, selama ini di wilayah hukum polres Malang juga belum ditemukan adanya pemudik yang menyelundup di kendaraan angkutan barang atau yang lainnya.

”Hingga saat ini kami masih belum menemui hal itu. Setiap hari ratusan kendaraan kami putar balikkan,” ucapnya.

Tak hanya di jalur utama, penjagaan di jalur tikus juga terus dimaksimalkan. Menurutnya, petugas yang berjaga di jalur alternatif lebih enak dalam melakukan pengawasan. Karena lalu lintas di jalur alternatif cenderung landai.

”Di jalur tikus juga sudah maksimal. Bahkan bisa dibilang lebih maksimal di sana karena lalu lintasnya tak padat. Setiap hari mereka juga memutarbalikkan kendaraan dari luar daerah yang mau masuk (Kabupaten Malang, Red) tanpa ada urgensinya,” tutup Hendri. (fik/c1/dan/rmc)

KABUPATEN – Banyak kendaraan yang diduga pemudik gagal menembus area Kabupaten Malang. Dalam kurun waktu 11 hari masa penyekatan, 6-16 Mei, setidaknya ada 3.000-an kendaraan yang terpaksa ”balik kanan” karena dihalau petugas.

Jumlah tersebut berdasarkan laporan 6 pos checkpoint di Kabupaten Malang. Keenam checkpoint tersebut berada di exit tol Singosari, pos pantau di Jalan Raya Kepuharjo (Karangploso), exit tol Pakis, exit tol Lawang, dan checkpoint Karangkates (Sumberpucung).

”Kendaraan yang sudah kami paksa putar balik hampir 3.000 unit kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Itu sejak hari pertama penyekatan hingga kini (kemarin),” ujar Kabagops Polres Malang, Kompol Hegy Renata kemarin (16/5).

Dari keenam checkpoint tersebut, exit tol Singosari yang paling banyak menghalau kendaraan. Diduga itu karena exit tol yang berada di Karanglo, Kecamatan Singosari, itu menjadi akses strategis menuju Kota Malang dan Kota Batu.

”Titik paling sibuk berada di exit tol Singosari,” katanya.

Selama masa penyekatan, pihaknya tidak mendapati peristiwa penyerobotan oleh pengendara seperti di beberapa daerah lain. ”Di Malang ini tidak ada penjebolan pos penyekatan. Masyarakat juga tertib. Jalur-jalur alternatif juga cenderung kecil, sehingga belum ada penyerobotan,” ungkapnya.

Dalam pantauannya, selama dua hari masa pembukaan tempat wisata di Kabupaten Malang, arus lalu lintas di daerah terluas nomor dua di Jawa Timur ini cenderung stabil. Tidak ada lonjakan kendaraan yang cukup signifikan.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi faktor tetap stabilnya arus lalu lintas. ”Hingga kini jumlah wisatawan cenderung menurun karena khawatir informasi varian Covid-19 yang baru dan khawatir gempa bumi,” papar perwira polisi dengan satu melati di pundaknya tersebut.

Hari ini (17/5) akan menjadi hari terakhir masa pelarangan mudik Lebaran tahun 2021. Meski begitu, dia mengaku tak akan menurunkan intensitas penjagaan di setiap checkpoint.

”Kami tetap melakukan kegiatan penyekatan di Ampelgading, Karangkates, Singosari, Lawang, dan Pakis. Kemudian di Pantai Selatan kami siapkan pos pengamanan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menegaskan, hingga masa larangan mudik dicabut, penjagaan di setiap pos pengamanan tak akan kendor. Dia sendiri menyebut, selama ini di wilayah hukum polres Malang juga belum ditemukan adanya pemudik yang menyelundup di kendaraan angkutan barang atau yang lainnya.

”Hingga saat ini kami masih belum menemui hal itu. Setiap hari ratusan kendaraan kami putar balikkan,” ucapnya.

Tak hanya di jalur utama, penjagaan di jalur tikus juga terus dimaksimalkan. Menurutnya, petugas yang berjaga di jalur alternatif lebih enak dalam melakukan pengawasan. Karena lalu lintas di jalur alternatif cenderung landai.

”Di jalur tikus juga sudah maksimal. Bahkan bisa dibilang lebih maksimal di sana karena lalu lintasnya tak padat. Setiap hari mereka juga memutarbalikkan kendaraan dari luar daerah yang mau masuk (Kabupaten Malang, Red) tanpa ada urgensinya,” tutup Hendri. (fik/c1/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/