alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Bangun Embung di Peniwen, Pemkab Malang Siapkan Rp 23 Miliar

MALANG – Kabupaten Malang bakal punya embung baru. Lokasinya di Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan. Embung senilai Rp 23 miliar yang dijanjikan oleh pemerintah pusat itu mulai dibangun kemarin (16/6).

Kemarin Bupati Malang Drs H. M. Sanusi MM bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Dr Ir Muhammad Rizal MSc melakukan grown breaking di lokasi yang akan dibangun embung.

”Embung ini dibangun di lahan seluas 4,8 hektare. Embung dirancang memiliki daya tampung 73 ribu meter kubik,” ujar Kepala BBWS Brantas Muhammad Rizal usai menyaksikan alat berat melakukan pengerukan lahan.

Biaya pembangunan embung bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan ditarget selesai pada Desember 2021 mendatang. Dengan kapasitas tersebut, Rizal yakin embung tersebut nantinya akan bisa mengaliri 70 hektare tanaman padi di kawasan tersebut. Selain itu, air embung tersebut berfungsi menyimpan air baku.

”Karena memang kualitas airnya bagus, mungkin bisa dimanfaatkan secara langsung menjadi air minum,” ucapnya.

Selain dua kegunaan tersebut, Rizal mengatakan, pemerintah daerah bisa mengambil manfaat sampingan dari pembangunan embung baru tersebut. Yakni untuk dijadikan pariwisata. Sehingga pembangunan embung itu nanti benar-benar akan mendongkrak perekonomian warga Kabupaten Malang.

”Kami harap kerja sama semacam ini tidak hanya akan berhenti di sini saja, namun juga ke arah lainnya,” kata dia.

Rizal menyebut, ada satu potensi besar lain yang dimiliki oleh Bumi Kanjuruhan. Yakni berada di sungai Lesti. Dia mengatakan apabila ada perencanaan yang matang, BBWS Brantas bisa kembali memfasilitasi Pemkab Malang untuk didirikan bendungan di kawasan Kabupaten Malang.

”Untuk bendungan, Kabupaten Malang punya potensi bendungan Lesti 3. Tapi untuk bendungan effort-nya akan lebih besar karena pembebasan tanah yang akan dilakukan juga cukup besar,” pungkas dia.

Di tempat yang sama, Bupati Malang, Drs H. M. Sanusi MM meyakini bahwa pembangunan embung itu bakal bermanfaat untuk warga. Utamanya warga di Kecamatan Kromengan. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, kabupaten Malang mempunyai 41 embung.

”Embung ini akan sangat bermanfaat karena bisa menampung air. Sehingga dapat mencegah banjir dan juga mengantisipasi kekeringan,” terangnya.

Untuk pengembangan potensi wisata yang ada di embung Peniwen, pihaknya bakal menginstruksikan kepala desa (kades) dan camat agar mengelola embung tersebut. Seperti memberikan benih ikan atau menambahkan perlengkapan lainnya.

”Ada embung nanti bisa tanami ikan, bisa bikin perahu, bisa bikin yang lain yang berhubungan dengan wisata air,” kata pria Asal Gondanglegi ini.

Dia berharap, warga sekitar juga ikut berperan dalam optimalisasi fasilitas yang diberikan oleh pemerintah pusat ini. Sehingga pembangunan embung yang menelan dana puluhan miliar itu tidak sia-sia.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUSDA) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera mengatakan, awalnya ada 2 lokasi yang diusulkan kepada pemerintah pusat. Yakni di Kromengan dan Gedangan. Namun saat ini baru satu yang direalisasikan.

”Dari hasil penilaian mereka, embung Peniwen ini yang paling urgent untuk direalisasikan,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Avi itu menjelaskan, manfaat embung benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Malang. Di musim hujan, embung bisa difungsikan sebagai tadah air hujan sehingga bisa meminimalisasi banjir. Sedang pada musim kemarau, pasokan air embung bisa digunakan untuk menyuplai kebutuhan air warga. Utamanya untuk pertanian.

”Di Kabupaten Malang, yang terdata sampai saat ini sudah ada 41 embung,” pungkasnya. (fik/c1/dan/rmc)

MALANG – Kabupaten Malang bakal punya embung baru. Lokasinya di Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan. Embung senilai Rp 23 miliar yang dijanjikan oleh pemerintah pusat itu mulai dibangun kemarin (16/6).

Kemarin Bupati Malang Drs H. M. Sanusi MM bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Dr Ir Muhammad Rizal MSc melakukan grown breaking di lokasi yang akan dibangun embung.

”Embung ini dibangun di lahan seluas 4,8 hektare. Embung dirancang memiliki daya tampung 73 ribu meter kubik,” ujar Kepala BBWS Brantas Muhammad Rizal usai menyaksikan alat berat melakukan pengerukan lahan.

Biaya pembangunan embung bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan ditarget selesai pada Desember 2021 mendatang. Dengan kapasitas tersebut, Rizal yakin embung tersebut nantinya akan bisa mengaliri 70 hektare tanaman padi di kawasan tersebut. Selain itu, air embung tersebut berfungsi menyimpan air baku.

”Karena memang kualitas airnya bagus, mungkin bisa dimanfaatkan secara langsung menjadi air minum,” ucapnya.

Selain dua kegunaan tersebut, Rizal mengatakan, pemerintah daerah bisa mengambil manfaat sampingan dari pembangunan embung baru tersebut. Yakni untuk dijadikan pariwisata. Sehingga pembangunan embung itu nanti benar-benar akan mendongkrak perekonomian warga Kabupaten Malang.

”Kami harap kerja sama semacam ini tidak hanya akan berhenti di sini saja, namun juga ke arah lainnya,” kata dia.

Rizal menyebut, ada satu potensi besar lain yang dimiliki oleh Bumi Kanjuruhan. Yakni berada di sungai Lesti. Dia mengatakan apabila ada perencanaan yang matang, BBWS Brantas bisa kembali memfasilitasi Pemkab Malang untuk didirikan bendungan di kawasan Kabupaten Malang.

”Untuk bendungan, Kabupaten Malang punya potensi bendungan Lesti 3. Tapi untuk bendungan effort-nya akan lebih besar karena pembebasan tanah yang akan dilakukan juga cukup besar,” pungkas dia.

Di tempat yang sama, Bupati Malang, Drs H. M. Sanusi MM meyakini bahwa pembangunan embung itu bakal bermanfaat untuk warga. Utamanya warga di Kecamatan Kromengan. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, kabupaten Malang mempunyai 41 embung.

”Embung ini akan sangat bermanfaat karena bisa menampung air. Sehingga dapat mencegah banjir dan juga mengantisipasi kekeringan,” terangnya.

Untuk pengembangan potensi wisata yang ada di embung Peniwen, pihaknya bakal menginstruksikan kepala desa (kades) dan camat agar mengelola embung tersebut. Seperti memberikan benih ikan atau menambahkan perlengkapan lainnya.

”Ada embung nanti bisa tanami ikan, bisa bikin perahu, bisa bikin yang lain yang berhubungan dengan wisata air,” kata pria Asal Gondanglegi ini.

Dia berharap, warga sekitar juga ikut berperan dalam optimalisasi fasilitas yang diberikan oleh pemerintah pusat ini. Sehingga pembangunan embung yang menelan dana puluhan miliar itu tidak sia-sia.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUSDA) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera mengatakan, awalnya ada 2 lokasi yang diusulkan kepada pemerintah pusat. Yakni di Kromengan dan Gedangan. Namun saat ini baru satu yang direalisasikan.

”Dari hasil penilaian mereka, embung Peniwen ini yang paling urgent untuk direalisasikan,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Avi itu menjelaskan, manfaat embung benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Malang. Di musim hujan, embung bisa difungsikan sebagai tadah air hujan sehingga bisa meminimalisasi banjir. Sedang pada musim kemarau, pasokan air embung bisa digunakan untuk menyuplai kebutuhan air warga. Utamanya untuk pertanian.

”Di Kabupaten Malang, yang terdata sampai saat ini sudah ada 41 embung,” pungkasnya. (fik/c1/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/