alexametrics
22.8 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

CJH Berusia di Atas 65 Tahun Dilarang Berangkat

KABUPATEN – Jatah Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Malang yang akan diberangkatkan ke tanah suci sepertinya bakal menyusut. Jika tahun ini tercatat sebanyak 1.600 jamaah yang masuk daftar berangkat, diperkirakan ada sekitar seribuan CJH  yang tercoret, sehingga tersisa 640-an jamaah.

Perkiraan penyusutan CJH ini karena ada pembatasan kuota dari kerajaan Arab Saudi. “Normalnya, (kuota) sekitar dua juta lima ratusan. Sekarang yang dibuka (untuk Indonesia) hanya satu juta jiwa. Tinggal 40 persen-an,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Musta’in, kemarin.

Menurut Musta’in, para CJH ini telah melunasi biaya. Mereka juga termasuk kloter keberangkatan pada tahun 2020 lalu. Karena Covid-19, ratusan warga Kabupaten Malang ini tak bisa melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.

“Andai 40 persen, mungkin ada sekitar 600 an (yang berangkat). Tetapi bisa saja ada tambahan 10 persen. Atau kalau tidak, ditambah kuota-kuota yang siap selain (CJH) tahun 2020,” tambahnya.

Musta’in mengatakan, bukan persoalan kuota saja yang menghambat keberangkatan para CJH asal Bumi Kanjuruhan. Wacana aturan pembatasan usia pun makin membuat calon haji khawatir. Sebab pemerintah kerajaan Arab Saudi dikabarkan melarang CJH dengan usia di atas 65 tahun untuk berangkat.

Padahal, dari data Kemenag Kabupaten Malang, kurang lebih 55 persen CJH berusia di atas 65 tahun. “Saya mendapat informasinya seperti itu. Tapi itu masih belum pasti. Kemenag sedang pendekatan agar hal itu (batas usia) tidak diberlakukan. Atau mungkin ada kekhususan-kekhususan,” tambah Musta’in.

Kemenag Kabupaten Malang tidak bisa memberi jaminan apa pun kepada para CJH. Pasalnya, Musta’in pun menantikan pembagian kuota dari Kemenag pusat. “Kuota dari Arab Saudi masih belum pasti. Begitu ada kepastian, baru nanti Kemenag pusat membagi kuotanya ke daerah,” tutupnya.(fin/dan)

KABUPATEN – Jatah Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Malang yang akan diberangkatkan ke tanah suci sepertinya bakal menyusut. Jika tahun ini tercatat sebanyak 1.600 jamaah yang masuk daftar berangkat, diperkirakan ada sekitar seribuan CJH  yang tercoret, sehingga tersisa 640-an jamaah.

Perkiraan penyusutan CJH ini karena ada pembatasan kuota dari kerajaan Arab Saudi. “Normalnya, (kuota) sekitar dua juta lima ratusan. Sekarang yang dibuka (untuk Indonesia) hanya satu juta jiwa. Tinggal 40 persen-an,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Musta’in, kemarin.

Menurut Musta’in, para CJH ini telah melunasi biaya. Mereka juga termasuk kloter keberangkatan pada tahun 2020 lalu. Karena Covid-19, ratusan warga Kabupaten Malang ini tak bisa melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.

“Andai 40 persen, mungkin ada sekitar 600 an (yang berangkat). Tetapi bisa saja ada tambahan 10 persen. Atau kalau tidak, ditambah kuota-kuota yang siap selain (CJH) tahun 2020,” tambahnya.

Musta’in mengatakan, bukan persoalan kuota saja yang menghambat keberangkatan para CJH asal Bumi Kanjuruhan. Wacana aturan pembatasan usia pun makin membuat calon haji khawatir. Sebab pemerintah kerajaan Arab Saudi dikabarkan melarang CJH dengan usia di atas 65 tahun untuk berangkat.

Padahal, dari data Kemenag Kabupaten Malang, kurang lebih 55 persen CJH berusia di atas 65 tahun. “Saya mendapat informasinya seperti itu. Tapi itu masih belum pasti. Kemenag sedang pendekatan agar hal itu (batas usia) tidak diberlakukan. Atau mungkin ada kekhususan-kekhususan,” tambah Musta’in.

Kemenag Kabupaten Malang tidak bisa memberi jaminan apa pun kepada para CJH. Pasalnya, Musta’in pun menantikan pembagian kuota dari Kemenag pusat. “Kuota dari Arab Saudi masih belum pasti. Begitu ada kepastian, baru nanti Kemenag pusat membagi kuotanya ke daerah,” tutupnya.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/