alexametrics
24.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Hebat…! Pria Ini Ubah Ban Bekas Jadi Macan Kumbang

KEPANJEN – Di tangan Supriatna, sampah bisa diubah menjadi barang mewah. Salah satunya, macan kumbang berbahan ban bekas.

Warga Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menghasilkan macan kumbang. Kali pertama dibuat awal Maret lalu, kemudian rampung pertengahan Maret.

Pria yang akrab disapa Nana itu menceritakan awal mula membuat kerajinan berbahan limbah sampah. Mulanya, tahun 2016, Nana yang bekerja di tempat penampungan sementara (TPS) sampah itu kerap menemui ban bekas.

Karena jumlah ban bekas yang dia temukan di TPS terus bertambah, Nana mulai memikirkan untuk pemanfaatannya. Tujuannya mengendalikan sampah ban bekas. “Setiap harinya sekitar 30 ban bekas yang saya temui. Kalau terus terus bertambah begini, bisa saja ban bekas terus-terusan menumpuk,” ucap dia.

Di TPS tersebut, Nana mulai merangkai ban bekas menjadi barang berguna. Mulanya tidak berminat menjual. Hanya memanfaatkan limbah saja. Tapi setelah menjadi karya seni yang bagus, karyanya itu ditawar orang lain.

Kini, banyak karya seni berbahan limbah yang dia hasilnya. Nana mengaku pernah dikontrak untuk membuat dinosaurus raksasa dan Kalajengking di Wisata Desa Bluron Bengawan Solo (BBS) Gresik selama lima bulan. “Alhamdulillah, untuk menghidupi keluarga bisa tercukupi,” kata pria yang juga ketua RT tersebut.

Ia berharap, karya-karyanya bisa menginspirasi masyarakat agar tidak selalu mengesampingkan sampah. “Saya sudah mendapat kontrak dari Wali Kota Tanggerang untuk melatih kaum difabel. Sembari menunggu pemberangkatan, saya membuat macan kumbang ini,” katanya.(nif/dan)

 

KEPANJEN – Di tangan Supriatna, sampah bisa diubah menjadi barang mewah. Salah satunya, macan kumbang berbahan ban bekas.

Warga Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menghasilkan macan kumbang. Kali pertama dibuat awal Maret lalu, kemudian rampung pertengahan Maret.

Pria yang akrab disapa Nana itu menceritakan awal mula membuat kerajinan berbahan limbah sampah. Mulanya, tahun 2016, Nana yang bekerja di tempat penampungan sementara (TPS) sampah itu kerap menemui ban bekas.

Karena jumlah ban bekas yang dia temukan di TPS terus bertambah, Nana mulai memikirkan untuk pemanfaatannya. Tujuannya mengendalikan sampah ban bekas. “Setiap harinya sekitar 30 ban bekas yang saya temui. Kalau terus terus bertambah begini, bisa saja ban bekas terus-terusan menumpuk,” ucap dia.

Di TPS tersebut, Nana mulai merangkai ban bekas menjadi barang berguna. Mulanya tidak berminat menjual. Hanya memanfaatkan limbah saja. Tapi setelah menjadi karya seni yang bagus, karyanya itu ditawar orang lain.

Kini, banyak karya seni berbahan limbah yang dia hasilnya. Nana mengaku pernah dikontrak untuk membuat dinosaurus raksasa dan Kalajengking di Wisata Desa Bluron Bengawan Solo (BBS) Gresik selama lima bulan. “Alhamdulillah, untuk menghidupi keluarga bisa tercukupi,” kata pria yang juga ketua RT tersebut.

Ia berharap, karya-karyanya bisa menginspirasi masyarakat agar tidak selalu mengesampingkan sampah. “Saya sudah mendapat kontrak dari Wali Kota Tanggerang untuk melatih kaum difabel. Sembari menunggu pemberangkatan, saya membuat macan kumbang ini,” katanya.(nif/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/