alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

PPKM Darurat Harga Ikan Naik, Nelayan Sendangbiru Tetap Melaut

MALANG – Kebijakan PPKM Darurat tak begitu mempengaruhi aktivitas para nelayan di pesisir Malang Selatan. Harga ikan, khususnya tuna yang cenderung naik membuat para nelayan bersemangat melaut. Hanya saja, cuaca kurang bersahabat menjadi kendala.

Kepala Nelayan Sendangbiru, Kasian Hariadi mengatakan bahwa kebijakan PPKM Darurat selama dua pekan tidak berpengaruh besar pada pendapatan nelayan. “Para nelayan tetap mencari ikan seperti biasanya, kebijakan tersebut hanya berdampak sedikit pada harga ikan tapi masih normal,” kata Hari, saat dikunjungi di kediamannya, Minggu (18/7).

Dia menambahkan, saat ini harga ikan malah sedang naik akibat cuaca buruk yang melanda dalam beberapa hari terakhir. “Memang banyak nelayan yang belum berani berlayar akibat angin dan ombak yang sedang tidak bersahabat,” tambahnya.

Di sisi lain, Yuliadi seorang nelayang yang hendak melaut mengutarakan hal yang sama. Dia menyebut bahwa pandemi tidak berpengaruh besar pada aktivitas nelayan.
“Kalau di sini para nelayan memang mencari tuna, untuk harganya memang naik akibat banyak beberapa kota yang menutup akses pengiriman,” ujar Yuliadi.

Dia juga menyebut bahwa selama sebulan setiap nelayan kecil masih bisa memenuhi kebutuhan dapurnya. Meski, dalam segi pendapatan ada penurunan. “Biasanya kalau berangkat pagi itu masih bisa sampai Rp 30 juta, tapi sekarang ada pembatasan pengiriman ke luar kota jelas pendapatan menurun,” tambahnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG – Kebijakan PPKM Darurat tak begitu mempengaruhi aktivitas para nelayan di pesisir Malang Selatan. Harga ikan, khususnya tuna yang cenderung naik membuat para nelayan bersemangat melaut. Hanya saja, cuaca kurang bersahabat menjadi kendala.

Kepala Nelayan Sendangbiru, Kasian Hariadi mengatakan bahwa kebijakan PPKM Darurat selama dua pekan tidak berpengaruh besar pada pendapatan nelayan. “Para nelayan tetap mencari ikan seperti biasanya, kebijakan tersebut hanya berdampak sedikit pada harga ikan tapi masih normal,” kata Hari, saat dikunjungi di kediamannya, Minggu (18/7).

Dia menambahkan, saat ini harga ikan malah sedang naik akibat cuaca buruk yang melanda dalam beberapa hari terakhir. “Memang banyak nelayan yang belum berani berlayar akibat angin dan ombak yang sedang tidak bersahabat,” tambahnya.

Di sisi lain, Yuliadi seorang nelayang yang hendak melaut mengutarakan hal yang sama. Dia menyebut bahwa pandemi tidak berpengaruh besar pada aktivitas nelayan.
“Kalau di sini para nelayan memang mencari tuna, untuk harganya memang naik akibat banyak beberapa kota yang menutup akses pengiriman,” ujar Yuliadi.

Dia juga menyebut bahwa selama sebulan setiap nelayan kecil masih bisa memenuhi kebutuhan dapurnya. Meski, dalam segi pendapatan ada penurunan. “Biasanya kalau berangkat pagi itu masih bisa sampai Rp 30 juta, tapi sekarang ada pembatasan pengiriman ke luar kota jelas pendapatan menurun,” tambahnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/