alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Tragis! Tukang Goreng Kerupuk Tewas di Dalam Wajan

KABUPATEN – Nahas dialami Satuki, 37, warga Dusun Sumberbutuh, Desa Balearjo, Kecamatan Pagelaran. Dia terjatuh ke dalam wajan besar berisi minyak panas dan meninggal seketika. Sejumlah saksi mengatakan bahwa korban tampak limbung dan pingsan sebelum masuk ke penggorengan milik home industry kerupuk di Dusun Krajan, Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang itu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu,16 Februari lalu. Siang itu, meski dalam kondisi kurang sehat, Satuki memutuskan untuk tetap bekerja menggoreng kerupuk. Dia tidak sendirian. Ada tiga orang pegawai lain yang juga bertugas menggoreng kerupuk. Mereka adalah Sutiaji, Shohib, dan Arif.

Industri rumahan milik pria bernama Sulam itu memiliki dua penggorengan besar. Satuki menggoreng di panci sisi utara. Sementara Sutaji memasak kerupuk di bagian selatan. Saat menggoreng kerupuk itulah, tiba-tiba tubuh Satuki tampak limbung. Dia terlihat pusing dan kehilangan kesadaran.

”Korban semaput (pingsan) dengan posisi badan limbung ke depan. Akhirnya korban jatuh ke dalam penggorengan yang berisi minyak panas,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny K. Bara’langi kemarin (18/2). Menurut keterangan para saksi mata, lanjut Donny, korban terjatuh dalam posisi kepala lebih dulu masuk ke dalam penggorengan.

Sutaji yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha menolong korban. Dia juga memanggil karyawan lainnya untuk membantu mengangkat tubuh Satuki dari dalam penggorengan. ”Mereka mengangkat korban dari dalam tungku minyak menggunakan kayu balok. Saat diangkat, kepala dan wajah Satuki sudah melepuh. Luka bakar di kepalanya parah. Korban juga tak lagi bergerak,” imbuh Donny.

Polsek Bululawang yang menerima laporan tersebut langsung meluncur ke lokasi kejadian. Mereka langsung membawa korban ke RS Wava Husada. Namun dokter memastikan bahwa korban sudah meninggal.

Kapolsek Bululawang AKP Ainun Djariyah mengaku sudah mendapatkan keterangan dari para saksi tentang kemungkinan penyebab Satuki limbung dan terjatuh ke dalam penggorengan kerupuk. ”Sebelum bekerja, korban sudah mengeluh sakit. Kemudian kami minta keterangan juga ke pihak keluarga. Ternyata korban sudah mengeluh sakit sejak 11 Februari 2022 lalu,” ujar Ainun. Setelah dilakukan visum luar, pihak keluarga meminta agar jenazah korban bisa segera dimakamkan. Mereka juga menolak otopsi (fin/fat)

KABUPATEN – Nahas dialami Satuki, 37, warga Dusun Sumberbutuh, Desa Balearjo, Kecamatan Pagelaran. Dia terjatuh ke dalam wajan besar berisi minyak panas dan meninggal seketika. Sejumlah saksi mengatakan bahwa korban tampak limbung dan pingsan sebelum masuk ke penggorengan milik home industry kerupuk di Dusun Krajan, Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang itu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu,16 Februari lalu. Siang itu, meski dalam kondisi kurang sehat, Satuki memutuskan untuk tetap bekerja menggoreng kerupuk. Dia tidak sendirian. Ada tiga orang pegawai lain yang juga bertugas menggoreng kerupuk. Mereka adalah Sutiaji, Shohib, dan Arif.

Industri rumahan milik pria bernama Sulam itu memiliki dua penggorengan besar. Satuki menggoreng di panci sisi utara. Sementara Sutaji memasak kerupuk di bagian selatan. Saat menggoreng kerupuk itulah, tiba-tiba tubuh Satuki tampak limbung. Dia terlihat pusing dan kehilangan kesadaran.

”Korban semaput (pingsan) dengan posisi badan limbung ke depan. Akhirnya korban jatuh ke dalam penggorengan yang berisi minyak panas,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny K. Bara’langi kemarin (18/2). Menurut keterangan para saksi mata, lanjut Donny, korban terjatuh dalam posisi kepala lebih dulu masuk ke dalam penggorengan.

Sutaji yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha menolong korban. Dia juga memanggil karyawan lainnya untuk membantu mengangkat tubuh Satuki dari dalam penggorengan. ”Mereka mengangkat korban dari dalam tungku minyak menggunakan kayu balok. Saat diangkat, kepala dan wajah Satuki sudah melepuh. Luka bakar di kepalanya parah. Korban juga tak lagi bergerak,” imbuh Donny.

Polsek Bululawang yang menerima laporan tersebut langsung meluncur ke lokasi kejadian. Mereka langsung membawa korban ke RS Wava Husada. Namun dokter memastikan bahwa korban sudah meninggal.

Kapolsek Bululawang AKP Ainun Djariyah mengaku sudah mendapatkan keterangan dari para saksi tentang kemungkinan penyebab Satuki limbung dan terjatuh ke dalam penggorengan kerupuk. ”Sebelum bekerja, korban sudah mengeluh sakit. Kemudian kami minta keterangan juga ke pihak keluarga. Ternyata korban sudah mengeluh sakit sejak 11 Februari 2022 lalu,” ujar Ainun. Setelah dilakukan visum luar, pihak keluarga meminta agar jenazah korban bisa segera dimakamkan. Mereka juga menolak otopsi (fin/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/