alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Gus Muhaimin: Turunkan Harga Migor!

KABUPATEN-Meroketnya harga minyak goreng (migor) di pasaran mendapat tanggapan serius Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar. Dia tampak geram karena kenaikan itu menyengsarakan rakyat. Dia kian kecewa dengan statemen Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang berujar bahwa pemerintah sama sekali tidak berada di bawah kendali pengusaha dan mafia. Gus Muhaimin, sapaannya, mendesak Mendag membuktikan omongannya

Dia memberi deadline bagi eksekutif tersebut untuk menurunkan harga. Karena, saat ini, harga minyak goreng sedang berada di kisaran Rp 22 ribu- Rp23 ribu. Itu setelah harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu dicabut. Pada saat HET, minyak goreng sangat langka. Tetapi, begitu HET dicabut, stok migor di toko modern langsung tersedia. ”Kemarin saya dengar menteri bilang, pemerintah tidak boleh kalah dari pengusaha dan mafia. Saya sepakat dengan omongan itu. Tetapi, sekarang buktikan kalau memang pemerintah tidak bisa didikte pengusaha,” ujar Muhaimin di PP Roudlotul Ulum, Putukrejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jumat sore kemarin (18/3/22). Menurut politisi asal Jombang itu, Mendag harus bisa membuktikan bahwa pemerintah yang pegang kendali harga. Selama harga masih mahal, pernyataan Mendag tiada artinya. Karena, semakin lama harga tetap mahal, kian terlihat bahwa Mendag tidak bisa mengontrol harga migor. Dia mengharap Mendag secepatnya membuktikan perkataannya. “Saya ultimatum Mendag. Karena, kalau tidak bisa buktikan, ini merusak kepercayaan rakyat kepada pemerintah, (memperlihatkan) ketidakberdayaan pemerintah. Dan akhirnya, citra pemerintah yang akan terganggu,” tandasnya. Ketua DPP PKB tersebut juga menegaskan sudah memberi deadline bagi Mendag. Dia memberi waktu maksimal setengah bulan supaya persoalan migor ini tuntas. Parameter tuntasnya adalah harga migor kembali normal dan tidak mahal seperti sekarang. Serta, Mendag membuktikan bisa menjaga stok selalu tersedia dengan harga murah. “Saya minta 1-2 minggu tuntas. (Caranya bagaimana) itu urusan menteri. Gak campur tangan. Jangan sampai ini berlarut-larut. Saya minta Mendag mengambil langkah cepat. Secepatnya (ada) ketersediaan, harga sesuai dengan HET lama,” ujar politisi dengan daerah pemilihan Jatim VIII itu. Muhaimin pun meminta Mendag mencari solusi tercepat. Bisa dengan operasi pasar dengan HET Rp 14 ribu. Atau, menurunkan harga langsung di tingkat distributor. Serta, mengontrol harga produksi di tingkat pabrik. Termasuk, membongkar praktik ekspor ilegal. Sebab, baru saja Kejati DKI Jakarta mengungkap ekspor ilegal migor satu kontainer di Tanjung Priok. “Gak tahu saya kalau soal ada penimbunan atau tidak. Terserah, (solusinya), mau operasi pasar, mau apa. Itu urusan dari Mendag. Saya tidak ikut campur. Yang penting saya tahunya dalam 1-2 minggu tuntas,” tegas Gus Muhaimin. (fin/abm)

KABUPATEN-Meroketnya harga minyak goreng (migor) di pasaran mendapat tanggapan serius Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar. Dia tampak geram karena kenaikan itu menyengsarakan rakyat. Dia kian kecewa dengan statemen Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang berujar bahwa pemerintah sama sekali tidak berada di bawah kendali pengusaha dan mafia. Gus Muhaimin, sapaannya, mendesak Mendag membuktikan omongannya

Dia memberi deadline bagi eksekutif tersebut untuk menurunkan harga. Karena, saat ini, harga minyak goreng sedang berada di kisaran Rp 22 ribu- Rp23 ribu. Itu setelah harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu dicabut. Pada saat HET, minyak goreng sangat langka. Tetapi, begitu HET dicabut, stok migor di toko modern langsung tersedia. ”Kemarin saya dengar menteri bilang, pemerintah tidak boleh kalah dari pengusaha dan mafia. Saya sepakat dengan omongan itu. Tetapi, sekarang buktikan kalau memang pemerintah tidak bisa didikte pengusaha,” ujar Muhaimin di PP Roudlotul Ulum, Putukrejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jumat sore kemarin (18/3/22). Menurut politisi asal Jombang itu, Mendag harus bisa membuktikan bahwa pemerintah yang pegang kendali harga. Selama harga masih mahal, pernyataan Mendag tiada artinya. Karena, semakin lama harga tetap mahal, kian terlihat bahwa Mendag tidak bisa mengontrol harga migor. Dia mengharap Mendag secepatnya membuktikan perkataannya. “Saya ultimatum Mendag. Karena, kalau tidak bisa buktikan, ini merusak kepercayaan rakyat kepada pemerintah, (memperlihatkan) ketidakberdayaan pemerintah. Dan akhirnya, citra pemerintah yang akan terganggu,” tandasnya. Ketua DPP PKB tersebut juga menegaskan sudah memberi deadline bagi Mendag. Dia memberi waktu maksimal setengah bulan supaya persoalan migor ini tuntas. Parameter tuntasnya adalah harga migor kembali normal dan tidak mahal seperti sekarang. Serta, Mendag membuktikan bisa menjaga stok selalu tersedia dengan harga murah. “Saya minta 1-2 minggu tuntas. (Caranya bagaimana) itu urusan menteri. Gak campur tangan. Jangan sampai ini berlarut-larut. Saya minta Mendag mengambil langkah cepat. Secepatnya (ada) ketersediaan, harga sesuai dengan HET lama,” ujar politisi dengan daerah pemilihan Jatim VIII itu. Muhaimin pun meminta Mendag mencari solusi tercepat. Bisa dengan operasi pasar dengan HET Rp 14 ribu. Atau, menurunkan harga langsung di tingkat distributor. Serta, mengontrol harga produksi di tingkat pabrik. Termasuk, membongkar praktik ekspor ilegal. Sebab, baru saja Kejati DKI Jakarta mengungkap ekspor ilegal migor satu kontainer di Tanjung Priok. “Gak tahu saya kalau soal ada penimbunan atau tidak. Terserah, (solusinya), mau operasi pasar, mau apa. Itu urusan dari Mendag. Saya tidak ikut campur. Yang penting saya tahunya dalam 1-2 minggu tuntas,” tegas Gus Muhaimin. (fin/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/