alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Komplotan Jaksa Gadungan Raup Rp 4 Miliar. Diotaki Seorang Wanita Asal Wagir

KABUPATEN – Penipuan dengan modus menjadi aparat hukum palsu biasanya bernilai kecil. Namun beda dengan yang dilakukan tiga jaksa palsu asal Malang Raya sejak pertengahan 2019 lalu. Mereka mampu meraup duit lebih dari Rp 4 miliar dari para korban

Tiga orang itu akhirnya ditangkap tim gabungan dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DI Yogyakarta, dan Kejari Kabupaten Malang di Kabupaten Sleman, Kamis (17/3). Tiga jaksa palsu itu adalah Fitris Rizki Amalia, 31, asal Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir; Dian Tri Mahardini, 32, warga Klayatan, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang; dan Riyo Pratama, 24, warga  Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap Fitris dan Dian di sebuah Apartemen di Kapanewon atau Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, pukul 10.00. Penangkapan dipimpin tim dari Direktorat A Jamintel Kejagung yang sebelumnya mendapat laporan penipuan berkedok jaksa palsu. Penipuan dilakukan dengan modus menawarkan lelang barang sitaan kejaksaan. Mayoritas berupa mobil. Dari pengakuan dua perempuan itu, tim mengetahui bahwa ada satu lagi tersangka bernama Riyo. Upaya menangkap Riyo justru paling menarik.

Kajari Kabupaten Malang Diah Yuliastuti SH MH lebih dulu menemukan orang tua Riyo. Selanjutnya, Diah meminta orang tua Riyo menghubungi anaknya dengan fasilitas video call. Dalam video call itu, Diah mengaku sebagai korban penipuan agar Riyo bersedia menampakkan wajahnya. Akhirnya, Riyo berhasil di tangkap di sebuah minimarket di dekat Jogjatronik Mall sekitar pukul 19.00. Setelah menempuh perjalanan panjang, tiga tersangka itu tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang sekitar pukul 01.50 dengan dua kendaraan.

Riyo dibawa menggunakan mobil Toyota Agya merah, sementara dua tersangka perempuan naik Toyota Kijang Innova hitam. Hasil pemeriksaan sementara, Fitris merupakan otak dan pelaku utama penipuan yang dilakukan komplotan tersebut. Dalam aksinya, dia selalu mengaku sebagai mantan Wakajari Kabupaten Malang yang pindah ke Kejari Yogyakarta dan menjabat sebagai Kajari. Sementara itu, Dian berpura-pura menjadi Kasi Barang Bukti (BB) Kejari Kabupaten Malang, dan Riyo sebagai orang yang membantu Fitris dalam melancarkan aksi penipuan. (biy/fat)

KABUPATEN – Penipuan dengan modus menjadi aparat hukum palsu biasanya bernilai kecil. Namun beda dengan yang dilakukan tiga jaksa palsu asal Malang Raya sejak pertengahan 2019 lalu. Mereka mampu meraup duit lebih dari Rp 4 miliar dari para korban

Tiga orang itu akhirnya ditangkap tim gabungan dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DI Yogyakarta, dan Kejari Kabupaten Malang di Kabupaten Sleman, Kamis (17/3). Tiga jaksa palsu itu adalah Fitris Rizki Amalia, 31, asal Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir; Dian Tri Mahardini, 32, warga Klayatan, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang; dan Riyo Pratama, 24, warga  Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap Fitris dan Dian di sebuah Apartemen di Kapanewon atau Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, pukul 10.00. Penangkapan dipimpin tim dari Direktorat A Jamintel Kejagung yang sebelumnya mendapat laporan penipuan berkedok jaksa palsu. Penipuan dilakukan dengan modus menawarkan lelang barang sitaan kejaksaan. Mayoritas berupa mobil. Dari pengakuan dua perempuan itu, tim mengetahui bahwa ada satu lagi tersangka bernama Riyo. Upaya menangkap Riyo justru paling menarik.

Kajari Kabupaten Malang Diah Yuliastuti SH MH lebih dulu menemukan orang tua Riyo. Selanjutnya, Diah meminta orang tua Riyo menghubungi anaknya dengan fasilitas video call. Dalam video call itu, Diah mengaku sebagai korban penipuan agar Riyo bersedia menampakkan wajahnya. Akhirnya, Riyo berhasil di tangkap di sebuah minimarket di dekat Jogjatronik Mall sekitar pukul 19.00. Setelah menempuh perjalanan panjang, tiga tersangka itu tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang sekitar pukul 01.50 dengan dua kendaraan.

Riyo dibawa menggunakan mobil Toyota Agya merah, sementara dua tersangka perempuan naik Toyota Kijang Innova hitam. Hasil pemeriksaan sementara, Fitris merupakan otak dan pelaku utama penipuan yang dilakukan komplotan tersebut. Dalam aksinya, dia selalu mengaku sebagai mantan Wakajari Kabupaten Malang yang pindah ke Kejari Yogyakarta dan menjabat sebagai Kajari. Sementara itu, Dian berpura-pura menjadi Kasi Barang Bukti (BB) Kejari Kabupaten Malang, dan Riyo sebagai orang yang membantu Fitris dalam melancarkan aksi penipuan. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/