alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Mudik, Jauhi Kendaraan Tertempel “Janur Kuning”

KEPANJEN — Jangan coba-coba melanggar arus Lalu Lintas (Lalin) saat mudik Lebaran nanti. Sebab, polisi sudah menyiapkan sanksi untuk pengendara yang melanggar, baik roda empat maupun dua. Kendaraan yang melanggar akan dipasangi Janur Kuning.

Pemilik kendaraan tidak boleh melepasnya. Untuk mengantisipasi agar tidak dilepas, nopol kendaraan tersebut dicatat oleh polisi. Sanksi berupa penempelan Janur Kuning itu merupakan inovasi dari Ditlantas Polda Jawa Timur.

“Ini merupakan penindakan represif edukatif. Yaitu dengan serangan janur kuning. Pelaku pelanggaran akan dihentikan oleh petugas, akan dipasang janur kuning,” ujar Kasat Lantas Polres Malang AKP Agung Fitransyah, Senin (18/4) kemarin.

Menurut Agung, maksud dan tujuan inovasi ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena keselamatan lalu lintas hingga sampai tujuan sangat penting bagi pemudik.

Selain itu, katanya, ini juga sebagai bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat yang sedang mudik. Serta sebagai bentuk interaksi positif petugas dengan pemudik dalam hal tertib berlalu lintas.

Tak hanya itu, menurut dia, tanda janur kuning ini juga semacam hukuman sosial bagi pelanggaran. Pemudik yang melihat adanya pemasangan janur kuning pada kendaraan lain bisa lebih waspada.

Pengemudi kendaraan dengan tanda ini berpotensi melanggar aturan dan harus dihindari. “Orang yang melihat ada kendaraan terpasang Janur Kuning agar lebih berhati-hati,” terangnya.

Inovasi ini juga bisa mengingatkan pemudik agar lebih waspada. Pengguna jalan tidak boleh egois. Mereka juga peduli terhadap keselamatan diri pribadi dan sesama pengguna jalan lainnya.

Karena tujuan akhir pemudik adalah bertemu keluarga di rumah. Sehingga keselamatan di jalan wajib diutamakan. “Diharapkan dengan sosialisasi ini, masyarakat bisa memahami pentingnya tertib berlalu lintas,” pungkasnya.(fin/dan)

KEPANJEN — Jangan coba-coba melanggar arus Lalu Lintas (Lalin) saat mudik Lebaran nanti. Sebab, polisi sudah menyiapkan sanksi untuk pengendara yang melanggar, baik roda empat maupun dua. Kendaraan yang melanggar akan dipasangi Janur Kuning.

Pemilik kendaraan tidak boleh melepasnya. Untuk mengantisipasi agar tidak dilepas, nopol kendaraan tersebut dicatat oleh polisi. Sanksi berupa penempelan Janur Kuning itu merupakan inovasi dari Ditlantas Polda Jawa Timur.

“Ini merupakan penindakan represif edukatif. Yaitu dengan serangan janur kuning. Pelaku pelanggaran akan dihentikan oleh petugas, akan dipasang janur kuning,” ujar Kasat Lantas Polres Malang AKP Agung Fitransyah, Senin (18/4) kemarin.

Menurut Agung, maksud dan tujuan inovasi ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena keselamatan lalu lintas hingga sampai tujuan sangat penting bagi pemudik.

Selain itu, katanya, ini juga sebagai bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat yang sedang mudik. Serta sebagai bentuk interaksi positif petugas dengan pemudik dalam hal tertib berlalu lintas.

Tak hanya itu, menurut dia, tanda janur kuning ini juga semacam hukuman sosial bagi pelanggaran. Pemudik yang melihat adanya pemasangan janur kuning pada kendaraan lain bisa lebih waspada.

Pengemudi kendaraan dengan tanda ini berpotensi melanggar aturan dan harus dihindari. “Orang yang melihat ada kendaraan terpasang Janur Kuning agar lebih berhati-hati,” terangnya.

Inovasi ini juga bisa mengingatkan pemudik agar lebih waspada. Pengguna jalan tidak boleh egois. Mereka juga peduli terhadap keselamatan diri pribadi dan sesama pengguna jalan lainnya.

Karena tujuan akhir pemudik adalah bertemu keluarga di rumah. Sehingga keselamatan di jalan wajib diutamakan. “Diharapkan dengan sosialisasi ini, masyarakat bisa memahami pentingnya tertib berlalu lintas,” pungkasnya.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/