alexametrics
28.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Daftar 10 Perusahaan di Malang Dinobatkan Zero Conflict

KEPANJEN – Pertama kali di Jawa Timur, pemerintah mengapresiasi perusahaan yang mampu mengelola konflik. Di Kabupaten Malang kemarin, ada 10 perusahaan yang mendapat penghargaan Zero Conflict Award 2022.

Penghargaan untuk kesepuluh perusahaan tersebut terbagi dalam tiga kategori. Untuk kategori Silver Award diraih PT NRW Minatex, PT Bintang Sayap Utama, dan PT Exel Mandiri Inovasi. Sedangkan kategori Gold Award dicapai oleh PT Beiersdorf Indonesia, PT Bumi Menara Internusa, serta PT Ekamas Fortuna. Sementara kategori platinum dimenangkan empat perusahaan, yakni KUD Sumber Makmur Unit MPS Ngantang, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT Corteva Agriscience Seeds Indonesia, dan PT Otsuka Indonesia.

Indikator penilaian utama yakni kemampuan perusahaan mengelola konflik industrial. Mulai dari identifikasi dini hingga pola penanganannya. ”Kami ucapkan selamat kepada perusahaan yang meraih Zero Conflict Award 2022,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo dalam sambutan Zero Conflict Award 2022 di Hotel Harris, kemarin.

Pejabat berlatar belakang TNI itu menambahkan, tidak mudah menjaga perusahaan agar tetap kondusif. Sebagai kadisnaker, Yoyok mengaku kerap menyelesaikan konflik antara pekerja dengan manajemen di perusahaan. ”Setiap menyelesaikan persoalan, saya sering jadi korban,” ungkapnya. ”Serikat pekerja menuduh, Pak Yoyok ini dekat dengan perusahaan. Sementara kalau ada demonstrasi, perusahaan menuduh saya menggerakkan pekerja,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Malang Nur Cahyo mengapresiasi inovasi disnaker Kabupaten Malang. ”Di Jawa Timur, penghargaan Zero Conflict Award ini  hanya ada di Kabupaten Malang,” tutur Nur Cahyo dalam sambutannya saat membuka acara.

Menurut dia, pemberian penghargaan ini bakal berdampak positif bagi perusahaan. Salah satunya, perusahaan akan termotivasi untuk menyelesaikan konflik dengan pekerja. ”Kalau konflik tertangani, perusahaan akan produktif. Sebaliknya, kalau konflik terus, ya tidak akan produktif,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Sedangkan Ketua Asosiasi Mediator se-Jawa Timur YP. Puspita memaparkan jumlah sengketa perusahaan-perusahaan di Jawa Timur. Dalam kurun waktu lima bulan, Januari hingga Mei ini, pihaknya mencatat sebanyak 60 kasus perselisihan. Mayoritas adalah perselisihan yang dipicu PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). ”Sampai sekarang masih tersisa 32 perkara,” kata pensiunan dinas tenaga kerja (disnaker) provinsi Jatim itu.(fin/dan)

KEPANJEN – Pertama kali di Jawa Timur, pemerintah mengapresiasi perusahaan yang mampu mengelola konflik. Di Kabupaten Malang kemarin, ada 10 perusahaan yang mendapat penghargaan Zero Conflict Award 2022.

Penghargaan untuk kesepuluh perusahaan tersebut terbagi dalam tiga kategori. Untuk kategori Silver Award diraih PT NRW Minatex, PT Bintang Sayap Utama, dan PT Exel Mandiri Inovasi. Sedangkan kategori Gold Award dicapai oleh PT Beiersdorf Indonesia, PT Bumi Menara Internusa, serta PT Ekamas Fortuna. Sementara kategori platinum dimenangkan empat perusahaan, yakni KUD Sumber Makmur Unit MPS Ngantang, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT Corteva Agriscience Seeds Indonesia, dan PT Otsuka Indonesia.

Indikator penilaian utama yakni kemampuan perusahaan mengelola konflik industrial. Mulai dari identifikasi dini hingga pola penanganannya. ”Kami ucapkan selamat kepada perusahaan yang meraih Zero Conflict Award 2022,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo dalam sambutan Zero Conflict Award 2022 di Hotel Harris, kemarin.

Pejabat berlatar belakang TNI itu menambahkan, tidak mudah menjaga perusahaan agar tetap kondusif. Sebagai kadisnaker, Yoyok mengaku kerap menyelesaikan konflik antara pekerja dengan manajemen di perusahaan. ”Setiap menyelesaikan persoalan, saya sering jadi korban,” ungkapnya. ”Serikat pekerja menuduh, Pak Yoyok ini dekat dengan perusahaan. Sementara kalau ada demonstrasi, perusahaan menuduh saya menggerakkan pekerja,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Malang Nur Cahyo mengapresiasi inovasi disnaker Kabupaten Malang. ”Di Jawa Timur, penghargaan Zero Conflict Award ini  hanya ada di Kabupaten Malang,” tutur Nur Cahyo dalam sambutannya saat membuka acara.

Menurut dia, pemberian penghargaan ini bakal berdampak positif bagi perusahaan. Salah satunya, perusahaan akan termotivasi untuk menyelesaikan konflik dengan pekerja. ”Kalau konflik tertangani, perusahaan akan produktif. Sebaliknya, kalau konflik terus, ya tidak akan produktif,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Sedangkan Ketua Asosiasi Mediator se-Jawa Timur YP. Puspita memaparkan jumlah sengketa perusahaan-perusahaan di Jawa Timur. Dalam kurun waktu lima bulan, Januari hingga Mei ini, pihaknya mencatat sebanyak 60 kasus perselisihan. Mayoritas adalah perselisihan yang dipicu PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). ”Sampai sekarang masih tersisa 32 perkara,” kata pensiunan dinas tenaga kerja (disnaker) provinsi Jatim itu.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/