alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Pemkab Malang Tambah Insentif Nakes dengan Sembako

MALANG – Tersendatnya pencairan insentif bagi para tenaga kesehatan (nakes) menjadi perhatian Pemkab Malang. Dalam waktu dekat ini, pemkab berencana menambah insentif nakes. Namun bentuknya tidak dalam bentuk uang, tapi sembako.

Rencana pemberian insentif tambahan itu dibenarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM kemarin (18/7). ”Ada (rencana penambahan insentif). Mungkin kami akan berikan sembako,” ujar Wahyu.

Untuk diketahui, setiap nakes yang menangani pasien Covid-19 mendapat insentif dari pemerintah pusat. Besarannya beragam. Untuk dokter spesialis dijatah Rp 15 juta per bulan, dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta per bulan, perawat dan bidan Rp 7,5 juta per bulan, dana tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta per bulan.

Insentif itu sudah didapatkan sejak pandemi Covid-19, awal tahun 2020 lalu. Para nakes juga sudah merasakannya, namun belakangan ini muncul kabar belum cair. Itulah yang mendasari pemkab untuk memberi insentif tambahan berupa sembako. Namun hanya berlaku untuk nakes Bumi Kanjuruhan.

Mantan kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu menambahkan, insentif baru ini diberikan agar nakes lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya. ”Agar lebih semangat, mengingat saat ini kerja mereka sangat dibutuhkan. Apalagi dengan adanya penambahan kasus, mereka kerja lebih ekstra,” imbuh Wahyu.

Dia meyakinkan bahwa penambahan insentif tersebut akan rutin diberikan. ”Secepatnya kami cairkan,” kata Wahyu. (rmc/fik/dan)

MALANG – Tersendatnya pencairan insentif bagi para tenaga kesehatan (nakes) menjadi perhatian Pemkab Malang. Dalam waktu dekat ini, pemkab berencana menambah insentif nakes. Namun bentuknya tidak dalam bentuk uang, tapi sembako.

Rencana pemberian insentif tambahan itu dibenarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM kemarin (18/7). ”Ada (rencana penambahan insentif). Mungkin kami akan berikan sembako,” ujar Wahyu.

Untuk diketahui, setiap nakes yang menangani pasien Covid-19 mendapat insentif dari pemerintah pusat. Besarannya beragam. Untuk dokter spesialis dijatah Rp 15 juta per bulan, dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta per bulan, perawat dan bidan Rp 7,5 juta per bulan, dana tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta per bulan.

Insentif itu sudah didapatkan sejak pandemi Covid-19, awal tahun 2020 lalu. Para nakes juga sudah merasakannya, namun belakangan ini muncul kabar belum cair. Itulah yang mendasari pemkab untuk memberi insentif tambahan berupa sembako. Namun hanya berlaku untuk nakes Bumi Kanjuruhan.

Mantan kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu menambahkan, insentif baru ini diberikan agar nakes lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya. ”Agar lebih semangat, mengingat saat ini kerja mereka sangat dibutuhkan. Apalagi dengan adanya penambahan kasus, mereka kerja lebih ekstra,” imbuh Wahyu.

Dia meyakinkan bahwa penambahan insentif tersebut akan rutin diberikan. ”Secepatnya kami cairkan,” kata Wahyu. (rmc/fik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/