alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Tersangkut Batu, Pria Dampit Ditemukan Kaku di Sungai Metro Kepanjen

MALANG – Warga Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dihebohkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki di sungai Metro kawasan Jalibar (jalur lingkar barat) Sabtu (20/3) siang. Belakangan, diketahui identitas pria yang tewas itu adalah Chandra Ariwibowo, 22, warga Dusun Dawuhan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit.

Kapolsek Kepanjen, Kompol Yatmo menyatakan, sebelumnya korban diketahui hilang Kamis malam (18/3). Pria kelahiran 04 Juli 1998 itu awalnya berkunjung ke rumah temannya di Perum PNS Jalibar, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang untuk silaturahmi. Tak lama berselang, teman yang dikunjungi pergi untuk mencari kopi. “Saat temannya kembali dari mencari kopi, korban sudah tidak ada di rumah, sementara kaca jendela rumah dalam keadaan pecah,” terangnya.

Perwira dengan satu melati di pundaknya ini mengatakan, upaya pencarian terhadap korban langsung dilakukan malam itu. Meski tak ketemu, warga mendapati jaket serta kaos milik korban tegeletak di tepi sungai Metro Jalibar, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen. “Dari keterangan saksi, korban ini sering linglung dan sudah mengalami depresi selama 2 bulan terakhir ini,” beber Yatmo.

Upaya pencarian pun terus dilakukan. Baru pada Sabtu (20/3), sekitar pukul 10.00 WIB ditemukan sesosok mayat seorang laki-laki dalam keadaan kaku, tersangkut di bebatuan aliran Sungai Metro, Jalibar Kepanjen. “Mayat ditemukan dalam keadaan setengah telanjang, kaos sobek, dengan masih mengenakan celana jeans,” ujarnya.

Setelah dilakukan oleh TKP, proses evakuasi korban dilakukan Polsek Kepanjen bersama Potensi SAR Malang Raya yang terdiri dari Tim Sar Awangga, Tagana, BPBD, Sar Bhayangkara, Tim 020, Tim Mahameru, Satriya Rescue, dan Tim RPMR. “Setelah itu, korban langsung dibawa pulang ke rumah duka yang berada di Desa Pamotan Kecamatan Dampit,” tukasnya.

Nama: Septianur Aji Hariyanto

MALANG – Warga Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dihebohkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki di sungai Metro kawasan Jalibar (jalur lingkar barat) Sabtu (20/3) siang. Belakangan, diketahui identitas pria yang tewas itu adalah Chandra Ariwibowo, 22, warga Dusun Dawuhan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit.

Kapolsek Kepanjen, Kompol Yatmo menyatakan, sebelumnya korban diketahui hilang Kamis malam (18/3). Pria kelahiran 04 Juli 1998 itu awalnya berkunjung ke rumah temannya di Perum PNS Jalibar, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang untuk silaturahmi. Tak lama berselang, teman yang dikunjungi pergi untuk mencari kopi. “Saat temannya kembali dari mencari kopi, korban sudah tidak ada di rumah, sementara kaca jendela rumah dalam keadaan pecah,” terangnya.

Perwira dengan satu melati di pundaknya ini mengatakan, upaya pencarian terhadap korban langsung dilakukan malam itu. Meski tak ketemu, warga mendapati jaket serta kaos milik korban tegeletak di tepi sungai Metro Jalibar, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen. “Dari keterangan saksi, korban ini sering linglung dan sudah mengalami depresi selama 2 bulan terakhir ini,” beber Yatmo.

Upaya pencarian pun terus dilakukan. Baru pada Sabtu (20/3), sekitar pukul 10.00 WIB ditemukan sesosok mayat seorang laki-laki dalam keadaan kaku, tersangkut di bebatuan aliran Sungai Metro, Jalibar Kepanjen. “Mayat ditemukan dalam keadaan setengah telanjang, kaos sobek, dengan masih mengenakan celana jeans,” ujarnya.

Setelah dilakukan oleh TKP, proses evakuasi korban dilakukan Polsek Kepanjen bersama Potensi SAR Malang Raya yang terdiri dari Tim Sar Awangga, Tagana, BPBD, Sar Bhayangkara, Tim 020, Tim Mahameru, Satriya Rescue, dan Tim RPMR. “Setelah itu, korban langsung dibawa pulang ke rumah duka yang berada di Desa Pamotan Kecamatan Dampit,” tukasnya.

Nama: Septianur Aji Hariyanto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/