alexametrics
28.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Rusak, Jembatan Kedungpedaringan Disuntik Rp 2 Miliar

KEPANJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperbaiki jalan dan jembatan. Kali ini, giliran jembatan Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen yang mendapatkan perhatian.

Jembatan yang rusak sejak empat bulan lalu itu bakal dibangun tahun ini. Dinas pekerjaan umum dan bina marga (DPUBM) Kabupaten Malang sudah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk biaya pembangunannya.

Kemarin (19/5) tim dari DPUBM Kabupaten Malang bersama Camat Kepanjen Eko Margianto melakukan peninjauan di lokasi. Di sela-sela peninjauan itu, tim langsung menggelar rapat bersama di tepi jalan.

”Kami sedang cek lokasi terkait penyusunan rencana pembangunan jembatan. Rencananya tahun ini (2022) penganggaran dan pembangunannya,” ujar Eko Margianto di sela-sela meninjau lokasi, kemarin.

Sementara ini, jembatan tersebut belum bisa berfungsi optimal. Agar tidak membahayakan, jembatan tersebut ditutup separo. Bisa dilintasi, namun hanya sebagian ruas yang tidak membahayakan.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi, kerangka fondasi sudah keropos. Diperkirakan akibat abrasi dari air hujan secara terus menerus, sehingga berakibat pada penyangganya yang lapuk. Walhasil, sejak Januari lalu, jembatan ini sudah tidak bisa dilintasi kendaraan besar. Bahkan, warga sekitar juga menerapkan sistem buka tutup agar beban jembatan tidak overload.

Sisi jembatan yang keropos dipasangi banyak kayu dan barang. Sehingga hanya tersisa satu lajur saja untuk kendaraan roda empat dan motor. Sementara truk dilarang lewat sini. “Tolong segera diperbaiki, karena kami warga juga takut keropos-nya semakin parah. Nanti malah putus jembatan ini,” kata salah satu warga yang mengatur buka tutup jembatan Kedungpedaringan.

Terpisah, sekretaris DPUBM Kabupaten Malang Suwignyo membenarkan akan ada perbaikan atau renovasi jembatan Kedungpedaringan. “Benar, kami sudah anggarkan (pembangunan jembatan) di tahun ini,” ujar Suwignyo dikonfirmasi, kemarin.

Menurutnya, APBD 2022 sudah disusun untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur seperti jembatan keropos ini. “Kami anggarkan sekitar Rp 2 miliar untuk memperbaiki jembatan tersebut,” tambah Suwignyo.(fin/dan)

KEPANJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperbaiki jalan dan jembatan. Kali ini, giliran jembatan Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen yang mendapatkan perhatian.

Jembatan yang rusak sejak empat bulan lalu itu bakal dibangun tahun ini. Dinas pekerjaan umum dan bina marga (DPUBM) Kabupaten Malang sudah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk biaya pembangunannya.

Kemarin (19/5) tim dari DPUBM Kabupaten Malang bersama Camat Kepanjen Eko Margianto melakukan peninjauan di lokasi. Di sela-sela peninjauan itu, tim langsung menggelar rapat bersama di tepi jalan.

”Kami sedang cek lokasi terkait penyusunan rencana pembangunan jembatan. Rencananya tahun ini (2022) penganggaran dan pembangunannya,” ujar Eko Margianto di sela-sela meninjau lokasi, kemarin.

Sementara ini, jembatan tersebut belum bisa berfungsi optimal. Agar tidak membahayakan, jembatan tersebut ditutup separo. Bisa dilintasi, namun hanya sebagian ruas yang tidak membahayakan.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi, kerangka fondasi sudah keropos. Diperkirakan akibat abrasi dari air hujan secara terus menerus, sehingga berakibat pada penyangganya yang lapuk. Walhasil, sejak Januari lalu, jembatan ini sudah tidak bisa dilintasi kendaraan besar. Bahkan, warga sekitar juga menerapkan sistem buka tutup agar beban jembatan tidak overload.

Sisi jembatan yang keropos dipasangi banyak kayu dan barang. Sehingga hanya tersisa satu lajur saja untuk kendaraan roda empat dan motor. Sementara truk dilarang lewat sini. “Tolong segera diperbaiki, karena kami warga juga takut keropos-nya semakin parah. Nanti malah putus jembatan ini,” kata salah satu warga yang mengatur buka tutup jembatan Kedungpedaringan.

Terpisah, sekretaris DPUBM Kabupaten Malang Suwignyo membenarkan akan ada perbaikan atau renovasi jembatan Kedungpedaringan. “Benar, kami sudah anggarkan (pembangunan jembatan) di tahun ini,” ujar Suwignyo dikonfirmasi, kemarin.

Menurutnya, APBD 2022 sudah disusun untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur seperti jembatan keropos ini. “Kami anggarkan sekitar Rp 2 miliar untuk memperbaiki jembatan tersebut,” tambah Suwignyo.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/