alexametrics
27.7 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Tingkatkan Daya Beli, Pemkab Malang Digitalisasi Pasar Tradisional

MALANG KUOTA – Pemerintah Kabupaten Malang berencana melakukan digitalisasi pasar tradisional di wilayahnya. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, masyarakat bisa tetap berbelanja tanpa harus keluar rumah sehingga tidak khawatir akan terpapar virus korona tersebut.

Rencana digitalisasi pasar tradisional ini dibeberkan Bupati Malang HM Sanusi di dalam kegiatan Workshop Kewirausahaan di Era Digital bagi UMKM Kabupaten Malang di Gedung Utsman Mansyur Unisma, Minggu (20/9).

“Kami sudah mulai membina pasar-pasar tradisional, tinggal launching saja nanti. Coba diketik pasar.id, sudah ada muncul menu-menunya,” ujar Sanusi.

Dia mengatakan, masyarakat nanti tak perlu repot-repot datang ke pasar. Cukup membuka menu dan memesan sayur apa saja yang akan dibeli, nanti barang belanjaan akan diantar ke rumah. “Misal mau beli sayur di Toko Pak Gufron, nanti tinggal pesan dan sayur diantar ke rumah,” ujarnya.

Sanusi mengungkapkan, program pasar.id sebenarnya adalah kerja sama antara Pemkab Malang dengan BRI. Tujuannya, membantu mempertemukan pedagang dengan pembeli tanpa harus datang ke pasar dan tatap muka, fungsinya untuk membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KUOTA – Pemerintah Kabupaten Malang berencana melakukan digitalisasi pasar tradisional di wilayahnya. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, masyarakat bisa tetap berbelanja tanpa harus keluar rumah sehingga tidak khawatir akan terpapar virus korona tersebut.

Rencana digitalisasi pasar tradisional ini dibeberkan Bupati Malang HM Sanusi di dalam kegiatan Workshop Kewirausahaan di Era Digital bagi UMKM Kabupaten Malang di Gedung Utsman Mansyur Unisma, Minggu (20/9).

“Kami sudah mulai membina pasar-pasar tradisional, tinggal launching saja nanti. Coba diketik pasar.id, sudah ada muncul menu-menunya,” ujar Sanusi.

Dia mengatakan, masyarakat nanti tak perlu repot-repot datang ke pasar. Cukup membuka menu dan memesan sayur apa saja yang akan dibeli, nanti barang belanjaan akan diantar ke rumah. “Misal mau beli sayur di Toko Pak Gufron, nanti tinggal pesan dan sayur diantar ke rumah,” ujarnya.

Sanusi mengungkapkan, program pasar.id sebenarnya adalah kerja sama antara Pemkab Malang dengan BRI. Tujuannya, membantu mempertemukan pedagang dengan pembeli tanpa harus datang ke pasar dan tatap muka, fungsinya untuk membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/