alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Desa Duwet Tumpang Bakal Jadi Lokasi Deradikalisasi Napi Teroris

JAKARTA – Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang bakal menjadi kawasan deradikalisasi. Eks narapidana teroris (napiter) yang sudah menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan (Lapas) akan ditempatkan di Desa Duwet untuk menjalani program deradikalisasi.

Penunjukan desa Duwet sebagai Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) itu setelah bupati Malang H M. Sanusi bekerja sama dengan badan nasional penanggulangan terorisme (BNPT) dan Perum Perhutani. Penandatanganan memorandum of understanding (MOU) itu diselenggarakan di Gedung Kementerian BUMN Lantai 16, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, kemarin (19/10).

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk menyukseskan rencana BNPT membentuk kawasan yang dimanfaatkan untuk program deradikalisasi. Menurutnya, program ini tidak bisa jika hanya dilakukan di dalam lapas saja, tapi juga di luar lapas.

“Kami berharap saudara-saudara yang telah selesai menjalani hukuman tidak lagi bingung harus ke mana. Mohon dukungan dan doa semua pihak agar niat ini terwujud dengan baik,” ucapnya.

Dengan adanya KKTN ini, kata dia, eks-narapidana terorisme (napiter) dan masyarakat kelompok rentan lainnya dapat menjadi lokasi proses reintegrasi kepada masyarakat. Dalam analisis dia, tingkat kemandirian ekonomi eks napiter rata-rata masih rendah. Itu karena mereka tidak terbiasa berwirausaha. Sehingga nanti setiap warga binaan yang selesai menjalani masa hukuman di dalam lapas akan dilanjutkan tahap pembinaan di KKTN.

“KKTN ini nanti dapat mengembangkan tiga aspek, yaitu bidang ekonomi, edukasi, dan pariwisata,” kata jenderal polisi bintang tiga itu.

Di tempat yang sama, Bupati Malang H M. Sanusi menyampaikan, aksi terorisme ini sudah selayaknya diberi penanganan yang tepat. Pihaknya sangat mendukung penetapan Desa Duwet sebagai kawasan rehabilitasi eks napiter.

“Ini sepertinya kecil, tapi kalau dibiarkan bagaikan bara api dalam sekam yang pada akhirnya akan memporakporandakan NKRI,” kata Sanusi.

Sanusi mengatakan, Kabupaten Malang juga terus berupaya mengatasi secara dini ancaman radikalisme dan terorisme. Caranya dengan memperkuat jalinan koordinasi lintas sektoral, mulai dari TNI, kepolisian, tokoh masyarakat, ormas, dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Malang.

“Ditunjuknya Kabupaten Malang untuk KKTN ini merupakan suatu penghargaan. Kami akan sangat mendukung program ini, karena ini menjadi tugas bersama untuk menyelamatkan NKRI,” pungkasnya.(fik/dan/rmc)

JAKARTA – Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang bakal menjadi kawasan deradikalisasi. Eks narapidana teroris (napiter) yang sudah menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan (Lapas) akan ditempatkan di Desa Duwet untuk menjalani program deradikalisasi.

Penunjukan desa Duwet sebagai Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) itu setelah bupati Malang H M. Sanusi bekerja sama dengan badan nasional penanggulangan terorisme (BNPT) dan Perum Perhutani. Penandatanganan memorandum of understanding (MOU) itu diselenggarakan di Gedung Kementerian BUMN Lantai 16, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, kemarin (19/10).

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk menyukseskan rencana BNPT membentuk kawasan yang dimanfaatkan untuk program deradikalisasi. Menurutnya, program ini tidak bisa jika hanya dilakukan di dalam lapas saja, tapi juga di luar lapas.

“Kami berharap saudara-saudara yang telah selesai menjalani hukuman tidak lagi bingung harus ke mana. Mohon dukungan dan doa semua pihak agar niat ini terwujud dengan baik,” ucapnya.

Dengan adanya KKTN ini, kata dia, eks-narapidana terorisme (napiter) dan masyarakat kelompok rentan lainnya dapat menjadi lokasi proses reintegrasi kepada masyarakat. Dalam analisis dia, tingkat kemandirian ekonomi eks napiter rata-rata masih rendah. Itu karena mereka tidak terbiasa berwirausaha. Sehingga nanti setiap warga binaan yang selesai menjalani masa hukuman di dalam lapas akan dilanjutkan tahap pembinaan di KKTN.

“KKTN ini nanti dapat mengembangkan tiga aspek, yaitu bidang ekonomi, edukasi, dan pariwisata,” kata jenderal polisi bintang tiga itu.

Di tempat yang sama, Bupati Malang H M. Sanusi menyampaikan, aksi terorisme ini sudah selayaknya diberi penanganan yang tepat. Pihaknya sangat mendukung penetapan Desa Duwet sebagai kawasan rehabilitasi eks napiter.

“Ini sepertinya kecil, tapi kalau dibiarkan bagaikan bara api dalam sekam yang pada akhirnya akan memporakporandakan NKRI,” kata Sanusi.

Sanusi mengatakan, Kabupaten Malang juga terus berupaya mengatasi secara dini ancaman radikalisme dan terorisme. Caranya dengan memperkuat jalinan koordinasi lintas sektoral, mulai dari TNI, kepolisian, tokoh masyarakat, ormas, dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Malang.

“Ditunjuknya Kabupaten Malang untuk KKTN ini merupakan suatu penghargaan. Kami akan sangat mendukung program ini, karena ini menjadi tugas bersama untuk menyelamatkan NKRI,” pungkasnya.(fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/