alexametrics
23 C
Malang
Tuesday, 28 June 2022

Bupati Janjikan Bonus Atlet Rp 3,5 Miliar

KABUPATEN – Pemkab Malang menjanjikan bonus fantastis bagi atletnya Porprov VII. Peraih medali emas bakal mendapat Rp 40 juta. Sementara atlet yang membawa pulang medali perak diganjar Rp 20 juta. Sedangkan atlet peraih perunggu disiapkan bonus Rp 10 juta.

Janji itu diucapkan Bupati Malang HM Sanusi saat melepas 735 atlet plus ofisial dari 42 cabor di GOR Kanjuruhan Kepanjen, kemarin (20/6). “Anggaran (bonus atlet) bakal memakai APBD. Kita ajukan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK),” ujar Sanusi. Di ajang Porprov VII, para atlet Bumi Kanjuruhan ditarget bisa menyabet 50 emas, 50 perak dan 50 perunggu. Sanusi berharap mereka bisa melebihi target ini dengan stimulus bonus tersebut.

Jika dihitung dari target medali, maka anggaran yang dibutuhkan untuk bonus atlet sekitar Rp 3,5 miliar. Namun Sanusi tetap berharap kontingen Kabupaten Malang di Porprov VII bisa melebihi target. ”Semakin besar capaian medali, kian banyak pula bonusnya,” tambahnya.

Sanusi menambahkan, pihaknya juga menyiapkan BPJS bagi para atlet. Masa aktif kartu BPJS adalah 3 bulan. Ini untuk menjamin keselamatan dan ketenagakerjaan atlet. Karena itu, Sanusi meminta para atlet membawa nama harum Bumi Kanjuruhan. Serta, pulang dengan mengantongi banyak medali.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Malang H Rosyidin mengungkapkan target para atlet adalah bisa tiga besar. “Harapan kita dengan 50 emas, 50 perak dan 50 perunggu, Kabupaten Malang masuk tiga besar. Syukur-syukur bisa runner up,” ujar Rosyidin.

KONI Kabupaten Malang optimistis bisa meraih target tersebut. Karena, pada Kejurprov akhir 2021 dan 2022, para atlet meraih 69 medali emas dari 52 cabor. Dua kompetisi ini menjadi parameter optimisme KONI untuk merangsek ke peringkat tiga. Saingan terberat saat ini adakah Kota Malang, Kediri dan Sidoarjo.

Sedangkan cabor pendulang emas antara lain kempo, gulat, senam, atletik, selam, silat, tarung drajat, tenis meja, paralayang, menembak, anggar, hoki, bulutangkis, sambo, karate, tinju dan taekwondo, panahan, selam laut dan balap sepeda. “Total 34 emas, 31 perak dan 30 perunggu di Porprov sebelum membuat Kabupaten Malang berada di peringkat 5,” tutupnya.

Sementara itu, Salma Nabila, 21, atlet Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Malang mengaku siap meraih medali emas. Apalagi, tahun ini adalah kesempatan terakhirnya berkiprah untuk kali pertama di cabor PDBI. “Persiapan dua bulan, latihan dari pagi sampai malam. Target tentu emas dengan lawan terberat dari Jember. Kami biasanya latihan di GOR Kanjuruhan dan Polres Malang,” ujar pemain baritone tersebut didampingi sang ibu di GOR Kanjuruhan. Kebetulan, timnya bertanding di kategori Lomba Unjuk Gelar (LUG).

Total atlet dalam timnya sebanyak 25 orang. Mereka juga menampilkan performa menawan di hadapan Bupati Malang saat pelepasan atlet.(fin/nay)

KABUPATEN – Pemkab Malang menjanjikan bonus fantastis bagi atletnya Porprov VII. Peraih medali emas bakal mendapat Rp 40 juta. Sementara atlet yang membawa pulang medali perak diganjar Rp 20 juta. Sedangkan atlet peraih perunggu disiapkan bonus Rp 10 juta.

Janji itu diucapkan Bupati Malang HM Sanusi saat melepas 735 atlet plus ofisial dari 42 cabor di GOR Kanjuruhan Kepanjen, kemarin (20/6). “Anggaran (bonus atlet) bakal memakai APBD. Kita ajukan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK),” ujar Sanusi. Di ajang Porprov VII, para atlet Bumi Kanjuruhan ditarget bisa menyabet 50 emas, 50 perak dan 50 perunggu. Sanusi berharap mereka bisa melebihi target ini dengan stimulus bonus tersebut.

Jika dihitung dari target medali, maka anggaran yang dibutuhkan untuk bonus atlet sekitar Rp 3,5 miliar. Namun Sanusi tetap berharap kontingen Kabupaten Malang di Porprov VII bisa melebihi target. ”Semakin besar capaian medali, kian banyak pula bonusnya,” tambahnya.

Sanusi menambahkan, pihaknya juga menyiapkan BPJS bagi para atlet. Masa aktif kartu BPJS adalah 3 bulan. Ini untuk menjamin keselamatan dan ketenagakerjaan atlet. Karena itu, Sanusi meminta para atlet membawa nama harum Bumi Kanjuruhan. Serta, pulang dengan mengantongi banyak medali.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Malang H Rosyidin mengungkapkan target para atlet adalah bisa tiga besar. “Harapan kita dengan 50 emas, 50 perak dan 50 perunggu, Kabupaten Malang masuk tiga besar. Syukur-syukur bisa runner up,” ujar Rosyidin.

KONI Kabupaten Malang optimistis bisa meraih target tersebut. Karena, pada Kejurprov akhir 2021 dan 2022, para atlet meraih 69 medali emas dari 52 cabor. Dua kompetisi ini menjadi parameter optimisme KONI untuk merangsek ke peringkat tiga. Saingan terberat saat ini adakah Kota Malang, Kediri dan Sidoarjo.

Sedangkan cabor pendulang emas antara lain kempo, gulat, senam, atletik, selam, silat, tarung drajat, tenis meja, paralayang, menembak, anggar, hoki, bulutangkis, sambo, karate, tinju dan taekwondo, panahan, selam laut dan balap sepeda. “Total 34 emas, 31 perak dan 30 perunggu di Porprov sebelum membuat Kabupaten Malang berada di peringkat 5,” tutupnya.

Sementara itu, Salma Nabila, 21, atlet Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Malang mengaku siap meraih medali emas. Apalagi, tahun ini adalah kesempatan terakhirnya berkiprah untuk kali pertama di cabor PDBI. “Persiapan dua bulan, latihan dari pagi sampai malam. Target tentu emas dengan lawan terberat dari Jember. Kami biasanya latihan di GOR Kanjuruhan dan Polres Malang,” ujar pemain baritone tersebut didampingi sang ibu di GOR Kanjuruhan. Kebetulan, timnya bertanding di kategori Lomba Unjuk Gelar (LUG).

Total atlet dalam timnya sebanyak 25 orang. Mereka juga menampilkan performa menawan di hadapan Bupati Malang saat pelepasan atlet.(fin/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/